Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mulai Bangkit, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar Amerika Serikat

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:26 WIB
Mulai Bangkit, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar Amerika Serikat
ilustrasi mata uang asing (unsplash)
  • Rupiah mulai menguat terhadap Dolar AS, naik 0,12% ke Rp16.615.

  • Penguatan Rupiah sejalan dengan tren mayoritas mata uang Asia.

  • BI aktif intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas Rupiah

Suara.com - Nilai tukar Rupiah mulai menunjukkan tanda pemulihan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg Kamis pagi (21/10/2025) pada pukul 09.30 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini menguat 0,12 persen.

Adapun, nilai tukar Rupiah di pasar spot dibuka perkasa di level Rp 16.615 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Padahal, penutupan pada hari sebelumnya ke level Rp 16.635 per Dolar AS.

Pergerakan Rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Salah satunya, Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19 persen.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]
Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Disusul, Won Korea Selatan yang menanjak 0,18 persen.

Selanjutnya ada Peso Filipina yang terkerek 0,1 persen dan Yen Jepang yang terangkat 0,06 persen.

Lalu ada Dolar Singapura yang terapresiasi 0,05 persen.

Berikutnya, Ringgit Malaysia dan Yuan China yang naik, masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen.

Diikuti, Dolar Hongkong yang menguat tipis 0,004 persen.

Lalu, Baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,05 persen terhadap the greenback.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan, terus berada di pasar keuangan.
Serta memberikan jaminan untuk menstabilkan mata uang garuda secara fundamental.

"Jadi BI itu sebagaimana disampaikan bapak guru tuh, BI akan selalu ada di pasar untuk memberikan jaminan kepada pelaku pasar terkait dengan upaya menstabilkan nilai tukar Rupiah," ujarnya.

Untuk itu, BI akan melakukan intervensi lewat instrumen spot, Domestic Non-Delivarable Forward (DNDF), dan juga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, maupun di pasar luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terkapar, Ini Daftar Nilai Tukar Rupiah di 8 Bank

Rupiah Terkapar, Ini Daftar Nilai Tukar Rupiah di 8 Bank

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 14:31 WIB

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Lagi di Kamis Pagi

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Lagi di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 10:03 WIB

Harga Emas Naik Hampir Rp 100.000, Pelemahan Rupiah Ikut Berperan

Harga Emas Naik Hampir Rp 100.000, Pelemahan Rupiah Ikut Berperan

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 09:31 WIB

Ekonomi Hari Ini: Asing Borong, Saham CDIA dan BUMI Jadi Idola, USD 1 Tembus Rp 16.600

Ekonomi Hari Ini: Asing Borong, Saham CDIA dan BUMI Jadi Idola, USD 1 Tembus Rp 16.600

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 19:56 WIB

Rupiah Terkapar Tak Berdaya Lawan Dolar AS Hari ini ke Level Rp 16.600

Rupiah Terkapar Tak Berdaya Lawan Dolar AS Hari ini ke Level Rp 16.600

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 16:29 WIB

Rupiah Jebol Rp16.600, Bos BI Turun Tangan Hingga Ungkap 'Jurus' Stabilisasi'

Rupiah Jebol Rp16.600, Bos BI Turun Tangan Hingga Ungkap 'Jurus' Stabilisasi'

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 14:17 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB