Neraca Perdagangan RI Terus Surplus Selama 5 Tahun, Tapi Kualitasnya Merosot Tajam

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 02 Juni 2025 | 14:25 WIB
Neraca Perdagangan RI Terus Surplus Selama 5 Tahun, Tapi Kualitasnya Merosot Tajam
Ilustrasi ekspor impor yang berpengaruh ke neraca perdagangan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus untuk ke-60 kalinya secara beruntun pada April 2025, mencapai USD 0,16 miliar.

Angka ini memperpanjang rekor surplus sejak Mei 2020, namun sekaligus menjadi surplus terendah dalam lima tahun terakhir.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai kualitas surplus yang terus menurun.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di kantornya hari ini, mengakui bahwa meskipun surplus, angka April 2025 merupakan yang terendah sejak Mei 2020.

"Kalau kita lihat memang terendah sejak Mei 2020," ungkap Pudji dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (2/6/2025).

Total nilai ekspor Indonesia pada April 2025 mencapai US$ 20,74 miliar, naik tipis 5,76% secara tahunan (yoy). Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai US$ 23,35 miliar.

Ekspor non-migas menjadi tulang punggung pertumbuhan, naik 7,17% menjadi US$ 19,57 miliar.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan signifikan pada komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, yang melonjak 59,67% dengan andil 3,01%.

Sektor industri pengolahan juga menunjukkan kinerja impresif dengan kenaikan 13,93% dan andil 9,94% dalam ekspor non-migas.

Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan 13,38% menjadi US$ 1,17 miliar, terutama akibat anjloknya ekspor gas.

Di sisi lain, nilai impor melonjak signifikan mencapai US$ 20,59 miliar, naik 21,84% (yoy) dibandingkan April 2024.

Impor non-migas menjadi pendorong utama dengan kenaikan 29,86% menjadi US$ 18,07 miliar. Peningkatan impor non-migas ini menyumbang 24,59% terhadap total impor tahunan.

Secara rinci, impor barang konsumsi naik 18,46%, sementara impor bahan baku penolong yang menyumbang 72,73% dari total impor, juga mengalami kenaikan 18,93% dengan andil sebesar 14,10%.

Lonjakan impor bahan baku penolong ini bisa menjadi indikasi positif bagi aktivitas manufaktur domestik, namun juga berkontribusi pada menipisnya selisih surplus perdagangan.

Neraca perdagangan merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang sangat penting untuk mengukur kinerja perdagangan internasional suatu negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Neraca Perdagangan RI Untung Selama 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Untung Selama 5 Tahun

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 13:38 WIB

10 Tahun Terakhir, Indonesia Selalu Untung Kala Berdagang dengan Amerika Serikat

10 Tahun Terakhir, Indonesia Selalu Untung Kala Berdagang dengan Amerika Serikat

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 14:59 WIB

Surplus Neraca Perdagangan RI Mulai Kehabisan 'Bahan Bakar'

Surplus Neraca Perdagangan RI Mulai Kehabisan 'Bahan Bakar'

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 13:44 WIB

Terkini

Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?

Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:42 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP

LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:35 WIB

Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia

Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:31 WIB

Tarif Listrik Tak Naik Hingga Juni 2026

Tarif Listrik Tak Naik Hingga Juni 2026

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:24 WIB

Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur

Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:09 WIB

Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional

Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:44 WIB

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:22 WIB

Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya

Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:14 WIB

Manfaatkan CNG, PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Arus Mudik

Manfaatkan CNG, PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Arus Mudik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:07 WIB

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:03 WIB