Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Lagi Naik Daun, Saham BBCA Diproyeksikan Harganya Bisa Tembus Segini

Achmad Fauzi

Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:53 WIB
Lagi Naik Daun, Saham BBCA Diproyeksikan Harganya Bisa Tembus Segini
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pada Senin (20/10/2025) pihaknya belum berencana melakukan IPO BCA Digital atau Blu. [Dok BCA]
  • Rencana buyback BBCA membuat harga sahamnya melonjak 7,67 persen.

  • BBCA diproyeksikan solid dengan NII stabil dan CASA sangat tinggi.

  • Samuel Sekuritas pertahankan target harga BBCA Rp 9.600 dengan rekomendasi beli.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali menghebohkan pasar saham Indonesia. Pasalnya, salah satu saham blue chips ini kembali menjadi borongan investor, setelah rencana perseroan untuk membeli kembali atau buyback saham.

Sentimen ini membuat investor mengguyur dananya ke BBCA. Bedasarkan data BEI, harga saham BBCA melonjak 7,67 persen ke level Rp 8.475 per lembar saham pada pergerakan Selasa, 22 Oktober 2025 kemarin.

Diramal harga saham BBCA tersebut bakal terus melonak. Dalam riset terbarunya, Samuel Sekuritas mengemukakan target harga (TP) Rp 9.600 per saham, atau setara dengan 3,7 kali price to book value (PBV).

Ilustrasi ATM BCA
Ilustrasi ATM BCA

Samuel Sekuritas Indonesia menilai, prospek BBCA tetap solid di tengah perlambatan ekonomi dan tren penurunan suku bunga.

"Analis menilai BBCA karena kualitas aset yang sangat baik, tingkat CASA yang tinggi, dan ROE tertinggi di sektor perbankan," tulis tim riset Samuel Sekuritas, dikutip Selasa (21/10/2025).

Pada kuartal III 2025, BBCA mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1 4,4 triliun, turun 3,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya namun naik 1,3 persen secara tahunan (YoY). Hasil tersebut sejalan dengan estimasi analis dan konsensus, masing-masing mencapai sekitar 75 persen dari target laba penuh tahun 2025.

Kinerja positif ini didorong oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang stabil sebesar Rp 21,4 triliun serta pertumbuhan pendapatan non-bunga yang kuat sebesar 9,6 persen secara kuartalan (QoQ).

Selain itu, pertumbuhan dana murah (CASA) juga tercatat mengesankan, naik 9,1 persen YoY dan mendongkrak rasio CASA menjadi 83,8 persen, salah satu yang tertinggi di industri.

Samuel Sekuritas mencatat, BBCA tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit, dengan pertumbuhan pinjaman 7,6 persen YoY, terutama didorong oleh segmen korporasi, investasi, dan modal kerja.

Ke depan, manajemen BBCA berencana memanfaatkan peluang kredit dari sektor UMKM dan konsumer, termasuk industri hilir dan energi terbarukan.

Meski demikian, menjaga kualitas aset tetap menjadi prioritas utama. Cost of Credit (CoC) tercatat sedikit meningkat ke 0,6 persen seiring langkah BBCA memperkuat cadangan terhadap potensi risiko kredit, terutama di segmen kendaraan bermotor dan hipotek.

BBCA mempertahankan target pertumbuhan kredit 2025 di kisaran 6-8 persen, dengan Net Interest Margin (NIM) diproyeksikan tetap stabil di 5,8 persen. Bank juga memperkirakan penurunan biaya dana (CoF) akan membantu menjaga profitabilitas di tengah potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia.

"Pertumbuhan CASA yang konsisten dan kekuatan ekosistem digital BBCA menjadi pendorong utama kinerja bank,"tulis Samuel Sekuritas.

Dengan return on equity (ROE) mencapai 24,1 persen dan cost-to-income ratio (CIR) yang efisien di level 32 persen, BBCA dinilai memiliki fundamental paling kokoh dibanding bank lain di sektor yang sama.

Selain itu, status BBCA sebagai bank digital terdepan semakin memperkuat posisi perseroan di pasar, dengan volume transaksi digital naik 78 persen dalam tiga tahun terakhir, serta peluncuran fitur-fitur inovatif seperti dompet multivaluta dan pembayaran berbasis NFC.

“Dengan valuasi yang masih menarik dan potensi pertumbuhan yang solid, kami mempertahankan target harga Rp9.600 dengan rekomendasi BUY,” tegas Samuel Sekuritas.

Namun, analis juga mengingatkan beberapa risiko yang perlu dicermati, yakni kenaikan kredit bermasalah (NPL), tekanan berkelanjutan terhadap margin bunga (NIM), serta penurunan valuasi bank-bank BUMN yang dapat memengaruhi sektor secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBCA Meroket Hari Ini, Apa Penyebab Sahamnya Terus Naik?

Harga BBCA Meroket Hari Ini, Apa Penyebab Sahamnya Terus Naik?

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:43 WIB

BCA Akan Buyback Saham, Ini Bocoran Detailnya

BCA Akan Buyback Saham, Ini Bocoran Detailnya

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:47 WIB

BCA Buka Suara Tanggapi Rumor IPO Bank Digital Blu

BCA Buka Suara Tanggapi Rumor IPO Bank Digital Blu

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:32 WIB

Terkini

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:31 WIB

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:49 WIB

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:43 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:35 WIB

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:08 WIB

Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah

Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:06 WIB

EMAS Temukan Cadangan Baru, Tambang Emas Pani Bertambah 445 Ribu Ons

EMAS Temukan Cadangan Baru, Tambang Emas Pani Bertambah 445 Ribu Ons

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:00 WIB