Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Gaji Petani Kakao Indonesia Bisa Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Ini Rahasianya

Dicky Prastya

Selasa, 25 November 2025 | 23:12 WIB
Gaji Petani Kakao Indonesia Bisa Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Ini Rahasianya
Ilustrasi Kakao | Foto: Buah kakao yang berada di perkebunan Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Pengusaha cokelat Bali, I Kadek Surya Wiguna, menyatakan gaji petani kakao Indonesia dapat mencapai Rp 10 juta per bulan.
  • Peningkatan pendapatan petani dimungkinkan dengan optimasi hasil panen menjadi 1,5 hingga 2 ton per hektare menggunakan pertanian organik.
  • Cau Chocolates menerapkan *loyalty pricing*, membeli kakao petani di atas harga pasar sebagai imbalan kepatuhan standar kualitas organik.

Suara.com - Industri kakao di Indonesia tampaknya cukup menjanjikan. Bahkan gaji petani kakao di sana bisa tembus Rp 10 juta per bulan.

Hal ini diungkap pengusaha cokelat asal Bali, I Kadek Surya Prasetya Wiguna yang merupakan CEO Cau Chocolates.

Dia bercerita kalau satu hektare lahan di Indonesia bisa menghasilkan 600 kilogram kakao per tahun. Namun ia merasa kalau penghasilan ini terlalu kecil karena bisa dimaksimalkan hingga 2 ton per hektare dalam setahun.

Caranya, ia mendorong para petani kakao untuk menggunakan bibit yang dipupuki dengan baik. Cau Chocolates mengarahkan mereka memakai pupuk organik dan pestisida organik.

“Itu hasil yang bisa kita capai di kebun contoh kita, itu mencapai 1,5 sampai 1,7 ton per hektare per tahun,” katanya saat ditemui di Bali pada Selasa (25/11/2025).

Wiguna memperkirakan, apabila harga cokelat hari ini mencapai Rp 100 ribu, maka dengan kualitas 1,5 ton per hektare, petani kakao bisa mendapatkan harga Rp 150 juta per hektare.

CEO Cau Chocolates, I Kadek Surya Prasetya Wiguna saat ditemui di Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
CEO Cau Chocolates, I Kadek Surya Prasetya Wiguna saat ditemui di Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

“Hal itu berarti petani bisa mendapatkan harga atau uang sampai dengan Rp 150 juta per tahun atau di atas Rp 10 juta per bulan,” beber dia.

Apabila konsep ini diterapkan para petani kakao di Indonesia, Wiguna mengklaim kalau mereka bisa sangat sejahtera.

Sebab Cau Chocolates sendiri bisa memproduksi rata-rata 300-500 kg per hari. Artinya, mereka bisa mencapai 9-15 ton per bulan.

“Nah ini tergantung season, karena memang bagaimanapun Bali ini sangat terkenal dengan para wisatanya. Kami bersyukur berada di Bali, sehingga orang-orang yang banyak menggunakan produk kami adalah orang-orang asing,” paparnya.

Wiguna mengaku kalau produk cokelat yang dihasilkannya lebih banyak dikonsumsi wisatawan luar. Namun dirinya tak menampik kalau konsumen lokal dari Pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan turut berkontribusi.

“Tapi karena cokelat ini memang merupakan salah satu komoditas yang sangat dihargai di luar, yang banyak menggunakan produk kami memang orang-orang luar,” umbarnya.

Cau Chocolates sendiri sudah melakukan ekspor cokelat sejak 2021 lalu. Mereka menyasar negara seperti Singapura, Malaysia, Qatar, Polandia, hingga Australia.

Ilustrasi Kakao | Foto: Buah kakao yang berada di perkebunan Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
Ilustrasi Kakao | Foto: Buah kakao yang berada di perkebunan Bali, Selasa (25/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

Sejahterakan petani kakao

Wiguna lalu bercerita bagaimana upaya mereka menyejahterakan petani kakao. Caranya, para petani harus mengikuti standar kakao sebelum akhirnya diolah Cao Chocolates menjadi cokelat.

Sebagai imbal balik, Wiguna bisa membeli hasil panen petani kakao dengan harga layak, bahkan berani di atas pasaran meskipun sedang turun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Siapkan Peremajaan Lahan Kakao 5.000 Hektar di 2026

Kemenkeu Siapkan Peremajaan Lahan Kakao 5.000 Hektar di 2026

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 20:47 WIB

Kakao Indonesia di Mata Dunia: Dihantam Black Campaign, Dianggap Mematikan Orang Utan

Kakao Indonesia di Mata Dunia: Dihantam Black Campaign, Dianggap Mematikan Orang Utan

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 18:58 WIB

5 Parfum Aroma Cokelat di Indomaret yang Wangi dan Terjangkau

5 Parfum Aroma Cokelat di Indomaret yang Wangi dan Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 25 November 2025 | 17:54 WIB

Gaji Jumbo Giovanni van Bronckhorst Jika Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Gaji Jumbo Giovanni van Bronckhorst Jika Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 25 November 2025 | 13:47 WIB

Ekspor Kakao Indonesia Terancam Turun Akibat Ulah Donald Trump

Ekspor Kakao Indonesia Terancam Turun Akibat Ulah Donald Trump

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 22:06 WIB

Kembang-Kempis Industri Kakao Indonesia, Puluhan Pabrik Coklat Tutup

Kembang-Kempis Industri Kakao Indonesia, Puluhan Pabrik Coklat Tutup

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 21:29 WIB

Terkini

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:23 WIB

Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya

Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis

Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:22 WIB

Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi

Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:17 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis

Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:16 WIB

Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?

Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:08 WIB