Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Investor Senang Keputusan Tarif Trump, IHSG Terapresiasi Lagi ke Level 7.2000 Kamis Pagi

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 17 Juli 2025 | 09:19 WIB
Investor Senang Keputusan Tarif Trump, IHSG Terapresiasi Lagi ke Level 7.2000 Kamis Pagi
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih terapresiasi pada perdagangan Kamis Pagi. . IHSG dibuka menguat ke level 7.299.

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih terus menanjak naik menuju level 7.257 atau naik 65,80 poin, secara presentase naik 0,91 persen.

Pada perdagangan pada di waktu itu, sebanyak 1,24 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,20 triliun, serta frekuensi sebanyak 113,246 kali.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 135 saham bergerak naik, sedangkan 259 saham mengalami penurunan, dan 211 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG di waktu itu diantaranya, MERI, BLOG, PSAT, NRCA, OKAS, DNAR, PMAG, SSIA, ELIT, DSSA, RAJA, TOBA, APEX, CUAN,

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, MFIN, SAFE, PNSE, TMPO, FILM, COCO, SURI, KAEF, KLAS, UNTD, ISSP, KOCI, ASPR, ENRG.

Pilarmas Sekuritas Indonesia memproyeksi IHSG secara teknikal, berpotensi mengalamu penguatan IHSG masih terbatas dalam jangka pendek, dengan level support berada di 7.000 dan resistance di kisaran 7.220. 

Ini mencerminkan ruang kenaikan yang relatif sempit meskipun sentimen pasar saat ini cukup kondusif.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu, 16 Juli 2025, ditutup menguat signifikan sebesar 51,54 poin atau 0,72 persen ke level 7.192. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan saham di sektor teknologi yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,10 perseb. Sementara itu, sektor consumer cyclicals justru melemah tipis sebesar 0,08 persen.

Sentimen positif di pasar turut diperkuat oleh sejumlah narasi dominan, seperti optimisme terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI Unjuk Gigi) dan penguatan sektor-sektor tertentu yang dianggap mulai undervalued (Chill Bro), mendorong investor untuk kembali masuk ke pasar.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati oleh investor berdasarkan potensi teknikal dan momentum saat ini antara lain: TOBA, DEWA, BRMS 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Menguat, Bursa Asia Respon Kesepakatan Tarif AS-Indonesia

Wall Street Menguat, Bursa Asia Respon Kesepakatan Tarif AS-Indonesia

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 08:33 WIB

Tarif Trump Dipangkas, Industri Manufaktur Indonesia Siap Panen Dolar?

Tarif Trump Dipangkas, Industri Manufaktur Indonesia Siap Panen Dolar?

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 08:22 WIB

Tak Pakai APBN, Rencana Impor Migas dari AS oleh Pertamina Gunakan Skema B2B

Tak Pakai APBN, Rencana Impor Migas dari AS oleh Pertamina Gunakan Skema B2B

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:55 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB