Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Modal Kas Kuat Jadi Andalan Ekspansi, Emiten LUCY Siapkan Strategi Baru di 2025

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 09 April 2025 | 10:57 WIB
Modal Kas Kuat Jadi Andalan Ekspansi, Emiten LUCY Siapkan Strategi Baru di 2025
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Suara.com - PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), emiten pengelola restoran rooftop ikonis Lucy In The Sky, menunjukkan keseriusannya dalam menyambut peluang di tahun 2025 dengan serangkaian langkah strategis yang menjanjikan.

Perusahaan tidak hanya fokus pada inovasi kuliner, tetapi juga memperkuat daya tarik melalui penyegaran konsep hiburan, didukung oleh kondisi keuangan yang solid.

Kabar menariknya, LUCY menggandeng Master Chef Indonesia, Juna Rorimpandey, yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen perseroan, untuk meracik menu-menu baru yang diharapkan dapat mendongkrak daya tarik dan memperluas pangsa pasar. Kolaborasi strategis ini diyakini akan menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan berkesan bagi para pelanggan setia Lucy In The Sky.

Direktur Utama Lima Dua Lima Tiga, Hermansyah, dalam keterangan tertulisnya hari ini, Rabu (9/4/2025), menegaskan komitmen manajemen untuk terus berinovasi. “Kami selaku manajemen akan selalu berinovasi dan menciptakan menu-menu baru seiring dengan permintaan pasar pada masa berkembangnya teknologi dan media sosial,” ujarnya. Pernyataan ini mengisyaratkan pemahaman mendalam LUCY terhadap dinamika pasar yang bergerak cepat dan pentingnya adaptasi melalui kreasi kuliner yang relevan dengan tren terkini.

Lebih lanjut, Hermansyah mengungkapkan bahwa inovasi LUCY tidak hanya terbatas pada menu. Gerai Lucy In The Sky juga akan menghadirkan refreshments entertainment yang akan semakin memeriahkan industri food and beverage (F&B) di Indonesia. Langkah ini menunjukkan ambisi LUCY untuk tidak hanya menjadi sekadar tempat makan dengan pemandangan indah, tetapi juga destinasi hiburan yang menawarkan pengalaman holistik bagi para pengunjungnya. Keunikan konsep hiburan yang akan dihadirkan diharapkan dapat menjadi pembeda LUCY dari para pelaku usaha sejenis yang semakin menjamur.

“Menu-menu baru ini kami yakini akan diterima pasar karena sesuai dengan selera dan pangsa pasar kami,” imbuh Hermansyah dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa (8/4/2025), menunjukkan keyakinan manajemen terhadap strategi yang dijalankan. Perbedaan tanggal penyampaian keterangan tertulis ini mengindikasikan adanya rangkaian komunikasi yang intens dari pihak LUCY kepada publik terkait persiapan mereka.

Adapun beberapa menu baru hasil kolaborasi dengan Chef Juna yang telah mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung Lucy In The Sky antara lain adalah Nasi Rempah Nusantara, Picanha Steak, Grilled Prawn, Soft Shell Crab, dan minuman segar Strawberry Pink. Kehadiran menu-menu dengan cita rasa yang beragam ini diharapkan dapat menjangkau spektrum selera yang lebih luas dan menarik pelanggan baru tanpa meninggalkan pelanggan setia mereka.

“Dengan keahlian dan pengalaman Chef Juna akan menyajikan menu-menu menarik bagi penggemar kuliner dengan nuansa pemandangan atas langit kota Jakarta. Hasilnya, kata dia telah mulai terlihat pada kuartal I 2025,” beber Hermansyah. Pernyataan ini memberikan sinyal positif mengenai dampak awal dari strategi kolaborasi ini terhadap kinerja perusahaan di awal tahun 2025.

Di sisi lain, LUCY menunjukkan fundamental keuangan yang solid di tahun 2024. Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan kas dan setara kas sebesar 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp18,939 miliar. Kondisi kas yang kuat ini menjadi modal penting bagi LUCY untuk merealisasikan rencana ekspansi dan implementasi strategi-strategi barunya di tahun 2025. “Dengan kas yang kuat menjadi modal ekspansi tahun 2025,” tegas Hermansyah.

baca juga

Dari sisi pendapatan, LUCY berhasil meraup pendapatan sebesar Rp100,67 miliar sepanjang tahun 2024. Kontributor utama pendapatan ini adalah penjualan minuman yang mencapai Rp79,31 miliar, diikuti oleh penjualan makanan sebesar Rp20,519 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp1,6 miliar. Dominasi penjualan minuman menunjukkan karakteristik Lucy In The Sky sebagai tempat yang populer untuk bersantai dan menikmati minuman dengan pemandangan kota.

Meskipun demikian, LUCY mencatatkan rugi usaha sebesar Rp20,27 miliar dan rugi bersih sebesar Rp12,6 miliar di tahun 2024, setelah membukukan beban pokok pendapatan sebesar Rp35,764 miliar dan beban operasi yang cukup besar mencapai Rp85,185 miliar. Angka rugi ini menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan, meskipun manajemen optimis dengan langkah-langkah strategis yang diambil di tahun 2025 dapat memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.

Kabar baiknya, LUCY berhasil melakukan efisiensi dalam pengelolaan keuangan dengan menurunkan jumlah kewajiban secara tahunan menjadi Rp65,931 miliar. Penurunan ini ditopang oleh pembayaran sebagian utang bank jangka panjang dan pengurangan liabilitas sewa. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan.

Lebih lanjut, total ekuitas LUCY mengalami peningkatan signifikan sebesar 22,28 persen secara tahunan menjadi Rp69,79 miliar pada akhir tahun 2024. Pertumbuhan ekuitas ini memberikan indikasi kesehatan finansial yang membaik dan kemampuan perusahaan untuk mendanai pertumbuhan di masa depan. Secara keseluruhan, aset LUCY tumbuh tipis sebesar 0,36 persen secara tahunan menjadi Rp135,72 miliar pada akhir Desember 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tantangan Industri Semen Berat, SMGR Kempit Pendapatan Rp36 Triliun

Tantangan Industri Semen Berat, SMGR Kempit Pendapatan Rp36 Triliun

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 23:45 WIB

Cetak Laba Rp623 Miliar, Begini Strategi PANI Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja

Cetak Laba Rp623 Miliar, Begini Strategi PANI Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 23:30 WIB

Genjot Penjulalan, Emiten BELI Tetap Gelar Promo Diskon Tanggal Kembar di Bulan April

Genjot Penjulalan, Emiten BELI Tetap Gelar Promo Diskon Tanggal Kembar di Bulan April

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 09:41 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×