Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dampak Stimulus Dicabut, Commerzbank Prediksi Nasib Suram Ekonomi China

M Nurhadi

Sabtu, 28 Juni 2025 | 19:04 WIB
Dampak Stimulus Dicabut, Commerzbank Prediksi Nasib Suram Ekonomi China
Ilustrasi ekonomi China [ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia]

Suara.com - Commerzbank AG, bank asal Jerman, dalam studinya menyebutkan bahwa lonjakan pertumbuhan penjualan ritel di Tiongkok baru-baru ini hanyalah efek sementara dari program stimulus pemerintah. Dampak kebijakan ini dinilai tidak akan bertahan lama.

Ekonom senior Commerzbank AG, Tommy Wu mengatakan, peningkatan jumlah perusahaan yang merugi menunjukkan adanya gambaran suram terhadap kepercayaan bisnis dan kondisi lapangan kerja. Hal ini pada akhirnya akan berdampak negatif pada kepercayaan konsumen.

“Oleh karena itu, Beijing masih punya banyak pekerjaan rumah jika ingin menjadikan peningkatan konsumsi sebagai salah satu tujuan kebijakan utama,” ungkap Wu dalam laporannya, yang dikutip dari Kalkin.

Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun kinerja produksi industri dan penjualan ritel di kuartal kedua 2025 lebih kuat dari perkiraan—dengan pertumbuhan sekitar 6% secara tahunan pada periode April-Mei—efeknya tidak akan bertahan lama. Angka ini bahkan membuat PDB di kuartal kedua diperkirakan bisa melampaui 5% setelah tumbuh 5,4% di kuartal pertama. Namun, program stimulus konsumsi pemerintah dianggap tidak memiliki efek jangka panjang.

Program Subsidi Trade-in Kehabisan Dana 

Salah satu pendorong utama penjualan ritel adalah program subsidi trade-in yang memberikan insentif untuk pembelian barang-barang besar seperti peralatan rumah tangga, mobil, dan elektronik. Sayangnya, program ini menghadapi tantangan besar.

Pada awal Juni, lebih dari setengah dari dana senilai CNY300 miliar yang dialokasikan Beijing untuk program ini sudah didistribusikan. Tingginya partisipasi konsumen membuat pemerintah daerah kehabisan dana subsidi dengan cepat. Meskipun pemerintah pusat kemungkinan akan mengucurkan sisa dana, Wu meragukan dampak jangka panjangnya.

“Menurut pandangan kami, tidak jelas apakah kepercayaan konsumen benar-benar membaik, mengingat prospek pekerjaan dan pendapatan masih tidak menentu,” jelas Wu.

Deflasi yang terus-menerus juga menjadi masalah. Meskipun inflasi IHK (Consumer Price Index) berada di sekitar nol, hal itu gagal membalikkan lemahnya permintaan. Kondisi ini diperparah dengan deflasi IHP (Producer Price Index) yang memburuk hingga mencapai minus 3,3% pada Mei. Ini mengindikasikan bahwa siklus deflasi yang sudah berlangsung sejak 2023 akan sulit diatasi. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa memangkas harga untuk bertahan, seperti yang terlihat pada perang harga di pasar mobil listrik Tiongkok.

baca juga

Deflasi telah menekan profitabilitas perusahaan. Proporsi perusahaan yang merugi meningkat dari kurang dari 10% pada 2011 menjadi 23% pada 2024, dan kenaikan ini didominasi oleh sektor swasta.

“Karena masalah kelebihan kapasitas dan lapangan kerja bersifat struktural, Beijing perlu mengizinkan dan memulai reformasi serta konsolidasi yang berarti di berbagai industri untuk mengatasi masalah ini,” kata Wu.

Kelemahan di sektor swasta dan kurangnya profitabilitas membuat perusahaan enggan merekrut tenaga kerja baru.

Keterbatasan Fiskal Pemerintah

Laporan Commerzbank juga menyoroti keterbatasan fiskal pemerintah. Meskipun utang pemerintah pusat masih rendah dibandingkan standar internasional (diperkirakan di bawah 30% dari PDB pada 2025), utang pemerintah daerah diproyeksikan melebihi 100% dari PDB.

Wu menambahkan, meskipun pemerintah pusat bisa mengambil alih sebagian beban utang pemerintah daerah, ada batasnya. Keterbatasan fiskal ini pada akhirnya akan menghambat stimulus kebijakan.

“Kekhawatiran kami adalah, begitu stimulus melambat atau bahkan berhenti, gambaran ekonomi makro akan memburuk kembali,” pungkas Wu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Ungkap Prabowo Tebas 145 Peraturan Sektor Pertanian, Dampaknya Bikin Ngeri!

Kemenkeu Ungkap Prabowo Tebas 145 Peraturan Sektor Pertanian, Dampaknya Bikin Ngeri!

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:49 WIB

Bukan Kanan Atau Kiri, Ini Jalan Ekonomi yang Diambil Prabowo

Bukan Kanan Atau Kiri, Ini Jalan Ekonomi yang Diambil Prabowo

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 13:52 WIB

KPA Tegaskan Warga Penolak KEK Mandalika Bukan Anti-Pembangunan, Presiden Diminta Lakukan Ini

KPA Tegaskan Warga Penolak KEK Mandalika Bukan Anti-Pembangunan, Presiden Diminta Lakukan Ini

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 22:52 WIB

Penggusuran dan HPL Bermasalah, KPA Desak Presiden Prabowo Evaluasi KEK Mandalika

Penggusuran dan HPL Bermasalah, KPA Desak Presiden Prabowo Evaluasi KEK Mandalika

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:43 WIB

Kapal Pembawa Mobil Listrik China yang Terbakar Akhirnya Tenggelam, Nama Chery dan GWM Disebut-sebut

Kapal Pembawa Mobil Listrik China yang Terbakar Akhirnya Tenggelam, Nama Chery dan GWM Disebut-sebut

Otomotif | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:41 WIB

Penguatan Kapasitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Bank Mandiri Dukung Kemenko Pangan

Penguatan Kapasitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Bank Mandiri Dukung Kemenko Pangan

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:09 WIB

Terkini

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor

Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan

Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:16 WIB

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Otomotif | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×