Perang Iran-Israel Kian Panas, Pasar Keuangan Global Panik

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Juni 2025 | 10:18 WIB
Perang Iran-Israel Kian Panas, Pasar Keuangan Global Panik
Ketegangan yang terus memanas antara Israel dan Iran kembali memicu kekhawatiran di pasar keuangan global.

Suara.com - Ketegangan yang terus memanas antara Israel dan Iran kembali memicu kekhawatiran di pasar keuangan global, menyebabkan harga minyak mentah melesat hampir 4% pada hari Senin. 

Gejolak ini memperlihatkan betapa rentannya pasar komoditas terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Pasar saat ini sangat volatil," ujar Kathryn Rooney Vera, Chief Market Strategist di StoneX Group, seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/6/2025).

Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah Brent naik mendekati US$ 76,94 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat melonjak hingga 7% di awal konflik kedua negara saling menyerang.

Meskipun Israel telah menyerang fasilitas pemrosesan gas alam Iran yang vital untuk jaringan listrik domestik, Eric Beyrich, Manajer Portofolio Sound Income Strategies, mencatat bahwa sejauh ini Israel tidak merusak fasilitas ekspor minyak Iran. 

"Tapi kondisi ini bisa berubah dalam beberapa waktu ke depan," kata Beyrich, menggarisbawahi ketidakpastian yang masih membayangi.

Kekhawatiran terbesar di pasar adalah potensi pembatasan pasokan minyak jika konflik semakin intens. Terutama, ada spekulasi mengenai kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial antara Iran dan Oman yang menjadi gerbang utama ekspor minyak dari Timur Tengah. 

Jika Selat Hormuz ditutup, dampaknya terhadap perdagangan global dan harga minyak dunia akan sangat signifikan, berpotensi memperburuk tekanan inflasi yang sudah ada.

Investor kini memantau dengan cermat setiap perkembangan di wilayah tersebut, menyadari bahwa setiap langkah dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi luas bagi stabilitas ekonomi global.

baca juga

Diketahui perang antara Israel dengan Iran memasuki hari keempat pada Senin (16/6/2025).

Iran melancarkan serangan pada Sabtu (14/6/2025) menghujani Tel Aviv dan sejumlah wilayah penting di Israel dengan ratusan rudal dan drone-drone canggih.

Serangan itu sebagai balasan atas serangan Israel ke Teheran dan sejumlah wilayah termasuk fasilitas nuklir Iran di Natanz pada Jumat (13/6/2025).

Militer Israel mengeklaim bahwa mereka telah mendeteksi 50 misil yang diluncurkan dari Iran menuju kota Haifa dan Tel Aviv.

Kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran mengonfirmasi serangan tersebut, menggambarkannya sebagai gelombang baru serangan rudal terhadap target-target Israel.

Sirene serangan udara diaktifkan di seluruh Israel bagian tengah dan utara, termasuk di permukiman Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, Galilea, dan wilayah Haifa.

Komando Front Dalam Negeri Israel menginstruksikan penduduk di daerah yang terkena dampak untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, karena sistem pertahanan udara menangkis rudal-rudal yang datang.

Di sisi lain, The Times of Israel melaporkan bahwa rudal-rudal Iran telah merusak salah satu kilang minyak utama milik Israel yang terletak di Haifa. Serangan balasan ini memperkuat eskalasi konflik dan meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi di kawasan tersebut.

Harga minyak sebenarnya telah ditutup menguat lebih dari 7 persen pada perdagangan Jumat sebelumnya. Kenaikan tajam ini terjadi setelah Israel meluncurkan gelombang serangan udara yang menargetkan program rudal balistik dan nuklir Iran serta tokoh-tokoh senior militernya.

Lonjakan harga tersebut menjadi pergerakan terbesar dalam satu hari untuk pasar minyak sejak Maret 2022, saat Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Dalam sepekan terakhir, minyak mentah Amerika Serikat mencatatkan lonjakan total sebesar 13 persen.

Israel dan Iran terus saling melancarkan serangan rudal sepanjang akhir pekan, menambah ketegangan geopolitik di kawasan yang sangat vital bagi pasokan energi global.

Yang lebih mengkhawatirkan, seorang komandan senior Iran pada hari Sabtu menyatakan bahwa Iran sedang mempertimbangkan untuk menutup Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar energi global. Sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat tersebut dalam perjalanan menuju konsumen internasional, menurut laporan dari Goldman Sachs. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benjamin Netanyahu Ngumpet di Bunker Saat Israel Dibombardir, Pemain Keturunan Ungkap Sukacita

Benjamin Netanyahu Ngumpet di Bunker Saat Israel Dibombardir, Pemain Keturunan Ungkap Sukacita

Bola | Senin, 16 Juni 2025 | 10:16 WIB

Perang Israel-Iran Memicu Ledakan Harga Minyak Dunia, Sudah Naik 7 Persen

Perang Israel-Iran Memicu Ledakan Harga Minyak Dunia, Sudah Naik 7 Persen

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 08:20 WIB

Gedung Luluh Lantak, Begini Penampakan Kota Tel Aviv Israel Usai Dihujani Rudal Iran

Gedung Luluh Lantak, Begini Penampakan Kota Tel Aviv Israel Usai Dihujani Rudal Iran

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 20:48 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×