Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penjualan Merosot, Jaguar Land Rover PHK 500 Karyawan

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 18 Juli 2025 | 08:22 WIB
Penjualan Merosot, Jaguar Land Rover PHK 500 Karyawan
Ilustrasi Jaguar Land Rover steering wheel. [Shutterstock]

Suara.com - Jaguar Land Rover (JLR) akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 500 posisi manajemen di Inggris.

Lantaran, produsen mobil tersebut menghadapi tekanan penjualan dan laba akibat tarif perdagangan AS.

JLR mengatakan, akan meluncurkan skema PHK sukarela dan PHK tersebut diperkirakan tidak akan melebihi 1,5 persen dari total tenaga kerjanya di Inggris.

Dilansir dari laman BBC, Jumat (18/7/2025), perusahaan tersebut menggambarkan langkah tersebut sebagai "praktik bisnis yang normal".

Pekan lalu, produsen mobil tersebut mengungkapkan penurunan penjualan dalam tiga bulan hingga Juni yang sebagian disebabkan oleh penghentian ekspor ke AS akibat tarif dan juga karena rencana pengurangan produksi model Jaguar lama.

Perusahaan tersebut memperingatkan bulan lalu bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 10 persen pada mobil Inggris yang diekspor ke AS akan memukul labanya.

JLR mengatakan, pihaknya "secara rutin menawarkan PHK sukarela kepada karyawan yang memenuhi syarat" dan mengatakan program saat ini didasarkan pada "kebutuhan bisnis saat ini dan di masa mendatang".

JLR menambahkan bahwa kesepakatan perdagangan Inggris-AS untuk impor mobil memberinya "keyakinan untuk berinvestasi 3,5 miliar poundsterling" per tahun.

Pakar industri otomotif, Profesor David Bailey dari Birmingham Business School, mengatakan tarif "memainkan peran besar" dalam pemutusan hubungan kerja.

Belum lama ini JLR melaporkan laba yang sangat besar - laba 2,5 miliar Poundstreling hingga akhir tahun Maret. Penjualan ini merupakan hasil terbaiknya dalam satu dekade.

Perusahaan tersebut juga telah merekrut pekerja sebagai persiapan untuk memproduksi lebih banyak mobil listrik, sehingga tarif "jelas berdampak".

Sebagai bagian dari gelombang pengumuman tarif yang dibuat oleh Trump awal tahun ini, ekspor mobil dan suku cadang otomotif Inggris ke Inggris dikenakan pajak tambahan sebesar 25 persen di atas pungutan sebesar 2,5 persen yang sudah ada.

Hal ini menyebabkan JLR menghentikan pengiriman kendaraannya ke AS.

Namun, kesepakatan Inggris-AS tersebut menghasilkan pemotongan tarif menjadi 10 persen untuk maksimum 100.000 mobil Inggris, yang setara dengan jumlah kendaraan yang diekspor Inggris tahun lalu.

Meskipun demikian, Prof. Bailey mengatakan tarif baru tersebut masih merupakan "kenaikan besar" dari tarif sebelumnya sebesar 2,5 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolri Lepas 700 Buruh PHK ke Pekerjaan Baru: Instruksi Langsung dari Presiden Prabowo

Kapolri Lepas 700 Buruh PHK ke Pekerjaan Baru: Instruksi Langsung dari Presiden Prabowo

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:17 WIB

OJK: Karyawan Perbankan yang Kena PHK Sudah Dapat Kompensasi yang Sesuai

OJK: Karyawan Perbankan yang Kena PHK Sudah Dapat Kompensasi yang Sesuai

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 08:06 WIB

Ancaman PHK Massal, Pemerintah Didorong Segera Rancang Reindustrialisasi Padat Karya

Ancaman PHK Massal, Pemerintah Didorong Segera Rancang Reindustrialisasi Padat Karya

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:49 WIB

Jaga Keberlangsungan Perusahaan, Petronas akan PHK 5.000 Pegawainya

Jaga Keberlangsungan Perusahaan, Petronas akan PHK 5.000 Pegawainya

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 14:11 WIB

Daya Beli Menurun, Awas Gelombang PHK Makin Tinggi

Daya Beli Menurun, Awas Gelombang PHK Makin Tinggi

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 11:18 WIB

Demi Efisiensi, Amazon Pangkas 100 Karyawan

Demi Efisiensi, Amazon Pangkas 100 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 06 Juni 2025 | 15:31 WIB

Terkini

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB