Lagi Naik Daun, Saham BBCA Diproyeksikan Harganya Bisa Tembus Segini

Achmad Fauzi

Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:53 WIB
Lagi Naik Daun, Saham BBCA Diproyeksikan Harganya Bisa Tembus Segini
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pada Senin (20/10/2025) pihaknya belum berencana melakukan IPO BCA Digital atau Blu. [Dok BCA]
baca 10 detik
  • Rencana buyback BBCA membuat harga sahamnya melonjak 7,67 persen.

  • BBCA diproyeksikan solid dengan NII stabil dan CASA sangat tinggi.

  • Samuel Sekuritas pertahankan target harga BBCA Rp 9.600 dengan rekomendasi beli.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali menghebohkan pasar saham Indonesia. Pasalnya, salah satu saham blue chips ini kembali menjadi borongan investor, setelah rencana perseroan untuk membeli kembali atau buyback saham.

Sentimen ini membuat investor mengguyur dananya ke BBCA. Bedasarkan data BEI, harga saham BBCA melonjak 7,67 persen ke level Rp 8.475 per lembar saham pada pergerakan Selasa, 22 Oktober 2025 kemarin.

Diramal harga saham BBCA tersebut bakal terus melonak. Dalam riset terbarunya, Samuel Sekuritas mengemukakan target harga (TP) Rp 9.600 per saham, atau setara dengan 3,7 kali price to book value (PBV).

Ilustrasi ATM BCA
Ilustrasi ATM BCA

Samuel Sekuritas Indonesia menilai, prospek BBCA tetap solid di tengah perlambatan ekonomi dan tren penurunan suku bunga.

"Analis menilai BBCA karena kualitas aset yang sangat baik, tingkat CASA yang tinggi, dan ROE tertinggi di sektor perbankan," tulis tim riset Samuel Sekuritas, dikutip Selasa (21/10/2025).

Pada kuartal III 2025, BBCA mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1 4,4 triliun, turun 3,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya namun naik 1,3 persen secara tahunan (YoY). Hasil tersebut sejalan dengan estimasi analis dan konsensus, masing-masing mencapai sekitar 75 persen dari target laba penuh tahun 2025.

Kinerja positif ini didorong oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang stabil sebesar Rp 21,4 triliun serta pertumbuhan pendapatan non-bunga yang kuat sebesar 9,6 persen secara kuartalan (QoQ).

Selain itu, pertumbuhan dana murah (CASA) juga tercatat mengesankan, naik 9,1 persen YoY dan mendongkrak rasio CASA menjadi 83,8 persen, salah satu yang tertinggi di industri.

Samuel Sekuritas mencatat, BBCA tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit, dengan pertumbuhan pinjaman 7,6 persen YoY, terutama didorong oleh segmen korporasi, investasi, dan modal kerja.

baca juga

Ke depan, manajemen BBCA berencana memanfaatkan peluang kredit dari sektor UMKM dan konsumer, termasuk industri hilir dan energi terbarukan.

Meski demikian, menjaga kualitas aset tetap menjadi prioritas utama. Cost of Credit (CoC) tercatat sedikit meningkat ke 0,6 persen seiring langkah BBCA memperkuat cadangan terhadap potensi risiko kredit, terutama di segmen kendaraan bermotor dan hipotek.

BBCA mempertahankan target pertumbuhan kredit 2025 di kisaran 6-8 persen, dengan Net Interest Margin (NIM) diproyeksikan tetap stabil di 5,8 persen. Bank juga memperkirakan penurunan biaya dana (CoF) akan membantu menjaga profitabilitas di tengah potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia.

"Pertumbuhan CASA yang konsisten dan kekuatan ekosistem digital BBCA menjadi pendorong utama kinerja bank,"tulis Samuel Sekuritas.

Dengan return on equity (ROE) mencapai 24,1 persen dan cost-to-income ratio (CIR) yang efisien di level 32 persen, BBCA dinilai memiliki fundamental paling kokoh dibanding bank lain di sektor yang sama.

Selain itu, status BBCA sebagai bank digital terdepan semakin memperkuat posisi perseroan di pasar, dengan volume transaksi digital naik 78 persen dalam tiga tahun terakhir, serta peluncuran fitur-fitur inovatif seperti dompet multivaluta dan pembayaran berbasis NFC.

“Dengan valuasi yang masih menarik dan potensi pertumbuhan yang solid, kami mempertahankan target harga Rp9.600 dengan rekomendasi BUY,” tegas Samuel Sekuritas.

Namun, analis juga mengingatkan beberapa risiko yang perlu dicermati, yakni kenaikan kredit bermasalah (NPL), tekanan berkelanjutan terhadap margin bunga (NIM), serta penurunan valuasi bank-bank BUMN yang dapat memengaruhi sektor secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBCA Meroket Hari Ini, Apa Penyebab Sahamnya Terus Naik?

Harga BBCA Meroket Hari Ini, Apa Penyebab Sahamnya Terus Naik?

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:43 WIB

BCA Akan Buyback Saham, Ini Bocoran Detailnya

BCA Akan Buyback Saham, Ini Bocoran Detailnya

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:47 WIB

BCA Buka Suara Tanggapi Rumor IPO Bank Digital Blu

BCA Buka Suara Tanggapi Rumor IPO Bank Digital Blu

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:32 WIB

Terkini

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

×