Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Daftar 13 Perusahaan Dunia yang PHK Karyawan

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Minggu, 01 Juni 2025 | 12:51 WIB
Daftar 13 Perusahaan Dunia yang PHK Karyawan
Ilustrasi PHK.

Suara.com - Pemutusan hubungan kerja (PHK) terus dilakukan perusahan besar untuk bisa bertahan dalam persaingan bisnis. Hal ini dikarenakan kerugian perusahaan yang terus anjlok mengakibatkan pada keputusan pemangkasan karyawan.

Untuk itu, berikut 13 perusahaan dunia yang sudah memutuskan PHK di bulan Mei 2025:

United Parcel Service

United Parcel Service turun drastis. Tentunya estimasi pasar dan raksasa pengiriman paket itu segera melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Sebanyak 20.000 pekerjaan bakal dipangkas untuk menurunkan biaya dalam ekonomi yang tidak menentu

Cloetta

Grup permen Cloetta akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya. Perusahaan tersebut memangkas hingga 100 pekerjaan di seluruh operasinya di Eropa pada akhir tahun

Radio Free Asia

Radio Free Asia memberhentikan sebagian besar stafnya dan menutup banyak siaran dan layanan berita. Hal ini dikarenakan keuangan perusahaan yang terus merosot.

LVMH

Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH) segera melakukan pemutusan hubungan kerja (phk) dengan karyawannya.

Adapun, para eksekutif baru di divisi anggur dan minuman beralkohol LVMH bermaksud phk sekitar 1.200 pekerjaan dari jumlah karyawan saat ini yang mencapai 9.400.

Harbour Energy

Produsen minyak dan gas terbesar di Inggris yakni Harbour Energy segera melakukan pemutusan hubungan kerja (phk) terhadap karyawanny. Perusahaan akan memangkas 250 pekerjaan lagi di Aberdeen.

Panasonic

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Panasonic mengatakan akan memangkas sekitar 10.000 pekerjaan di seluruh dunia, atau sekitar 4 persen karyawan, terutama dalam tahun fiskal yang dimulai pada bulan April.

Microsoft

Microsoft kembali terkena badai pemutusan hububgan kerja (phk). Adapun, perusahaan akan memberhentikan 3 persen atau sekitar 6000 karyawan di semua level, tim, dan geografi.

Nissan

Nissan kembali harus memilih pemutusan hubungan kerja(PHK). Keputusan ini dilakukan dalam pemangkasan biaya baru yang besar-besaran agar bisa mempertahankan bisnisnya.

Adapun, perusahaan akan menghilangkan 11.000 pekerjaan lagi dan mengurangi produksi. Serta mengakhiri tahun yang penuh gejolak yang membuat produsen mobil Jepang itu berjuang untuk bangkit kembali.

Westpac Banking Corp

Badai pemutusan hubungan kerja(PHK) makin meluas. Hal ini menyusul Westpac Banking Corpyang berencana untuk memangkas lebih dari 1.500 pekerjaan.

Keputusan ini guna memenuhi target pengurangan biaya dan menyederhanakan operasinya yang membengkak. Diketahui, Westpac, adalah sebuah perusahan jasa finansial multinasional dan menjadi bank terbesar di Australia.

Walmart

Walmart berencana memangkas sekitar 1.500 pekerjaan sebagai bagian dari upaya restrukturisasi untuk menyederhanakan operasinya, menurut memo yang dilihat oleh Reuters. Rencana perusahaan akan memengaruhi tim dalam operasi teknologi globalnya, pemenuhan e-commerce di toko-toko AS, dan bisnis periklanannya Walmart Connect.

Volvo

Volvo Cars atau VOLCARb.ST akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 3.000 karyawannya.

Rencana ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi yang diumumkan perusahaan otomotif tersebut sejak bulan lalu

Chevron

Chevron yang merupakan perusahaan produsen energi harus memangkas karyawannya pada bulan ini. Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (phk) sebanyak 200 pegawainnya

Dilansir Reuters, 200 karyawan di Texas akan kehilangan pekerjaannya. PHK tersebut merupakan bagian dari rencana produsen minyak AS untuk memangkas hingga 20% dari tenaga kerja globalnya pada akhir tahun 2026.

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda berbagai sektor industri, dari teknologi hingga ritel, memicu kekhawatiran ekonomi global.

Perusahaan-perusahaan besar beralasan PHK dilakukan untuk efisiensi, restrukturisasi, atau sebagai respons terhadap penurunan permintaan pasar akibat inflasi dan resesi.

Dampak PHK sangat signifikan, tidak hanya bagi karyawan yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga bagi keluarga mereka dan perekonomian secara luas.

Meningkatnya angka pengangguran dapat menurunkan daya beli masyarakat, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan potensi ketidakstabilan sosial.

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu mengambil langkah-langkah proaktif untuk memitigasi dampak negatif ini dan membantu para pekerja yang terkena PHK untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Karyawan TikTok Shop dan Tokopedia Masuk Radar PHK

Ratusan Karyawan TikTok Shop dan Tokopedia Masuk Radar PHK

Bisnis | Minggu, 01 Juni 2025 | 10:27 WIB

Jangan Heran, Masih Akan Ada Banyak PHK dalam Beberapa Bulan ke Depan

Jangan Heran, Masih Akan Ada Banyak PHK dalam Beberapa Bulan ke Depan

Bisnis | Jum'at, 30 Mei 2025 | 18:09 WIB

Volvo PHK 3.000 Karyawan, Efek Tarif Trump dan Lesunya Pasar Mobil Listrik

Volvo PHK 3.000 Karyawan, Efek Tarif Trump dan Lesunya Pasar Mobil Listrik

Bisnis | Selasa, 27 Mei 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB