Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bos OJK Pastikan Kinerja Perbankan Masih Kuat, Likuiditas Aman

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 04 Juli 2025 | 08:19 WIB
Bos OJK Pastikan Kinerja Perbankan Masih Kuat, Likuiditas Aman
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. (Suara.com)

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan kondisi perbankan masih tetap sehat. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pertumbuhan kinerja perbankan tumbuh 8,43 persen dengan likuiditas yang masih aman.

Namun, persentase itu memang turun dibandingkan periode sebelumnya 9,88 persen. Sedangkan, kredit korporasi tumbuh 11,92 persen, lalu kredit UMKM tumbuh 2,17 persen.

"Perkembangan perbankan saat ini Mei 2025 kredit tumbuh 8,43 persen diharapkan akhir tahun tetap mencapai target di 2025 antar 9 sampai 11 persen. Sedangkan dana pihak ketiga bahwa pertumbuhannya sampai Mei 4,29 persen," katanya di Gedung DPR, Kamis (4/7/2025).

Jika dilihat secara sektoral maka sektor pertambangan, transportasi dan rumah tangga adalah tiga yang tertinggi. Sekalipun untuk pertambangan terlihat pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan pada periode tahun-tahun sebelumnya.

Lanjutnya, untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat hingga Mei 2025 adalah 88,16 persen.

"Loan to deposit ratio 88,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan angka tinggi diimbangi dengan likuiditas memadai. Disisi lain permodalan car terjaga 25,1 persen disertai npl growth 22,9 persen dan nol 0,89 persen," katanya.

Tidak hanya itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami guncangan pada triwulan pertama tahun ini. Namun, kondisi pasar saham Indonesia mulai menunjukan perbaikan.

Menurutnya, secara menyeluruh, perkembangan kinerja pasar modal pada triwulan I yang menunjukan guncangan tinggi dapat membaik pada triwulan II.

"Kami menjelaskan bagaimana di satu sisi sektor jasa keuangan menjaga ketahanan dan stabilitas yang baik. di lain sisi bisa mencapai kinerja yang cukup baik. Secara menyeluruh di pasar modal di triwulan pertama mengalami guncangan tinggi di triwulan kedua perkembangan yang stabil," katanya.

Lanjutnya, di pasar obligasi menunjukkan penguatan dan ditutup dengan pertumbuhan sebesar 5,43 persen.

Sedangkan, kinerja penawaran umum di pasar modal hingga akhir Juni 2025 penggalangan dana di pasar modal atau fund rising mencapai Rp 142,6 triliun. Capaian tersebut bagian dari target tahun ini yang sebesar Rp 200 triliun.

"Pasar obligasi menunjukkan penguatan 5,43 persen pertumbuhannya. Kinerja penawaran umum, sampai akhir bulan Juni telah hasilkan fund 142,6 triliun yang merupakan bagian target Rp 200 triliun," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global bakal berlanjut di 2026. Hal itu akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi global akan masih turun. Dia juga meramal Amerika Serikat juga akan mengalami resesi pada tahun 2026.

"Para tahun 2026 pertumbuhan ekonomi global stagnan di sekitar 3 persen. Di negara-negara mitra dagang utama pertumbuhan ekonomi akan menurun. Pertumbuhan ekonomi Amerika diperkirakan 2,1 persen pada tahun ini jadi 1,8 persen di 2026 bahkan risiko resesi,"bebernya.

Kata dia, penyebab ekonomi dunia melambat dikarenakan tarif yang ditetapkan oleh Amerika Serikat. Selain itu geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK: Karyawan Perbankan yang Kena PHK Sudah Dapat Kompensasi yang Sesuai

OJK: Karyawan Perbankan yang Kena PHK Sudah Dapat Kompensasi yang Sesuai

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 08:06 WIB

OJK Curigai Pihak Internal Terlibat Kasus Kerugian Bank Woori Saudara Indonesia

OJK Curigai Pihak Internal Terlibat Kasus Kerugian Bank Woori Saudara Indonesia

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 10:23 WIB

Kasus Fraud Senilai Rp 1,28 Triliun, OJK Panggil Bank Woori Saudara Indonesia

Kasus Fraud Senilai Rp 1,28 Triliun, OJK Panggil Bank Woori Saudara Indonesia

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 10:10 WIB

Belum Bisa IPO, OJK Sebut Bank Muamalat Belum Penuhi Syarat BEI

Belum Bisa IPO, OJK Sebut Bank Muamalat Belum Penuhi Syarat BEI

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 10:21 WIB

Pengguna Asuransi Kesehatan Bayar 10 Persen saat Berobat Berlaku 1 Januari 2026, Begini Ketentuannya

Pengguna Asuransi Kesehatan Bayar 10 Persen saat Berobat Berlaku 1 Januari 2026, Begini Ketentuannya

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 13:39 WIB

Pinjol Ilegal vs Legal: OJK Ungkap Fakta di Balik Bunga Tinggi dan Dugaan Kartel

Pinjol Ilegal vs Legal: OJK Ungkap Fakta di Balik Bunga Tinggi dan Dugaan Kartel

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:01 WIB