Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tanpa Tedeng Aling-aling, Pramono Sebut Bank DKI Tidak Dikelola Profesional: Banyak Kasus Terus!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 April 2025 | 14:49 WIB
Tanpa Tedeng Aling-aling, Pramono Sebut Bank DKI Tidak Dikelola Profesional: Banyak Kasus Terus!
Warga melakukan transaksi pada Gerai ATM Bank DKI di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Gelombang kejutan menerjang pilar perbankan ibukota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tanpa tedeng aling-aling melontarkan kritik pedas terhadap pengelolaan Bank DKI, BUMD yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya yang dikutip pada Selasa (15/4/2025), Pramono Anung menyuarakan kegelisahan mendalam atas "luka lama" yang seolah tak pernah sepenuhnya mengering di tubuh Bank DKI.

Asal tahu saja beberapa waktu lalu, Pramono telah memberhentikan Direktur IT PT Bank DKI, Amirul Wicaksono, dalam rapat terbatas dengan Direksi Bank DKI pada awal bulan. Keputusan itu menyusul gangguan layanan yang menyebabkan nasabah tidak dapat bertransaksi sejak malam takbiran, 30 Maret 2025.

Pramono Anung menyebutkan bahwa Bank DKI "tidak dikelola secara profesional". Sebuah vonis yang tentu saja mengundang tanya dan sorot mata publik. Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya "ruang-ruang yang gampang orang untuk bisa mempermainkan itu dari dalam ke luar". Kalimat ini bak petir di siang bolong, mengindikasikan adanya praktik-praktik yang jauh dari prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Ungkapan Pramono Anung ini seolah membuka kembali memori publik akan berbagai kasus yang "hampir setiap periode selalu ada" di tubuh perbankan, termasuk Bank DKI. Sebuah ironi, mengingat lembaga keuangan seharusnya menjadi benteng kepercayaan dan profesionalisme.

Nada geram dan tuntutan perubahan yang kuat terpancar jelas dari pernyataan Gubernur. Pramono Anung dengan tegas menyerukan agar Bank DKI dikelola secara "profesional". Sebuah imperatif yang mengandung harapan besar untuk mengakhiri praktik-praktik transaksional yang selama ini disinyalir menghantui bank daerah ini.

Lebih spesifik, Pramono Anung menekankan perlunya menghentikan praktik "titipan" untuk kursi Direksi Bank DKI. Pernyataan ini secara implisit mengakui adanya intervensi atau praktik nepotisme dalam penunjukan jajaran pimpinan, yang tentu saja berpotensi menggerogoti profesionalisme dan kinerja bank secara keseluruhan. "Sehingga tidak ada lagi 'titipan' untuk kursi Direksi Bank DKI," tegasnya, sebuah deklarasi perubahan yang patut dinantikan realisasinya.

Tak hanya menyoroti masalah internal, Pramono Anung juga melontarkan gagasan rebranding total Bank DKI. Sebuah langkah radikal yang menunjukkan ambisi besar untuk mengikis citra negatif yang mungkin melekat dan membangun identitas baru yang lebih kuat dan profesional.

Wacana perubahan nama menjadi "Bank Jakarta" atau bahkan "Bank Global" bukan sekadar pergantian label. Ini adalah sinyal kuat untuk transformasi menyeluruh, sebuah upaya untuk melepaskan diri dari stigma masa lalu dan menatap masa depan dengan visi yang lebih luas. "Kita harus memikirkan untuk merubah nama DKI ini. Apakah Bank DKI menjadi Bank Jakarta atau Bank Global. Sehingga kita lakukan yang namanya rebranding," ungkap Pramono Anung, membuka babak baru potensi perubahan identitas bank daerah ini.

baca juga

Sebagai penanda keseriusan dalam melakukan transformasi, Pramono Anung juga mengungkapkan rencana untuk membangun kantor pusat Bank DKI yang representatif. Sebuah bangunan fisik yang diharapkan menjadi simbol kemajuan, profesionalisme, dan kepercayaan bagi nasabah dan masyarakat Jakarta. "Dan nanti kita bangun betul-betul menjadi buildingnya Bank Jakarta," imbuhnya, menunjukkan komitmen untuk memberikan wajah baru bagi Bank DKI secara menyeluruh.

Pernyataan keras dan rencana perubahan yang dilontarkan Gubernur Pramono Anung tentu saja menimbulkan harapan sekaligus pertanyaan besar. Akankah gebrakan ini mampu menyembuhkan "luka lama" yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik terhadap Bank DKI? Mampukah "era titipan" benar-benar berakhir dan digantikan dengan manajemen yang sepenuhnya profesional?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Tangga JPO Daan Mogot Digondol Maling, Pramono: Jakarta Kadang-kadang Terlalu Menarik

Kasus Tangga JPO Daan Mogot Digondol Maling, Pramono: Jakarta Kadang-kadang Terlalu Menarik

News | Selasa, 15 April 2025 | 14:17 WIB

Proaktif Dalam Pelayanan Haji, BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2025

Proaktif Dalam Pelayanan Haji, BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2025

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 11:13 WIB

Dorong Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Stakeholder Tingkatkan Pelayanan dan Satu Visi

Dorong Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Stakeholder Tingkatkan Pelayanan dan Satu Visi

News | Senin, 14 April 2025 | 19:32 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×