Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Integrasi GRC dan Transformasi Digital Dorong Daya Saing Global Pupuk Kaltim

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 23 Juni 2025 | 11:45 WIB
Integrasi GRC dan Transformasi Digital Dorong Daya Saing Global Pupuk Kaltim
Gedung Pupuk Kaltim. (Dok: Pupuk Kaltim)

Hasil dari pendekatan ini dilihat dari peningkatan signifikan skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) dengan predikat “Most Trusted”, dan Risk Maturity Index (RMI) tertinggi di Pupuk Indonesia Grup.

Termasuk mencapai 100 persen kepatuhan dalam pelaporan LHKPN, mempertahankan sertifikasi ISO 37001, ISO 22301, hingga berhasil meraih penghargaan IRCA 2024 atas keunggulan praktik tata kelola.

“Budaya GRC yang kuat tidak bisa dibentuk hanya dengan kebijakan di atas kertas. Harus ada proses pembelajaran, pemahaman dan pembiasaan di setiap level organisasi. Makanya Pupuk Kaltim mengadopsi pendekatan humanistik dan partisipatif, agar semua insan perusahaan merasa memiliki terhadap integritas dan kepatuhan,” papar Soesilo.

Tidak hanya terbatas pada ruang internal, komitmen terhadap GRC juga diperluas ke ranah publik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan.

Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan utama ASEAN Risk Awards adalah Konservasi Taman Laut dan Fasilitas Media Terumbu Karang (KILAU SAMUDERA), sebuah inisiatif konservasi laut yang dimulai sejak 2009 di kawasan perairan Bontang.

Melalui program ini, Pupuk Kaltim mengedukasi nelayan terkait pentingnya menjaga ekosistem laut, khususnya terumbu karang, serta memberikan pelatihan langsung memproduksi dan memelihara media terumbu. Program konservasi ini dilakukan melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan, melalui skema pemberdayaan untuk memberikan nilai tambah di masyarakat.

Bahkan untuk bahan baku media terumbu karang, Pupuk Kaltim memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses produksi perusahaan.

Hal ini melihat produksi FABA mencapai 35.000 ton per tahun, sehingga potensi pemborosan biaya mencapai Rp21 Miliar. Inisiatif ini membuka peluang besar untuk mengelola limbah secara produktif sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Inovasi itu telah memperoleh Sertifikat Paten dari Kementerian Hukum dan HAM, serta izin penggunaan dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kalimantan Timur.

Praktik ini dinilai sebagai wujud nyata pendekatan manajemen risiko lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus bentuk efisiensi dan optimalisasi sumber daya perusahaan.

Mengingat tantangan terbesar dalam program publik adalah memastikan keberlanjutan jangka panjang, maka Pupuk Kaltim tidak hanya menjalankan program sekali jadi, tetapi menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap inisiatif benar-benar memberikan dampak yang konsisten dan terukur.

“Kami tidak ingin program sosial hanya berhenti di seremoni. Harus ada kesinambungan pembelajaran dan peningkatan nilai. Untuk itu Pupuk Kaltim memastikan semua inisiatif terintegrasi dalam sistem manajemen risiko perusahaan,” ungkap Soesilo.

Dari seluruh pencapaian tersebut, Pupuk Kaltim menyambut nominasi ASEAN GRC Award dan Public Initiatives Award 2025 dengan penuh optimisme. Tidak hanya sebagai ajang pengakuan, tetapi juga motivasi untuk terus memperkuat peran strategis GRC dan kontribusi publik dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan.

"Kami akan terus meningkatkan upaya menjadikan GRC sebagai kekuatan penggerak perusahaan menuju masa depan yang lebih berintegritas, kompetitif dan berkelanjutan,” pungkas Soesilo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahanan Pangan jadi Andalan Prabowo, Program Makmur PKT Sentuh 73 Ribu Hektar Lahan

Ketahanan Pangan jadi Andalan Prabowo, Program Makmur PKT Sentuh 73 Ribu Hektar Lahan

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 09:28 WIB

Posko Arus Balik PKT di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Disambut Hangat Pemudik

Posko Arus Balik PKT di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Disambut Hangat Pemudik

Bisnis | Jum'at, 11 April 2025 | 09:16 WIB

Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda

Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda

Bisnis | Minggu, 30 Maret 2025 | 05:54 WIB

Terkini

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB