Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Melambung Tinggi, Harga Emas Dunia Bakal Dijual Rp2,18 Juta per Gram

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Minggu, 21 September 2025 | 17:25 WIB
Melambung Tinggi, Harga Emas Dunia Bakal Dijual Rp2,18 Juta per Gram
Ilustrasi emas. (Istimewa)
baca 10 detik
  • Harga emas dunia akna melambung tinggi dikarenakan isu politik hingga gejolak ekonomi di dunia memengaruhi komoditas emas.
  • Harga emas dunia di pasar internasional terbentuk berdasarkan analisa fundamental maupun analis teknikal.
  • Pelaku pasar mencermati juga mengenai Stephen Miran yang baru diangkat adalah satu-satunya yang tidak setuju.

Suara.com - Harga emas dunia diperkirakan akan melambung tinggi pada perdagangan esok hari. Hal ini dikarenakan isu politik hingga gejolak ekonomi di dunia memengaruhi komoditas emas.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan perdagangan harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran support 3.668,90 dolar AS per troy ounce hingga resistance 3.696,70 dolar AS.

"Sedangkan untuk perdagangan besok harga emas dunia akan bergerak di kisaran support 3,668.90 dolar AS hingga resistance 3,696.70 dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (21/9/2025).

Menurut dia, harga emas dunia di pasar internasional terbentuk berdasarkan analisa fundamental maupun analis teknikal.

Selain itu juga dipengaruhi permintaan dan penawaran terhadap emas batangan di dunia yang bisa dijual mencapai Rp2.180.000 juta per gram.

"Namun dalam semester kedua 2025, saya optimis harga emas dunia bisa mencapai 3.788 dolar AS per troy ounce dan logam mulia di Rp.2.180.000 per gram," imbuhnya.

Selain itu, pelaku pasar mencermati juga mengenai Stephen Miran yang baru diangkat adalah satu-satunya yang tidak setuju, mendesak pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin.

"Pasar telah memperhitungkan peluang tipis untuk pemangkasan agresif, di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan meningkatnya risiko pengangguran," bebernya.

Menurutnya, penguatan harga emas dunia dikarenakan pasar mencermati prospek politik di AS karena Mahkamah Agung.

baca juga

Apalagi, Mahkamah AS ini bakal memberikan argumen terkait legalitas tarif global Trump. Sebab, Trump juga berulang kali mengkritik The Fed karena tidak memangkas suku bunga dengan cepat dan lebih dalam, yang memicu kekhawatiran tentang independensi bank sentral AS.

"Pada hari Kamis, pemerintahan Trump meminta Mahkamah Agung AS untuk mengizinkan presiden melanjutkan pemecatan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook yang sebelumnya sudah di tolak oleh pengadilan federal. Hal inisebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di AS," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Belum Berubah, Masih Dijual Segini Per Gramnya

Harga Emas Antam Hari Ini Belum Berubah, Masih Dijual Segini Per Gramnya

Bisnis | Minggu, 21 September 2025 | 12:01 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rp8.000 Per Gram! Investor Emas Wajib Tahu

Harga Emas Antam Anjlok, Rp8.000 Per Gram! Investor Emas Wajib Tahu

Bisnis | Jum'at, 19 September 2025 | 10:23 WIB

Capek Cetak Rekor, Harga Emas Antam Hari Ini Ambles

Capek Cetak Rekor, Harga Emas Antam Hari Ini Ambles

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 10:12 WIB

Bukti Nyata Kekuatan Emas: Investasi Sejak Tahun 1987, dari Ratusan Ribu Jadi Puluhan Juta Rupiah

Bukti Nyata Kekuatan Emas: Investasi Sejak Tahun 1987, dari Ratusan Ribu Jadi Puluhan Juta Rupiah

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 06:00 WIB

Analis: Harga Emas Menuju USD4.000, Trader Perlu Cermati Peluang

Analis: Harga Emas Menuju USD4.000, Trader Perlu Cermati Peluang

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 13:52 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB