Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

MTEL Bagikan Dividen Jumbo Rp2,06 Triliun, Catat Jadwalnya

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 29 Mei 2025 | 10:36 WIB
MTEL Bagikan Dividen Jumbo Rp2,06 Triliun, Catat Jadwalnya
Menara Telekomunikasi Mitratel.

Suara.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel, emiten Tower telekomunikasi memutuskan untuk bagi-bagi dividen kepada pemegang saham.

Dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu 28 Mei 2025, MTEL sepakat memberikan dividen tunai sebesar Rp 2,06 triliun untuk tahun buku 2024.

Rinciannya, dividen tunai akan dibagikan sebesar Rp 1,47 triliun atau setara dengan Rp 18,09 per saham ke pemegang.

Komisaris Independen Mitratel, Gunawan Susanto mengataka, jumlah dividen tunaiyang diberikan tersebut setara dengan 70 persen dari laba bersih tahun 2024. Pada tahun 2024, perseroan meraup laba bersih sebesar Rp 2,11 triliun.

Selain itu, MTEL juga memberikan dividen spesial sebesar Rp 590,18 miliar atau setara dengan Rp 7,23 per saham. Dividen spesial itu juga merupakan 28 persen dari laba bersih.

Sehingga, total dividen yang diberikan mencapai 98 persen dari raihan laba bersih perseroan di tahun buku 2024.

Kemudian, dalam RUPST itu pemegang saham juga menyetujui sisa laba bersih sebesar Rp 42,1 miliar atau setara 2 persen untuk cadangan.

Adapun, pembagian dividen mulai dibayarkan ke pemegang saham pada 2 Juli 2025.

"Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 13 Juni 2025 sampai pukul 16.15 WIB," ujae Gunawan dalam paparan publik di Jakarta, yang ditulis, Kamis (29/5/2025).

baca juga

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menambahkan, besarnya nilai dividen yang diberikan pemegang saham itu tidak mengganggu rencana perseroan ke depan.

"Karena kita memberikan apresiasi kepada investor kita, dana (dividen) tersebut tidak mengganggu ekspansi perseroan ke depan," imbuh dia.

Merujuk laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Mitratel mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 4,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Laba bersih Mitratel meningkat dari Rp 2,01 triliun pada 2023 menjadi Rp 2,11 triliun pada 2024. Peningkatan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang juga tercatat naik 7,19 persen menjadi Rp 9,31 triliun, dari sebelumnya Rp 8,68 triliun.

Pertumbuhan kinerja ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga momentum bisnis dan efisiensi operasional di tengah tantangan industri menara telekomunikasi yang semakin kompetitif. Pendapatan yang tumbuh stabil menjadi fondasi utama peningkatan profitabilitas perusahaan.

Sebagai catatan, pada tahun buku 2023, Mitratel juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,4 triliun atau setara Rp 17 per saham. Jumlah tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 70 persen dari laba bersih.

Tak hanya itu, perseroan juga mengucurkan dividen spesial sebesar 5 persen dari laba bersih tahun 2023, atau sekitar Rp 100,5 miliar. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan Mitratel kepada pemegang saham pada tahun tersebut mencapai 75 persen dari laba bersih.

Mitratel saat ini mengelola lebih dari 37.000 menara yang tersebar di seluruh Indonesia, menjadikannya perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara berdasarkan kepemilikan menara. Skala operasional ini memberikan keunggulan kompetitif bagi perseroan, terutama dalam menjangkau daerah-daerah pelosok dan mendukung perluasan jaringan operator seluler.

Strategi bisnis Mitratel berfokus pada tiga pilar utama: ekspansi organik dan anorganik, optimalisasi aset, serta pengembangan layanan berbasis digital. Ekspansi organik dilakukan melalui penambahan kolokasi tenant dan pembangunan menara baru, sedangkan ekspansi anorganik dijalankan melalui akuisisi menara dari operator seluler dan perusahaan menara lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dividen Capai Rp21,0 T: RUPST Telkom Tahun Buku 2024 Sahkan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Dividen Capai Rp21,0 T: RUPST Telkom Tahun Buku 2024 Sahkan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Bisnis | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:39 WIB

Mitrabara Adiperdana Bagikan Dividen Rp 46,64 Miliar

Mitrabara Adiperdana Bagikan Dividen Rp 46,64 Miliar

Bisnis | Selasa, 27 Mei 2025 | 14:52 WIB

PANI Jadwalkan Pembayaran Dividen Rp 67,53 Miliar Pada 10 Juni 2025

PANI Jadwalkan Pembayaran Dividen Rp 67,53 Miliar Pada 10 Juni 2025

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:53 WIB

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:52 WIB

2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi

2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:09 WIB

Aturan Baru Komisi Ojol Resmi Berlaku, Penumpang Siap-siap Bayar Lebih Mahal

Aturan Baru Komisi Ojol Resmi Berlaku, Penumpang Siap-siap Bayar Lebih Mahal

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:05 WIB

×