Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Jebol Rp16.600, Bos BI Turun Tangan Hingga Ungkap 'Jurus' Stabilisasi'

Chandra Iswinarno | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 22 September 2025 | 14:17 WIB
Rupiah Jebol Rp16.600, Bos BI Turun Tangan Hingga Ungkap 'Jurus' Stabilisasi'
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sejumlah jurus untuk menstabilkan rupiah yang kini jeblok hingga tembus Rp16.600. [Suara.com/Novian]
  • Rupiah melemah signifikan, kini tembus level psikologis Rp16.600 per dolar.

  • Gubernur BI sebut pelemahan disebabkan tekanan dari global dan domestik.

  • BI pastikan melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka ambruk pada perdagangan awal pekan, langsung menembus level psikologis Rp16.600 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi sorotan utama di pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (22/9/2025), Rupiah berada di level Rp16.626 per USD, melemah 25 poin atau setara 0,15% dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Menanggapi gejolak ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo langsung buka suara.

Ia menyebut bahwa tekanan yang dialami Rupiah dalam beberapa minggu terakhir imbas kombinasi faktor eksternal dan internal.

"Secara keseluruhan terhadap dolar September menguat 0,33 persen dari Agustus. Minggu-mingu ini terjadi tekanan baik dari global maupun dari sisi domestik," kata Perry dalam rapat bersama Komisi XI di Gedung DPR, Senin (22/9/2025).

Meski demikian, ia menjamin bahwa BI tidak akan tinggal diam dan akan selalu hadir di pasar untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.

"Untuk nilai tukar kami laporkan tetap terkendali. Komitmen kami untuk melakukan stabilisasi karena ketidakpastian yang masih tinggi baik dari global maupun domestik," katanya.

Untuk menahan pelemahan lebih lanjut, Perry membeberkan tiga 'jurus' intervensi yang secara aktif dilakukan oleh BI di pasar keuangan.

"Kami terus melakukan intervensi baik pasar luar negeri melalui Non-Deliverable Forward (NDF) maupun pasar dalam negeri melalui transaksi secara tunai spot domestik Non-Deliverable Forward(DNDF) maupun juga kami membeli pasar SBN di pasar sekunder," katanya.

Optimis Menguat

Meskipun saat ini sedang dalam tekanan, Perry optimistis bahwa tren nilai tukar Rupiah ke depan akan cenderung menguat. 

Keyakinan ini didasari oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid.

"Komitmen kami tren nilai tukar ke depan bergerak stabil dan kecenderungan menguat sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang baik dan prospek pertumbuhan ekonomi yang cukup baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aliran Modal Asing Kabur Rp8,12 Triliun dari Indonesia Selama Sepekan, Pertanda Apa?

Aliran Modal Asing Kabur Rp8,12 Triliun dari Indonesia Selama Sepekan, Pertanda Apa?

Bisnis | Minggu, 21 September 2025 | 10:18 WIB

Pemerintah Siapkan 'Karpet Merah' untuk Pulangkan Dolar WNI yang Parkir di Luar Negeri

Pemerintah Siapkan 'Karpet Merah' untuk Pulangkan Dolar WNI yang Parkir di Luar Negeri

Bisnis | Jum'at, 19 September 2025 | 21:07 WIB

Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan

Rupiah Loyo Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 19 September 2025 | 10:33 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB