Jangan Anggap Beban! Stafsus Investasi Ungkap Potensi Ekonomi Besar dari Penyandang Disabilitas

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 12 Mei 2025 | 12:01 WIB
Jangan Anggap Beban! Stafsus Investasi Ungkap Potensi Ekonomi Besar dari Penyandang Disabilitas
Pramusaji disabilitas membawa hidangan untuk diberikan kepada pelanggan di Restoran Iga Bakar Si Cebol, Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10/2023). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]

Suara.com - Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Agus Diono mengatakan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

“Isu disabilitas ini bukan hanya soal keberpihakan, ini soal ekonomi bangsa. Kita bicara 23 juta jiwa—8,5 persen dari populasi. Mereka harus dilihat sebagai tenaga kerja potensial, bukan beban,” ujar Agus Diono dalam acara diskusi bertajuk "Akses Pendidikan dan Kesejahteraan untuk Disabilitas” Jakarta dikutip Senin (12/5/2025).

Menurutnya hal ini sejalan dengan UU No. 8 Tahun 2016 yang mewajibkan pemerintah dan BUMN mempekerjakan minimal 2 persen tenaga kerja disabilitas, dan perusahaan swasta sebesar 1 persen.

Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Agus Diono mengatakan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.
Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Agus Diono mengatakan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

Agus juga memaparkan strategi percepatan inklusi ekonomi yang tengah digalakkan kementeriannya, antara lain: Fasilitasi legalitas usaha disabilitas lewat Nomor Induk Berusaha (NIB), Pendampingan usaha kecil disabilitas menuju level menengah hingga besar,nKemitraan strategis dengan pelaku usaha nasional, Promosi aktif UMKM disabilitas, dan Harmonisasi kebijakan antar kementerian/lembaga.

“Kalau Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga 2029 dengan kebutuhan serapan tenaga kerja 3,3 juta per tahun, maka penyandang disabilitas harus ada dalam peta itu. Ini tentang dignity dan keadilan,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbudristek, Saryadi, S.T., M.B.A., menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki payung hukum yang kuat untuk memperjuangkan akses pendidikan yang inklusif, selaras dengan Asta Cita Presiden terpilih. 

“Kami memastikan kurikulum dan pelatihan guru di sekolah reguler makin ramah disabilitas. Sekolah khusus juga terus ditingkatkan dari segi kualitas dan fasilitas,” ujar Saryadi.

Sementara pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wawan Sofanudin dari Dinas Pendidikan DKI menambahkan bahwa Jakarta telah mengakomodasi pendidikan inklusif baik di sekolah negeri maupun swasta.

Namun, ia mengakui bahwa kapasitas guru di sekolah reguler masih menjadi tantangan besar. 

baca juga

“PR besar kita adalah meningkatkan kompetensi guru di sekolah reguler agar bisa menangani peserta didik disabilitas secara tepat,” katanya.

Irdanelly Djamal, perempuan penyandang disabilitas, menyampaikan tantangan dari sisi pengguna layanan. Ia mengungkapkan bahwa sekolah inklusi masih belum merata, akses transportasi tidak layak, dan fasilitas kesehatan belum sepenuhnya inklusif. “Jangan bangun tanpa dengar suara kami. Libatkan penyandang disabilitas dalam setiap proses pembangunan fasilitas publik,” katanya tegas.

Sementara itu, tokoh muda disabilitas inspiratif, Amatullah Baslimah pendiri TK khusus anak-anak tuli di usia 17 tahun menekankan pentingnya perubahan paradigma. “Kami bukan sekadar objek bantuan. Kami punya potensi. Fokuslah ke potensi kami, bukan pada kekurangan kami,” ucap Amatullah dalam pandangannya. Ia juga dikenal sebagai salah satu penyusun Quran Isyarat pertama di dunia.

Sedangkan Ketua panitia Mulyadin Permana dalam sambutannya menyoroti kenyataan bahwa akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas masih sangat rendah, hanya sekitar 5%. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab kesenjangan ini. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami harap kolaborasi antara negara, masyarakat, dan organisasi keagamaan bisa jadi solusi yang nyata,” ujar Mulyadin menambahkan.

Senada, Ketua PWNU DKI Jakarta, KH. Syamsul Ma’arif, menyampaikan harapannya agar hasil workshop ini dapat dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang disampaikan langsung ke pemerintah.

“Jangan sampai tema hanya jadi slogan. Harus ada dorongan agar semua pihak mengambil bagian dalam memastikan akses disabilitas lebih adil,” kata KH. Syamsul Ma'arif dalam pandangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Pernikahan Anak di Cilincing: Terungkap! Krisis Iklim Lebih dari Sekadar Cuaca Panas

Fenomena Pernikahan Anak di Cilincing: Terungkap! Krisis Iklim Lebih dari Sekadar Cuaca Panas

Video | Senin, 12 Mei 2025 | 02:28 WIB

Industri Kekurangan Suplai Gas, Kadin: Ego Sektoral Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Industri Kekurangan Suplai Gas, Kadin: Ego Sektoral Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:37 WIB

Proyek Bedah Rumah ASG Terus Bergulir Demi Tingkatkan Ekonomi Lokal

Proyek Bedah Rumah ASG Terus Bergulir Demi Tingkatkan Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 08:17 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×