Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Investor Batalkan Proyek Baterai EV Indonesia, Investasi Lebih dari Rp300 T Lenyap

M Nurhadi

Senin, 28 April 2025 | 11:27 WIB
Investor Batalkan Proyek Baterai EV Indonesia, Investasi Lebih dari Rp300 T Lenyap
Lokasi pertambangan ore nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. [ANTARA/Jojon]

Suara.com - Beberapa saat lalu publik diramaikan dengan keputusan raksasa baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution Ltd (LGES) yang mundur dari royek ambisius bernama 'Proyek Titan'. Keputusan ini menambah panjang daftar investor asing yang memilih angkat kaki dari proyek-proyek strategis pengembangan baterai EV di Tanah Air.

Sebelumnya, pada Juni 2024, dua investor besar asal Eropa, yakni BASF SE (Jerman) dan Eramet SA (Prancis), juga memutuskan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam megaproyek smelter nikel hidrometalurgi Sonic Bay di Teluk Weda, Maluku Utara. Proyek senilai miliaran dolar ini digadang-gadang akan menjadi penopang utama ekosistem baterai EV di Indonesia.

Dengan hengkangnya LGES dari Proyek Titan pada April 2025, Indonesia tercatat telah kehilangan setidaknya tiga investor kunci dalam proyek baterai EV hanya dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai daya tarik investasi di sektor hilirisasi nikel dan pengembangan baterai EV di Indonesia.

Lebih mengkhawatirkan lagi, hingga saat ini pemerintah belum memberikan informasi perkembangan terkini mengenai sejumlah proyek baterai EV lain yang melibatkan investor besar, seperti Hon Hai Precision Industry Co (Foxconn) dari Taiwan dan Britishvolt dari Inggris. Ketidakjelasan ini semakin menambah keraguan terhadap realisasi ambisi Indonesia di kancah industri baterai EV global.

LGES Terdepak dari Proyek Titan, Pemerintah Sebut karena Negosiasi Berlarut-larut

LGES secara resmi mengumumkan alasannya mundur dari Proyek Titan yang bernilai investasi US$7,7 miliar (sekitar Rp129,84 triliun) pada Jumat (18/4/2025). Perusahaan asal Korea Selatan itu menyebut "perubahan kondisi pasar" sebagai alasan utama di balik keputusannya. Proyek Titan sendiri merupakan proyek strategis nasional yang melibatkan konsorsium Korea Selatan (termasuk LGES) bersama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Namun, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani memberikan klarifikasi yang berbeda. Menurutnya, keluarnya LGES dari Proyek Titan merupakan keputusan terminasi kontrak dari Pemerintah Indonesia, bukan inisiatif perusahaan Korea Selatan tersebut.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. (Suara.com/Novian)
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. (Suara.com/Novian)

Menurut eks Dubes RI untuk Amerika Serikat itu, pemerintah berinisiatif untuk mengakhiri kerja sama karena negosiasi pelaksanaan proyek senilai US$9,8 miliar (Rp165,32 triliun) dengan LGES cenderung berjalan lambat dan berlarut-larut. Surat terminasi perjanjian kerja sama bahkan telah diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 31 Januari 2025 dan ditandatangani oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang kemudian dikirimkan kepada CEO LG Chem Ltd dan LGES.

Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa minat Zhejiang Huayou Cobalt Co asal China menjadi salah satu faktor pendorong keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan LGES. Perusahaan asal China tersebut dinilai lebih berkomitmen untuk memimpin konsorsium di Proyek Titan.

baca juga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sendiri menegaskan bahwa secara keseluruhan, proyek hilirisasi bijih nikel menjadi baterai EV di Indonesia tidak mengalami perubahan mendasar. Menurutnya, yang terjadi hanyalah penyesuaian mitra investasi dalam struktur joint venture (JV) proyek senilai hampir US$8 miliar (sekitar Rp135 triliun) tersebut.

"Perubahan hanya terjadi pada level investor, di mana LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya pada JV 1, 2, dan 3 yang baru, dan telah digantikan oleh mitra strategis dari China, yaitu Huayou, bersama BUMN kita," jelas Menteri Bahlil.

Ia juga menekankan bahwa konsep pembangunan megaproyek baterai yang dijuluki Indonesia Grand Package tersebut tetap sesuai dengan peta jalan awal, termasuk infrastruktur dan rencana produksi.

BASF & Eramet Mundur dari Proyek Smelter Sonic Bay

Sebelumnya, pada pertengahan 2024, Indonesia juga harus menerima kenyataan ditinggalkan oleh dua investor Eropa, BASF SE dan Eramet SA, dalam proyek Sonic Bay yang memiliki nilai investasi US$2,6 miliar (sekitar Rp43,74 triliun). Proyek ini merupakan pabrik pemurnian nikel/kobalt berbasis teknologi high pressure acid leach (HPAL) yang bertujuan menghasilkan bahan baku baterai EV berupa mixed hydroxide precipitates (MHP) di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara.

Proyek Sonic Bay awalnya dirancang untuk memproses sebagian bijih nikel dari tambang Weda Bay Nickel guna menghasilkan sekitar 60.000 ton nikel dan 6.000 ton kobalt dalam bentuk MHP sebagai bahan baku utama baterai EV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ormas Mengganggu Pelaku Usaha Harus Ditertibkan, Eddy: Ganggu Investasi Sama Saja Ganggu Pemerintah

Ormas Mengganggu Pelaku Usaha Harus Ditertibkan, Eddy: Ganggu Investasi Sama Saja Ganggu Pemerintah

News | Senin, 28 April 2025 | 11:13 WIB

Rekomendasi 3 Mobil Listrik Garansi Baterai Panjang, Dapatkan Melalui Kredit BRI

Rekomendasi 3 Mobil Listrik Garansi Baterai Panjang, Dapatkan Melalui Kredit BRI

Bri | Minggu, 27 April 2025 | 19:31 WIB

Sri Mulyani Ungkap Peluang Danantara Kelola Dana Bank Dunia

Sri Mulyani Ungkap Peluang Danantara Kelola Dana Bank Dunia

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 15:42 WIB

7 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Baterai Jumbo Terbaik April 2025

7 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Baterai Jumbo Terbaik April 2025

Tekno | Jum'at, 25 April 2025 | 12:01 WIB

8 HP Sejutaan dengan Baterai Jumbo dan Memori 128 GB, Tidak Menguras Isi Dompet!

8 HP Sejutaan dengan Baterai Jumbo dan Memori 128 GB, Tidak Menguras Isi Dompet!

Tekno | Kamis, 24 April 2025 | 20:15 WIB

Investasi Emas Makin Praktis: Mulai dari 0,01 Gram dengan BRImo

Investasi Emas Makin Praktis: Mulai dari 0,01 Gram dengan BRImo

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 16:55 WIB

Terkini

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:59 WIB

Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap

Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:48 WIB

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:41 WIB

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:34 WIB

Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari

Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:27 WIB

Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I

Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:15 WIB

Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan

Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:01 WIB

Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?

Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 12:56 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat

IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 12:35 WIB

Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya

Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 11:59 WIB

×