Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Mattel Bakal Naikan Harga Boneka Barbie Imbas Perang Tarif

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 06 Mei 2025 | 13:43 WIB
Mattel Bakal Naikan Harga Boneka Barbie Imbas Perang Tarif
raksasa manufaktur mainan dan pembuat Barbie, berencana untuk menaikkan harga mainannya.

Suara.com - Mattel, raksasa manufaktur mainan dan pembuat Barbie, berencana untuk menaikkan harga mainannya. Hal ini imbas dari perang tarif yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mattel mengatakan bahwa tarif tidak memengaruhi pendapatannya selama tiga bulan pertama tahun ini. Namun, keputusan meniakan harga Untuk mengurangi kerugian di masa mendatang, perusahaan berencana untuk mendiversifikasi rantai pasokannya di luar Tiongkok .

Apalagi, perang dagang yang berkepanjangan berarti bahwa bagi banyak keluarga Amerika, koleksi Barbie atau Polly Pocket yang banyak akan segera menjadi barang mewah. Tarif 145% Trump pada sebagian besar barang yang berasal dari Tiongkok menghantam industri mainan.

Menurut kelompok industri Toy Association mencatat hampir 80% dari semua mainan yang dijual di Amerika Serikat diproduksi di Tiongkok, . Kepala Keuangan Mattel Anthony DiSilvestro mengatakan selama panggilan pendapatannya pada hari Senin bahwa tarif saat ini akan merugikannya sekitar 270 juta dollar AS tahun ini.

"Itu sebelum Anda mempertimbangkan tindakan mitigasi apa pun. Sudah ada bukti bahwa beberapa harga sedang naik," katanya dilansir CNN International, Selasa (6/5/2025).

Menurut analisis harga produk dari Telsey Advisory Group, boneka Barbie dengan pakaian renang yang dijual di Target naik 42,9% selama seminggu pada pertengahan April menjadi 14,99 dollar AS. Itu termasuk lonjakan terbesar yang dilacak oleh perusahaan riset konsumen tersebut.

Sedangkan Kepala Eksekutif Ynon Kreiz mengatakan kepada investor pada hari Senin bahwa kenaikan ini di bawah skenario saat ini yang sedang dipertimbangkan. Serta ia memperkirakan 40% hingga 50% dari produknya akan tetap dihargai 20 dollar AS atau kurang.

Namun, ia juga menganjurkan tarif nol untuk mainan dan permainan di seluruh dunia. "Tarif nol untuk mainan memberi jumlah anak-anak dan keluarga terbesar akses untuk bermain," katanya.

Mattel mendapatkan produk dari tujuh negara berbeda, kata Kreiz pada bulan Februari. Ia memperkirakan Tiongkok akan mewakili kurang dari 40% produksi global untuk mainannya pada tahun 2025, setengah dari jumlah rata-rata industri. Ia juga berencana untuk memangkas impor AS dari Tiongkok menjadi kurang dari 15% pada tahun 2026 dan kurang dari 10% pada tahun 2027.

baca juga

Pada hari Senin, Kreiz mengatakan akan merelokasi produksi 500 mainan dari Tiongkok ke negara lain. Mattel juga bergabung dengan daftar panjang perusahaan yang telah menghentikan panduan setahun penuh 2025 mereka karena dikatakan sulit untuk memprediksi pengeluaran konsumen, terutama di musim liburan yang menguntungkan.

Ini adalah masalah besar ketika perusahaan menarik panduan mereka, para ahli sebelumnya mengatakan kepada CNN, karena hal itu menimbulkan ketidakpastian yang signifikan. Serta sesuatu yang dihindari oleh para investor dan analis.
Sementara itu, kebijakan tarif impor yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mendatangkan korban baru di Negeri Paman Sam. Terbaru, raksasa otomotif AS, Ford, menyatakan keluhannya soal bea masuk ini.

Dalam pernyataan, Ford menangguhkan panduan tahunannya karena ketidakpastian seputar tarif Presiden AS Donald Trump. Produsen otomotif itu juga mengatakan pungutan tersebut akan membebani perusahaan sekitar 1,5 miliar dollar AS (Rp 24 triliun) dalam laba yang disesuaikan sebelum bunga dan pajak.

Produsen mobil itu juga disebut telah menangguhkan ekspor otomotif ke China, tetapi masih mengimpor kendaraan seperti Lincoln Nautilus dari negara tersebut. Eksekutif perusahaan mengatakan telah berhasil mengurangi sekitar 1 miliar dollar AS (Rp 16 triliun) dari biaya melalui berbagai tindakan, termasuk mengangkut kendaraan dari Meksiko ke Kanada sehingga kendaraan tersebut tidak dikenakan tarif AS.

Pada bulan Februari, produsen mobil Dearborn, Michigan tersebut memproyeksikan laba sebelum bunga dan pajak sebesar 7 miliar dollar AS (Rp 115 triliun) hingga 8,5 miliar dollar AS (Rp 139 triliun) untuk tahun 2025. Perkiraan tersebut tidak memperhitungkan tarif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Protes Ala Romelu Lukaku: Tiru Joget Gemoy Trump hingga Tatap Tajam Infantino

Protes Ala Romelu Lukaku: Tiru Joget Gemoy Trump hingga Tatap Tajam Infantino

Bola | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:56 WIB

5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar

5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kasus Balogun, Trump dan FIFA: Retaknya Kepercayaan pada Fair Play

Kasus Balogun, Trump dan FIFA: Retaknya Kepercayaan pada Fair Play

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:20 WIB

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru

Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:58 WIB

Daftar Harga MacBook Juli 2026 Meroket Akibat Krisis RAM Global, Tak Ada Lagi yang Rp 10 Jutaan

Daftar Harga MacBook Juli 2026 Meroket Akibat Krisis RAM Global, Tak Ada Lagi yang Rp 10 Jutaan

Tekno | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:23 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk Stone Garden? Intip Pesona dan Daya Tarik Unik Wisata di Bandung Barat

Berapa Harga Tiket Masuk Stone Garden? Intip Pesona dan Daya Tarik Unik Wisata di Bandung Barat

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:03 WIB

Tragedi Seribu Perak: Saat Mahasiswa Menggugat Harga Kopi

Tragedi Seribu Perak: Saat Mahasiswa Menggugat Harga Kopi

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:18 WIB

Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun

Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun

Bola | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:15 WIB

Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA

Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×