CORE Indonesia: Ada Pergeseran Tren Hunian dari Pusat Kota

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:59 WIB
CORE Indonesia: Ada Pergeseran Tren Hunian dari Pusat Kota
Ilustrasi. Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyoroti bahwa saat ini ada pergeseran tren hunian yang kini tidak lagi terpaku pada pusat kota. (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

Suara.com - Pasar properti Indonesia tengah menyaksikan pergeseran menarik. Jika sebelumnya pusat kota menjadi primadona, kini kawasan dengan konsep terintegrasi yang menawarkan gaya hidup modern semakin diminati.

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan meskipun pasar properti nasional cenderung stabil, tantangan seperti keterjangkauan harga dan mahalnya tanah di kota-kota besar masih menjadi kendala.

Dirinya pun menyoroti bahwa saat ini ada pergeseran tren hunian yang kini tidak lagi terpaku pada pusat kota.

"Konsumen dan investor kini cenderung memilih kawasan yang mampu menghadirkan pengalaman hidup lengkap, mulai dari rekreasi, belanja, hingga konektivitas yang mumpuni," kata Rendy di Jakarta, Jumat 913/6/2025).

Fenomena ini kata dia bisa tercermin dari arah pembangunan yang mulai melakukan integrasi kawasan seperti Pantai Indah Kapuk (PIK).

Dia bilang bahwa PIK adalah contoh dari pengembangan kawasan berbasis lifestyle. Menurutnya, daya tarik PIK terletak pada pengembangan yang holistik dan terintegrasi, mencakup infrastruktur, konsep, dan fungsi kawasan secara menyeluruh.

"Ketika infrastruktur, konsep, dan fungsi kawasan dikembangkan secara holistik, maka daya tarik investasi akan terbentuk secara organik,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan bahwa model pengembangan seperti ini sangat relevan untuk direplikasi di daerah lain, terutama dalam menghadapi tantangan pasar properti pascapandemi.

Menurutnya kawasan seperti PIK menawarkan potensi besar bagi investor dengan visi jangka panjang, khususnya yang berorientasi pada sektor lifestyle, pariwisata, dan properti komersial.

baca juga

“Proyek-proyek di PIK seperti pusat kuliner, taman tematik, hingga waterfront promenade telah mengubah wajah kawasan pesisir menjadi magnet investasi, bahkan menjadi tujuan wisata tersendiri,” imbuhnya.

Kendati demikian, Yusuf juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Ia menyoroti isu-isu seperti reklamasi dan aksesibilitas publik yang harus dikelola dengan pendekatan partisipatif.

“Tapi sejauh ini, PIK mampu menjadi benchmark kawasan modern yang mendorong pertumbuhan tanpa mengorbankan kualitas estetika dan fasilitas,” jelasnya.

Dengan keberhasilan model PIK, Yusuf meyakini bahwa replikasi konsep serupa dengan penyesuaian karakteristik masing-masing daerah akan mendorong pertumbuhan sektor properti di Indonesia yang tidak lagi terpusat hanya di kota-kota besar.

"Ini membuka peluang baru bagi pengembangan properti yang lebih merata dan inklusif di seluruh penjuru negeri," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran ini menduduki peringkat keempat terbesar dari total 23 subsektor investasi di Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:22 WIB

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:56 WIB

KAI Properti Bangun Kantor Depo Lokomotif Semarang Poncol di Lahan Seluas 1.100 Meter Persegi

KAI Properti Bangun Kantor Depo Lokomotif Semarang Poncol di Lahan Seluas 1.100 Meter Persegi

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:50 WIB

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 14:47 WIB

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB

Persib Rilis Jersey Khusus ACL 2, Bawa Identitas Bandung dan Indonesia ke Panggung Asia

Persib Rilis Jersey Khusus ACL 2, Bawa Identitas Bandung dan Indonesia ke Panggung Asia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:43 WIB

Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Berperan Penting

Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Berperan Penting

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:42 WIB

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:37 WIB

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:36 WIB

Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat

Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:33 WIB

Purbaya Akui Dicopot Prabowo Gegara Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu

Purbaya Akui Dicopot Prabowo Gegara Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:32 WIB

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

×