Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Daftar 10 Negara yang Punya Gaji Rendah, Ternyata Banyak Cetak Orang Pintar

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 19 Mei 2025 | 12:52 WIB
Daftar 10 Negara yang Punya Gaji Rendah, Ternyata Banyak Cetak Orang Pintar
Daftar 10 negara yang punya gaji rendah, ternyata banyak cetak orang pintar

Suara.com - Pernyataan kontroversial yang diucapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membuat warganet pun memberikan komentarnya. Dalam sebuah diskusi publik di Menteng, Jakarta, Sabtu (17/5/2025), Budi menyebut bahwa orang dengan gaji Rp15 juta per bulan cenderung lebih pintar dan lebih sehat.

Namun, mereka berpenghasilan Rp5 juta per bulan ini dikatakan tidak pintar serta penyakitan. Tentunya, analogi yang ia gunakan untuk menggambarkan perbedaan antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah justru menuai kecaman.

Beberapa warganet pun mencari tahu mengenai setiap negara yang memiliki penghasilan rendah. Ternyata Indonesia masuk sebagai daftar negara dengan penghasilan rendah. Lantas, siapakah negara yang punya gaji rendah, serta punya kecerdasan yang tidak tinggi serta tidak sehat?

Dilansir dari Velocityglobal, India berada masuk negara yang memiliki penghasilan rendah. Padahal, masyarakat India memiliki industri film yang kreatif serta beberapa masyarakatnya dikenal cerdas dan terampil, terutama di bidang teknologi informasi. Hal ini bisa dijelaskan oleh beberapa faktor seperti sistem pendidikan yang menekankan pada bidang STEM.

Untuk itu selain India, ada beberapa negara yang punya gaji rendah tapi memiliki orang pintar dari penghasilannya yang tidak besar:

1.Nigeria

Upah minimum Nigeria merupakan salah satu yang terendah di dunia, yaitu 42 per bulan atau sekitar Rp691 ribu. Namun, negara itu memiliki beberapa masyarakat yang cerdas, salah satunya banyak yang mengusai komputer. Terlebih pria bernama Philip Emeagwali, seorang ilmuwan komputer Nigeria-Amerika, meraih kesuksesan karier yang signifikan melalui karyanya yang inovatif dalam ilmu komputer dan teknik.

Khususnya dalam komputasi paralel. Ia dikenal karena merancang "komputer tercepat di dunia," sebuah sistem yang memanfaatkan 65.000 mikroprosesor, dan karyanya dalam kalkulasi simultan pada mikroprosesor yang terhubung membuatnya memperoleh Penghargaan Gordon Bell.

2.India
Upah minimum India adalah 64 dolar AS per bulan atau sekitar Rp 1.054.000. Namun, upah minimum bervariasi tergantung pada keahlian, industri, dan tempat kerja. Apalagi, India dikenal cerdas dan terampil, terutama di bidang teknologi informasi. Hal ini bisa dijelaskan oleh beberapa faktor seperti sistem pendidikan yang menekankan pada bidang STEM.

baca juga

3. Uzbekistan

Upah minimum bulanan Uzbekistan adalah 90 dolar AS atau sekitar Rp1.482.300. Meskipun memiliki gaji yang rendah tapi masyarakatnya punya iq yang cerdas. Apalagi, dalam data terbaru Uzbekistan naik ke posisi ke-69 dari 127 negara dalam pemeringkatan IQ (Intelligence Quotient) global, menurut laporan yang diterbitkan oleh International IQ Registry.

Laporan tersebut mencerminkan skor IQ rata-rata menurut negara per 1 Januari 2025, berdasarkan data dari 1.393.066 individu yang mengikuti tes yang sama di seluruh dunia pada tahun 2024. Sebanyak 8.986 orang dari Uzbekistan berpartisipasi dalam tes tersebut, dengan skor rata-rata 2,17 poin lebih tinggi dibandingkan dengan 7.033 peserta pada tahun 2023. Hasilnya, Uzbekistan menempati posisi ke-69 dalam pemeringkatan tersebut.

4.Pakistan

Upah minimum bulanan Pakistan adalah 115 dolar AS atau sekitar Rp1, 8 juta rupiah. Terlebih, sebuah survei global baru-baru ini menempatkan orang Pakistan sebagai orang tercerdas keempat di dunia, yang menunjukkan kemampuan dan potensi intelektual negara tersebut.

5.Kazakhstan
Upah minimum bulanan Kazakhstan adalah 170 dolar AS atau sekitar Rp2,7 juta. Negara itu juga punya tingkat IQ tinggi sehingga banyak orang cerdas yang tinggal di wilayah tersebut.

6. Armenia
Jumlah penduduk Armenia saat ini diperkirakan sekitar 3 juta orang. Beberapa sumber melaporkan jumlah yang sedikit berbeda, seperti 2,777,979 (per 2024), 2,951,745 (2018) atau 3,1 juta. Untuk itu, upah minimum bulanan Armenia adalah 193 dolar AS atau sekitar Rp 3.178.00 juta.

7.Filipina
Filipina adalah negara dengan populasi penduduk yang besar, menempatkannya sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara. Dalam hal ini Upah minimum di Filipina bervariasi menurut wilayah dia memiliki gaji sebesar 121 dolar AS atau sekitar Rp 1,9 juta.
8.Ukraina

Jumlah penduduk Ukraina diperkirakan sekitar 38 juta jiwa. Perkiraan ini didasarkan pada catatan sebelum pecah perang Rusia-Ukraina. Saat ini, Ukraina bukan negara maju, melainkan negara berkembang. Ukraina memiliki PDB yang rendah dan termasuk dalam kategori negara termiskin di Eropa. Selain itu, Ukraina juga menempati peringkat ke-88 dalam Indeks Pembangunan Manusia PBB. Sedangkan, upah minimum bulanan Ukraina adalah 193 dolar AS atau sekitar Rp3.178.710

9.Vietnam

Dalam hal ini Vietnam menerapkan dua struktur upah minimum. Pertama, upah minimum bulanan umum dan Upah Minimum Regional.Upah minimum bulanan umum hanya berlaku untuk pegawai negeri dan berjumlah 93 dolar AS atau sekitar Rp 1,5 juta. Sedangkan Upah Minimum Regional berlaku untuk karyawan swasta 137 dolar AS hingga 193 dolar AS atau sekitar Rp 3,1 juta. Meskipun memiliki upah rendah ternyata Vietnam memiliki masyarakat yang cerdas dan pintar.

10.Indonesia
Upah minimum bulanan di Indonesia bervariasi menurut provinsi, berkisar antara 128 dolar AS (IDR 2.036.947) di Jawa Tengah hingga 318 dolar AS (IDR 5.067.381) di DKI Jakarta. Dengan gaji tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa masyarakat Indonesia dibilang tidak cerdas dan tidak sehat.

Ia menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan yang baik merupakan pilar penting untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi. Namun, analogi yang ia gunakan untuk menggambarkan perbedaan antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah justru menuai kecaman.

"Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp15 juta sama Rp5 juta? Cuma dua. Satu, dari Rp15 juta pasti lebih sehat dan lebih pintar. Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp15 juta, pasti gajinya Rp5 juta," ujar Budi.

Budi kemudian menjelaskan bahwa untuk mencapai visi negara maju, Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita 14 ribu dolar AS atau setara dengan sekitar Rp224 juta per tahun atau Rp18,6 juta per bulan (dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS). Ia mengakui bahwa pendapatan per kapita Indonesia saat ini masih jauh dari target, berada di kisaran 4 ribu dolar AS. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang masif untuk meningkatkan pendapatan tersebut 3,5 kali lipat dalam dua dekade mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Trading Itu Keterampilan, Bukan Tebak-Tebakan: Pesan Inspiratif Cenli Yani untuk Trader Pemula

Trading Itu Keterampilan, Bukan Tebak-Tebakan: Pesan Inspiratif Cenli Yani untuk Trader Pemula

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:39 WIB

Jangan Sampai Gajian Cuma Numpang Lewat, Hentikan 5 'Kebocoran' Dompet Ini Sekarang!

Jangan Sampai Gajian Cuma Numpang Lewat, Hentikan 5 'Kebocoran' Dompet Ini Sekarang!

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:12 WIB

Berapa Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026? Segini Estimasi Per Bulannya

Berapa Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026? Segini Estimasi Per Bulannya

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:20 WIB

Satu Klik Bisa Pinjam Uang, Ini Alasan Literasi Keuangan Kini Semakin Penting

Satu Klik Bisa Pinjam Uang, Ini Alasan Literasi Keuangan Kini Semakin Penting

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:41 WIB

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:17 WIB

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:20 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:43 WIB

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:16 WIB

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

×