Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Lagi di Kamis Pagi

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 10:03 WIB
Nilai Tukar Rupiah Anjlok Lagi di Kamis Pagi
Nilai tukar rupiah anjlok pada Kamis pagi (25/9/2025) ke level terendah sejak April 2025 . [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah anjlok di Kamis pagi setelah sempat menguat pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.
  • Kebijakan Menkeu Purbaya belum bisa diterima pasar.
  • The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin pada Oktober dan total 50 basis poin hingga akhir tahun. 

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus anjlok di pasar spot pada perdagangan hari ini, Kamis (25/9/2025), rupiah dibuka di level Rp 16.735 per dolar Amerika Serikat (AS).

Hal Ini membuat rupiah melemah 0,29 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya ke level Rp 16.685 per dolar AS. Ini jadi level terburuk rupiah sejak akhir April 2025.

Hingga pukul 09.20 WIB, mata uang Indonesia masih terkapar di Asia. Bahkan rupiah kalah dengan, won Korea Selatan yang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah melonjak 0,35%.

Sedangkan, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah ambles 0,55 persen, diikuti dolar Taiwan yang terkoreksi 0,27 persen.

Sementara itu, Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menilai faktor domestik juga ikut berperan ke pelemahan rupiah. Menurutnya, pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi sempat menimbulkan penyesuaian ekspektasi pasar.

"Kemudian di sisi lain pun juga kita melihat bahwa kebijakan-kebijakan saat ini pun juga masih belum diterima oleh pasar, apa yang dilakukan oleh Purbaya,” ujar Ibrahim saat dihubungi Suara.com

Dari sisi eksternal, ia memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin pada Oktober dan total 50 basis poin hingga akhir tahun. Sehingga rupiah masih terus terjadi pelemahan.

Sebelumnya rupiah sempat menguat tipis pada penutupan perdagangan Rabu sore (24/9/2025) menguat tipis sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.684 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.688 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan bahwa penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi komentar Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dan Gubernur Michelle Bowman.

“Powell menekankan bahwa sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS mendorong the Fed untuk menyeimbangkan kembali prospek risikonya, dan mengafirmasi alasan penurunan suku bunga,” katanya Pardede.

Lebih lanjut, Powell juga mencatat dampak inflasi dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) sejauh ini berada di bawah ekspektasi, sehingga memberikan ruang kebijakan The Fed yang lebih longgar.

Adapun Bowman, memperingatkan para pembuat kebijakan berisiko tertinggal dari kurva. Dia menekankan urgensi penurunan suku bunga lebih awal untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah.

Melihat sentimen dari dalam negeri, pasar disebut tengah menunggu sinyal prospek kebijakan The Fed.

Selain itu, terdapat kekahwatiran dari para investor atas defisit fiskal yang melebar menyusul pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Target defisit direvisi naik menjadi 2,68 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) dari 2,48 persen pada pengumuman Agustus 2025, meskipun masih di bawah prospek defisit 2025 sebesar 2,78 persen dari PDB,” ucap Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terkapar Tak Berdaya Lawan Dolar AS Hari ini ke Level Rp 16.600

Rupiah Terkapar Tak Berdaya Lawan Dolar AS Hari ini ke Level Rp 16.600

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 16:29 WIB

Rupiah Jebol Rp16.600, Bos BI Turun Tangan Hingga Ungkap 'Jurus' Stabilisasi'

Rupiah Jebol Rp16.600, Bos BI Turun Tangan Hingga Ungkap 'Jurus' Stabilisasi'

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 14:17 WIB

Stok BBM di SPBU Swasta Langka, Pakar: Jangan Tambah Kuota Impor, Rupiah Bisa Tertekan

Stok BBM di SPBU Swasta Langka, Pakar: Jangan Tambah Kuota Impor, Rupiah Bisa Tertekan

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 17:38 WIB

Dikhawatirkan Langgar Konstitusi, Pengalihan Dana ke Bank Himbara Lemahkan Rupiah

Dikhawatirkan Langgar Konstitusi, Pengalihan Dana ke Bank Himbara Lemahkan Rupiah

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 16:19 WIB

Waspada! Rupiah Besok Diramal Merosot Setelah Reshuffle Kabinet

Waspada! Rupiah Besok Diramal Merosot Setelah Reshuffle Kabinet

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 19:10 WIB

Terkini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB