6 Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Uang yang Bikin Tetap Miskin

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 07 April 2025 | 14:27 WIB
6 Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Uang yang Bikin Tetap Miskin
6 Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Uang yang Bikin Tetap Miskin

Suara.com - Adanya perang dagang yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat masyarakat khawatir dikarenakan bisa terjebak dalam jurang kemiskinan. Jika Anda bekerja keras tetapi masih belum cukup Masalahnya mungkin bukan pada seberapa banyak penghasilan.

Melainkan kebiasaan keuangan yang telah Anda kembangkan dari waktu ke waktu. Beberapa kebiasaan buruk ini membuat orang mengalami kesulitan keuangan bahkan bisa masuk dalam jurang kemiskinan. Berikut 6 kebiasaan buruk yang bikin jadi miskin dilansir New Trade U:

1.Hidup Tanpa Anggaran
Mengelola keuangan secara membabi buta seperti menyetir lintas negara tanpa peta. Tanpa anggaran, Anda tidak dapat mengetahui ke mana uang pergi setiap bulan, yang hampir selalu menyebabkan pengeluaran berlebihan. Studi menunjukkan bahwa orang yang tidak melacak pengeluaran mereka biasanya meremehkan jumlah yang mereka belanjakan hingga 20% atau lebih—berpotensi ratusan dolar setiap bulan hilang tanpa peringatan.

Kurangnya kesadaran ini menciptakan kecemasan finansial yang terus-menerus karena Anda tidak pernah yakin akan memiliki cukup uang untuk menutupi semua pengeluaran Anda.

2.Membayar Hanya Pembayaran Minimum untuk Utang

Membayar hanya minimum untuk kartu kredit adalah perangkap matematika yang dirancang untuk memaksimalkan keuntungan bagi pemberi pinjaman sambil membuat Anda terlilit utang selama beberapa dekade. Perangkap ini secara tidak proporsional berdampak pada orang-orang berpenghasilan rendah, yang mungkin merasa tidak punya pilihan selain membayar minimum.

3.Mengabaikan Tabungan Darurat

Tanpa dana darurat, kejadian yang tak terelakkan ini memaksa banyak orang untuk bergantung pada utang berbunga tinggi, menciptakan lingkaran setan yang sulit dihindari. Studi menunjukkan bahwa 40% orang Amerika tidak dapat menutupi biaya darurat.

4.Mengikuti Gaya Hidup Orang Lain

baca juga

Tekanan sosial untuk menjaga penampilan mendorong banyak keputusan keuangan yang buruk. Mulai dari membeli rumah yang lebih besar dari yang dibutuhkan hingga memperbarui ponsel pintar setiap tahun atau menyewa mobil mewah, kita sering menghabiskan uang untuk membuat orang lain terkesan daripada meningkatkan kualitas hidup kita.

Media sosial telah memperparah masalah ini, dengan menyajikan sekilas kehidupan orang lain yang dikurasi dengan cermat yang jarang mengungkapkan kesulitan keuangan di balik layar dari pembelian ini.
5.Inflasi Gaya Hidup Seiring Peningkatan Pendapatan

Tanpa rencana, kenaikan gaji dan bonus akan hilang dengan sedikit peningkatan gaya hidup, bukannya peningkatan keamanan finansial. Solusinya adalah aturan 50/50 untuk setiap peningkatan pendapatan: alokasikan 50% untuk meningkatkan gaya hidup Anda saat ini dan 50% untuk membangun kekayaan (melalui pengurangan utang, menabung, atau berinvestasi). Atau audit pengeluaran Anda untuk mengidentifikasi semua biaya kenyamanan, lalu prioritaskan mana yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup dibandingkan kebiasaan sederhana. Pilih satu biaya kenyamanan untuk dihilangkan bulan ini dan alihkan uang itu untuk tabungan atau pengurangan utang. Anda tidak perlu menghilangkan semua kenyamanan—cukup tentukan mana yang Anda pilih.

6.Tidak Memiliki Tujuan Finansial yang Jelas
Tanpa target yang spesifik, mudah untuk kehilangan motivasi dan kembali ke kebiasaan lama. Otak Anda membutuhkan tonggak yang konkret untuk tetap termotivasi melalui tantangan yang tak terelakkan dalam mengubah perilaku finansial.

Buat tujuan finansial SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, Terikat Waktu) untuk jangka waktu yang berbeda. Misalnya, daripada "membangun tabungan darurat," cobalah "menabung $1.500 untuk dana darurat paling lambat tanggal 31 Desember dengan mentransfer $125 secara otomatis setiap bulan." Tuliskan satu tujuan finansial 3 bulan, satu tujuan 1 tahun, dan satu tujuan 5 tahun hari ini. Memecah tujuan yang lebih besar menjadi tonggak yang lebih kecil menciptakan kemenangan yang sering memotivasi Anda untuk menempuh perjalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?

Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:27 WIB

OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah

OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:41 WIB

Generasi Sandwich Perlu Atur Keuangan, Jangan Sampai Tabungan Habis Saat Sakit

Generasi Sandwich Perlu Atur Keuangan, Jangan Sampai Tabungan Habis Saat Sakit

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:30 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×