Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Jangan Dibeli, 5 Barang Ini Bikin Orang Cepat Miskin

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 06 April 2025 | 14:18 WIB
Jangan Dibeli, 5 Barang Ini Bikin Orang Cepat Miskin
Ilustrasi kemiskinan ekstrem (Ist]

Suara.com - Kelas menengah nampaknya harus menahan pengeluaran saat ekonomi dunia sedang tidak stabil. Apalagi penerapan tarif yabg dilakukan Trump membuat kelas menengah bisa menjadi miskin jika tidak memiliki dana cadangan.

Terlebih dngan tarif universal 10% yang sekarang berlaku bersama tarif khusus negara (Tiongkok sebesar 34%, Vietnam sebesar 46%, dan Bangladesh sebesar 37%, dll.), pembelian sehari-hari akan menjadi semakin mahal saat mulai berlaku.

Menurut analisis dari Tax Foundation, tarif ini akan mengurangi pendapatan setelah pajak rata-rata sebesar 2,1% dan membebani rumah tangga Amerika pada umumnya lebih dari 2.100 ribu dollar AS per tahun.

Ini merupakan kenaikan pajak paling signifikan sejak 1940, yang secara signifikan membebani keluarga kelas menengah yang berjuang melawan inflasi yang terus-menerus. Ubtuk itu ada beberapa barang yang tidak perlu dibeli pada tahun ini:

Berikut lima barang yang bisa bikin jadi miskin:

1.Peralatan elektronik rumah tangga

Dampak tarif pada peralatan rumah tangga memberikan presen historis yang jelas tentang apa yang dapat diharapkan oleh konsumen kelas menengah pada tahun 2025. Selama putaran tarif sebelumnya, ketika bea diterapkan pada mesin cuci impor, harga rata-rata melonjak lebih dari 11%, menambahkan sekitar $86 untuk setiap unit.

Kenaikan harga ini terjadi meskipun produsen berupaya menyerap sebagian biaya, yang menunjukkan bagaimana tarif pasti akan sampai ke dompet konsumen. Dengan struktur tarif baru yang lebih komprehensif, peralatan dari negara-negara manufaktur utama menghadapi bea yang lebih tinggi.

2.Mobil

Industri otomotif menghadapi gangguan parah di bawah struktur tarif baru. Menurut analisis Anderson Economic Group pada April 2025, karena tarif baru, konsumen Amerika dapat mengharapkan biaya tambahan sebesar $2.500-$5.000 untuk mobil Amerika berbiaya terendah dan hingga $20.000 untuk model impor.

Kenaikan yang mengejutkan ini berasal dari tarif langsung pada kendaraan yang sudah jadi dan efek berjenjang tarif pada komponen impor yang digunakan dalam manufaktur dalam negeri. Sifat global rantai pasokan otomotif berarti bahkan kendaraan "buatan Amerika" mengandung konten impor yang signifikan, yang menyebabkan kenaikan harga.

Bagi pembeli kelas menengah, ini berarti menunda pembelian kendaraan baru jika memungkinkan. Meskipun mengalami tekanan harga, pasar mobil bekas menawarkan alternatif yang lebih ekonomis.  Memperpanjang usia kendaraan saat ini melalui perawatan yang tepat menjadi semakin menarik, dengan banyak konsumen memilih model yang berfokus pada keandalan yang telah terbukti berumur panjang.

Mereka yang membeli kendaraan baru harus mempertimbangkan merek dengan persentase komponen dalam negeri tertinggi, meskipun kendaraan ini masih akan mengalami kenaikan harga yang wajar karena komponen impor.

3.Gadget

Barang elektronik konsumen menghadapi kenaikan harga yang tajam karena sangat bergantung pada manufaktur Tiongkok. Dengan Tiongkok yang sekarang dikenakan tarif sebesar 34%, produk yang sebelumnya dilindungi selama masa jabatan pertama Trump termasuk iPhone, iPad, dan MacBook Applemengalami kenaikan harga sebesar 10-20%.

Ini merupakan perubahan signifikan di pasar, karena perangkat ini telah menjadi alat penting daripada barang mewah bagi banyak keluarga kelas menengah. Konsol game, televisi, dan sistem hiburan rumah lainnya yang diproduksi di Tiongkok, Taiwan, dan Korea Selatan menghadapi tekanan harga yang sama. Bagi konsumen, ini berarti mengevaluasi dengan cermat perlunya peningkatan teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Lebaran, Kendaraan Harga Miring Bertebaran: Ini Mobil Bekas di Bawah 50 Jutaan April 2025

Usai Lebaran, Kendaraan Harga Miring Bertebaran: Ini Mobil Bekas di Bawah 50 Jutaan April 2025

Otomotif | Minggu, 06 April 2025 | 12:29 WIB

Doa Naik Mobil,  Kapal, dan Pesawat Terbang, Jangan Lupa Dibaca Saat Arus Balik Lebaran 2025!

Doa Naik Mobil, Kapal, dan Pesawat Terbang, Jangan Lupa Dibaca Saat Arus Balik Lebaran 2025!

Lifestyle | Sabtu, 05 April 2025 | 18:38 WIB

Dear Kelas Menengah, Jangan Dulu Beli 5 Barang Ini Saat Ekonomi Lesu

Dear Kelas Menengah, Jangan Dulu Beli 5 Barang Ini Saat Ekonomi Lesu

Lifestyle | Sabtu, 05 April 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB