Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Pemerintah Pasang Gerbang Pemantau Radiasi untuk Cegat Barang Terkontaminasi Cs-137

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 24 November 2025 | 19:08 WIB
Pemerintah Pasang Gerbang Pemantau Radiasi untuk Cegat Barang Terkontaminasi Cs-137
Pemerintah memperketat pengawasan barang yang terkontaminasi zat radioaktif cesium-137 atau Cs-137 melalui pemasangan Radiation Portal Monitor (RPM) di sejumlah titik strategis. Foto: Petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap mengangkat kotak karton berisi udang yang terkontaminasi radioaktif saat pemusnahan di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025). [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah memperketat pengawasan barang impor dan produksi menggunakan Radiation Portal Monitor (RPM) untuk mencegah kontaminasi Cs-137.
  • Satgas Cs-137 menahan delapan kontainer *zinc powder* asal Angola di Tanjung Priok dan menindak perusahaan pengimpor berulang.
  • Langkah pengawasan ini juga meliputi perumusan regulasi baru untuk bahan baku berisiko, seperti *scrap metal* dan *zinc powder*.

Suara.com - Pemerintah memperketat pengawasan terhadap potensi masuk dan keluarnya barang yang terkontaminasi zat radioaktif cesium-137 atau Cs-137 melalui pemasangan Radiation Portal Monitor (RPM) di sejumlah titik strategis. Langkah ini disampaikan Satgas Penanganan Kontaminasi Cs-137 sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan rantai distribusi nasional.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menjelaskan bahwa penguatan pengawasan dimulai dari pintu masuk barang impor.

“Pengecekan di pelabuhan Tanjung Priok. Atas masuknya barang-barang impor juga lebih ketat kan. Sudah ada RPM dan sekarang betul-betul di-enforce,” ujar Bara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Pengawasan tidak hanya diterapkan di pelabuhan, tetapi juga diperluas hingga fasilitas produksi dan kawasan industri. Bara menegaskan pemerintah akan mewajibkan pemasangan alat serupa di setiap fasilitas yang menghasilkan atau mengolah barang yang berisiko terpapar kontaminasi.

“Di setiap fasilitas produksi kami akan wajibkan akan dipasang juga RPM untuk memastikan barang diproduksi dan keluar dari fasilitas produksi tersebut bersih dari kontaminasi,” kata dia.

Ia mengatakan pengawasan juga diterapkan pada area keluar-masuk kendaraan di kawasan industri.

“Di pintu keluar kawasan industri sudah dipasang RPM dan sampai sekarang setiap kendaraan, setiap truk yang keluar dari situ harus melalui RPM tersebut,” ungkapnya.

Kebijakan pengetatan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh Satgas terhadap penanganan kasus kontaminasi Cs-137, termasuk temuan pada produk ekspor seperti udang, alas kaki, dan komoditas lain yang sebelumnya terpapar radioaktif.

Meskipun sumber utama kontaminasi telah ditelusuri, penguatan pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

baca juga

Lebih lanjut, Bara juga menganggap langkah ini juga akan menjadi dasar perumusan regulasi baru terkait pengawasan bahan baku dan produk logam, termasuk scrap metal dan zinc powder yang berpotensi mengandung cesium-137. Pemerintah akan memperketat peredaran bahan-bahan tersebut demi memastikan standar keselamatan terpenuhi.

"Setiap kendaraan, setiap truk yang keluar dari situ Harus melalui RPM tersebut. Jadi itu salah satu upaya memastikan bahwa barang-barang terdistribusikan di Indonesia itu bersih dari kontaminasi," pungkasnya.

Sebelumnya Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137) kembali menemukan upaya masuknya barang terkontaminasi radioaktif ke Indonesia. Temuan terbaru berupa delapan kontainer berisi zinc powder asal Angola terdeteksi mengandung Cs-137 saat menjalani pemeriksaan di Pelabuhan Tanjung Priok pada 14 November 2025.

Bara menyampaikan seluruh kontainer tersebut telah diamankan.

“Saat ini delapan kontainer tersebut ditahan sambil menunggu selesainya proses administrasi untuk dilakukan re-ekspor," ujar Bara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Bara menyebut kasus ini bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kejadian serupa sudah beberapa kali berhasil dicegah oleh otoritas pelabuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zinc Mengandung Bahan Radioaktif Kembali Dicegat di Tanjung Priok

Zinc Mengandung Bahan Radioaktif Kembali Dicegat di Tanjung Priok

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 16:12 WIB

Babak Baru Horor Nuklir Cikande: 40 Saksi Diperiksa, Jejak DNA Diburu di Lapak Barang Bekas

Babak Baru Horor Nuklir Cikande: 40 Saksi Diperiksa, Jejak DNA Diburu di Lapak Barang Bekas

News | Selasa, 11 November 2025 | 22:41 WIB

Setelah Dievakuasi, Ancaman Belum Usai: Risiko Kesehatan Kontaminasi Cs-137

Setelah Dievakuasi, Ancaman Belum Usai: Risiko Kesehatan Kontaminasi Cs-137

Your Say | Senin, 27 Oktober 2025 | 20:48 WIB

Apa Penyebab Radiasi di Cikande? Paparannya Capai 875 Ribu Kali Batas Aman

Apa Penyebab Radiasi di Cikande? Paparannya Capai 875 Ribu Kali Batas Aman

Lifestyle | Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:57 WIB

Radiasi Cs-137 di Cikande Berhasil Dinetralisir

Radiasi Cs-137 di Cikande Berhasil Dinetralisir

Foto | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:56 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×