Capres Baru Korea Janjikan Buruh Hanya Bekerja Selama Empat Hari

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 14 Mei 2025 | 10:11 WIB
Capres Baru Korea Janjikan Buruh Hanya Bekerja Selama Empat Hari
Ilustrasi karyawan sedang bekerja (pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Para calon Presiden Korea Selatan melakukan kampanye untuk dipilih oleh warganya. Salah satunya adalah jadwal bekerja yang hanya empat hari untuk masyarakat Korea.

Janji tersebut menuai pujian dari para pendukung buruh. Namun penolakan dari sektor bisni. SebB, pertanyaan muncul mengenai apakah reformasi tersebut layak dilakukan di negara yang dikenal dengan jam kerja terpanjang di dunia. 

Baik Partai Demokratik Korea yang liberal maupun Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif telah menawarkan versi minggu kerja yang lebih pendek dalam platform kampanye mereka. Hal inj upaya untuk memenangkan pemilih yang menginginkan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik.

Salah satunya Lee Jae-myung, kandidat Partai Demokrat yang memimpin jajak pendapat dengan selisih yang besar, mengusulkan pengurangan total jam kerja dari 40 menjadi 36 jam seminggu, tanpa pemotongan gaji. Janji itu bertujuan untuk menurunkan jam kerja tahunan rata-rata Korea di bawah rata-rata OECD yaitu 1.742 jam pada tahun 2030.

Lalu, partai Lee pada akhirnya menargetkan minggu kerja 4 hari. Angka saat ini untuk Korea adalah 1.874 jam setahun pada tahun 2023.

“Kita harus berani mengubah kebijakan kita untuk mencapai keseimbangan kerja-hidup yang berkelanjutan, Kita akan mengurangi jam kerja rata-rata Korea Selatan hingga di bawah rata-rata OECD pada tahun 2030," kata Lee dilansir Korea Herald , Rabu (14/5/2025).

Serta,artisipasi aktif dari para pelaku bisnis sangatlah penting. Kita akan membuat langkah-langkah dukungan yang jelas bagi perusahaan yang mengadopsi minggu kerja 4,5 hari.

" Dalam jangka panjang, kita harus bergerak menuju minggu kerja empat hari," katanya.

Sedangkan, solusi Partai Kekuatan Rakyat sangat berbeda. Dengan mempertahankan total jam kerja pada level saat ini yaitu 40 jam, para karyawan akan bekerja satu jam ekstra dari Senin hingga Kamis di atas delapan jam yang biasa, untuk mendapatkan setengah hari libur pada hari Jumat. Meskipun total jam kerja tetap sama, perubahan tersebut dapat memungkinkan jadwal kerja yang fleksibel.

baca juga

Namun, sikap kandidat Partai Kekuatan Rakyat Kim Moon-soo sedikit menyimpang dari posisi resmi partainya, dengan menyatakan bahwa masalah tersebut harus diserahkan kepada kebijaksanaan masing-masing bisnis, bukan diamanatkan oleh hukum.

"Berdasarkan minggu kerja 4,5 hari, satu jam diperpanjang setiap hari, sehingga total jam kerja tetap sama," kata Kim kepada wartawan pada tanggal 15 April, setelah bertemu dengan Sohn Kyung-shik, ketua Federasi Perusahaan Korea. 

"Daripada menerapkannya secara seragam ke semua perusahaan melalui undang-undang, perusahaan harus dibiarkan memutuskan dengan bebas. Karena minggu kerja 4,5 hari tidak mengurangi total jam kerja, (jika diterapkan) beberapa perusahaan mungkin merasa tidak nyaman," tambahnya.

Komunitas bisnis telah menyatakan kekhawatiran mendalam tentang usulan Partai Demokrat mengenai minggu kerja 4,5 hari. Mereka memperingatkan bahwa pengurangan jam kerja tanpa peningkatan produktivitas yang sesuai dapat merugikan perusahaan yang telah berjuang dengan meningkatnya biaya tenaga kerja dan lanskap ekonomi yang tidak menentu.

“Mengingat bahwa produktivitas tenaga kerja Korea Selatan tetap rendah dan perusahaan kecil dan menengah berjuang untuk mengamankan tenaga kerja yang cukup, pengurangan jam kerja yang sah tanpa mengatasi masalah ini menjadi hal yang mengkhawatirkan. Daripada memberlakukan pengurangan jam kerja yang seragam, diskusi harus lebih difokuskan pada pengaturan kerja yang fleksibel yang meningkatkan produktivitas," kata seorang pejabat di salah satu kelompok lobi bisnis. 

Pimpinan dari lima kelompok lobi bisnis utama negara itu, termasuk Kamar Dagang dan Industri Korea, Federasi Perusahaan Korea, Federasi Industri Korea, Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, dan Federasi Perusahaan Pasar Menengah Korea, bertemu dengan calon terdepan dari partai liberal Lee, minggu lalu untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan dari komunitas bisnis, dan menyatakan kekhawatiran tentang usulan minggu kerja 4,5 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Akun Pemilik Kripto RI Capai 23 Juta, Kemenkeu Mau Tukar Data Antar Negara demi Buru Pajak

Jumlah Akun Pemilik Kripto RI Capai 23 Juta, Kemenkeu Mau Tukar Data Antar Negara demi Buru Pajak

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.600 Triliun, Naik 5,6 Persen dalam Setahun

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.600 Triliun, Naik 5,6 Persen dalam Setahun

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:16 WIB

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Agar Uang Pensiun Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari, Ini yang Perlu Diperhatikan

Agar Uang Pensiun Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari, Ini yang Perlu Diperhatikan

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Suahasil Mau Ubah Pencairan Dana Pensiun dan Bansos Langsung ke Rekening Warga

Suahasil Mau Ubah Pencairan Dana Pensiun dan Bansos Langsung ke Rekening Warga

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Program Reward Undian Payroll Kementerian Keuangan 2026 dari BRI, Ini Syaratnya

Program Reward Undian Payroll Kementerian Keuangan 2026 dari BRI, Ini Syaratnya

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:33 WIB

BRILink Agen Perluas Inklusi Keuangan Hingga ke Pelosok Desa, Senantiasa Gerakkan Ekonomi Lokal

BRILink Agen Perluas Inklusi Keuangan Hingga ke Pelosok Desa, Senantiasa Gerakkan Ekonomi Lokal

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Metallica dan Memudarnya Semangat Pemberontakan

Metallica dan Memudarnya Semangat Pemberontakan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:50 WIB

BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung

BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:46 WIB

DIM RUU Migas Hampir Rampung, BUK Migas Dipastikan Terbentuk

DIM RUU Migas Hampir Rampung, BUK Migas Dipastikan Terbentuk

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur

Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur

Riau | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:45 WIB

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

Kaltim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Harta Kekayaan Ahmad Luthfi, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

Harta Kekayaan Ahmad Luthfi, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:42 WIB

BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman

BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:42 WIB

BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Sumbar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:39 WIB

×