Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Meski Ekonomi Dalam Tekanan, PANI Tetap Catat Prapenjualan Rp466 Miliar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 12 Mei 2025 | 09:17 WIB
Meski Ekonomi Dalam Tekanan, PANI Tetap Catat Prapenjualan Rp466 Miliar
Ilustrasi. PANI mencatatkan prapenjualan sebesar Rp466 miliar pada kuartal pertama tahun 2025.

Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menunjukkan performa yang solid di awal tahun 2025 dengan mencatatkan prapenjualan sebesar Rp466 miliar pada kuartal pertama. 

Angka ini setara dengan sembilan persen dari target prapenjualan Perseroan untuk sepanjang tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp5,3 triliun.

"Meskipun kondisi ekonomi global dan nasional sempat memberikan tekanan di awal tahun, PANI tetap optimis dengan prospek pertumbuhan ke depan," sebut manajemen PANI dalam keterangannya dikutip Senin (12/5/2025).

Keyakinan ini didukung oleh fundamental keuangan perusahaan yang kuat, strategi bisnis yang adaptif, serta kepemilikan land bank yang strategis di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Dua.

Selain itu, sinyal pemulihan stabilitas ekonomi di tingkat nasional dan global diyakini akan menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar properti dalam beberapa kuartal mendatang.

Fokus pada penguatan infrastruktur kawasan terus menjadi prioritas PANI. Salah satu langkah signifikan adalah penyelesaian Jalan Tol Kataraja yang dijadwalkan segera beroperasi. Kehadiran tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas kawasan PIK Dua dengan wilayah Jabodetabek serta memudahkan akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Lebih lanjut, PANI tengah mengembangkan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang ditargetkan dapat beroperasi secara bertahap mulai Oktober 2025. Keberadaan fasilitas MICE ini diproyeksikan akan semakin memperkuat posisi PIK Dua sebagai pusat bisnis dan investasi baru yang mengusung konsep “The New Jakarta City”.

Sebagai catatan, PANI telah menunjukkan tren pertumbuhan prapenjualan yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Selama periode 2021 hingga 2024, Perseroan mencatatkan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 51 persen, dengan pencapaian rekor prapenjualan sebesar Rp6 triliun pada tahun 2024. Konsistensi ini mencerminkan kemampuan PANI dalam mengembangkan produk-produk properti yang sesuai dengan dinamika kebutuhan pasar.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, PANI mencatat laba bersih Rp49,57 miliar. Turun 59 persen dari periode sama tahun lalu Rp122,37 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar dan dilusian emiten properti kongsian Aguan-Salim itu, susut menjadi Rp2,94 dari sebelumnya Rp7,83. 

Pendapatan sebesar Rp611,97 miliar dari yang ditopang dari penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp604,95 miliar. Pendapatan lainnya mncapai Rp6,88 miliar. Beban pokok pendapatan turun 0,74 persen menjadi Rp267,98 miliar sehingga laba kotor menjadi Rp343,98 miliar.

Laba periode berjalan menjadi Rp161,71 miliar. Salah satu pos penekan laba, beban pajak final sebesar 323 persen menjadi Rp67,82 miliar. Total ekuitas meningkat 9,19 persen dibanding akhir 2024 menjadi Rp29,035 triliun. Jumlah liabilitas susut 2,5 persen dibanding akhir 2024 menjadi Rp19,45 triliun. 

Total aset Rp48,5 triliun, melejit dari akhir tahun lalu Rp1,9 triliun. Lompatan aset itu, salah satunya dikerek hasil penawaran umum perdana (IPO) anak usaha perseroan yaitu Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Rp2,3 triliun. 

Segmen menengah atas menjadi fokus utama, diyakini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang solid, didukung kebutuhan pasar terus berkembang, dan pergeseran preferensi konsumen terhadap kawasan terintegrasi berkualitas.

Asal tahu saja Emiten PANI akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 15 Mei 2025 mendatang. 

Rapat terdiri dari 4 mata acara rapat, yakni persetujuan atas laporan tahunan perseroan; penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024; penetapan remunerasi (gaji atau honorarium dan tunjangan) bagi anggota dewan komisaris perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025; dan penunjukan akuntan publik/kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

Sebagai informasi saja, dalam RUPST pada tahun lalu, PANI menyetujui pembagian dividen Rp 31,25 miliar atau Rp 2 per saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

24 Emiten Borong Saham Rp 937 Miliar Tanpa Gelar RUPS

24 Emiten Borong Saham Rp 937 Miliar Tanpa Gelar RUPS

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 17:19 WIB

Emiten SBMA Catatkan Nilai Penjualan Rp32,48 Miliar di Kuartal I 2025

Emiten SBMA Catatkan Nilai Penjualan Rp32,48 Miliar di Kuartal I 2025

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:56 WIB

Raup Laba Rp1,87 Triliun, BRIS Kini Incar Pasar Syariah Arab Saudi

Raup Laba Rp1,87 Triliun, BRIS Kini Incar Pasar Syariah Arab Saudi

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 10:53 WIB

Terkini

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:57 WIB

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:48 WIB

HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan

HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!

Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram

Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'

Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok

IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:20 WIB

Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram

Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:06 WIB

Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL

Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:01 WIB