Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

WNI Pilih Kerja ke Luar Negeri, Purbaya: Kegagalan Kita Ciptakan Lapangan Kerja Dalam Negeri

Dicky Prastya

Jum'at, 28 November 2025 | 16:51 WIB
WNI Pilih Kerja ke Luar Negeri, Purbaya: Kegagalan Kita Ciptakan Lapangan Kerja Dalam Negeri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Raker dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/11/2025). [Screenshot YouTube]
  • Menteri Keuangan menilai banyak WNI bekerja di luar negeri karena kegagalan menciptakan lapangan kerja domestik.
  • Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi 5 persen tidak maksimal dan menargetkan pertumbuhan lebih tinggi guna serapan tenaga kerja.
  • Presiden Prabowo meluncurkan program vokasional khusus untuk 500 ribu pekerja Indonesia agar mendapat pekerjaan layak internasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kalau banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang memilih bekerja di luar negeri karena Pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja di luar negeri.

"Jadi banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri," kata Purbaya saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/11/2025).

Purbaya mengaitkan kalau fenomena ini berasal dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lambat beberapa bulan lalu. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasa hanya cukup di 5 persen.

"Jadi ada salah persepsi di antara ekonomi-ekonomi kita bahwa tumbuh 5 persen adalah maksimal buat kita. Di atas lima diperlambat lagi ke lima," lanjutnya.

Menkeu menilai kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh hingga 6,7 persen atau lebih. Dengan itu, Negara bisa menyerap tenaga kerja yang sudah memasuki usia kerja.

Bendahara Negara mengatakan kalau Presiden RI Prabowo saat ini sudah membenahi program kerja dengan perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta optimalisasi manajemen fiskal dan moneter. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik lagi.

Purbaya memaparkan kalau Prabowo sudah mengumumkan program khusus vokasional untuk 500 ribu tenaga kerja di bidang tukang las (welder), pelayanan (hospitality) ke luar negeri. Program ini akan berjalan tahun depan dan diharapkan WNI bisa mendapatkan pekerjaan lebih layak di pasar internasional.

Kendati begitu Purbaya menilai kalau kebijakan itu hanya untuk jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang, Pemerintah ingin membuat Indonesia menjadi negara maju yang sejahtera seperti Amerika.

"Kalau orang Amerika lebih bagus misalnya, negara Amerika lebih bagus dari kita, apa orang kita ke sana semua? Harusnya gini, harusnya kita membuat Indonesia kayak Amerika sejahteranya. Itu yang kita kejar dalam beberapa tahun ke depan. 10 tahun mungkin," beber dia.

"Jadi target kita bukan mindahin orang ke sana supaya di sana hidup enak, tapi kita membuat di sini bagus suasananya. Sehingga di sini kita juga bisa hidup lebih enak tanpa harus ke luar negeri. Kalau ke sana itu masalah pilihan, atau ke luar negeri liburan, boleh lah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Tiap Akhir Tahun Ada Rp 100 Triliun Uang Nganggur di Pemda

Purbaya Ungkap Tiap Akhir Tahun Ada Rp 100 Triliun Uang Nganggur di Pemda

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 16:30 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Blue Light Filter untuk Pekerja Kantoran

5 Rekomendasi Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Blue Light Filter untuk Pekerja Kantoran

Lifestyle | Jum'at, 28 November 2025 | 15:07 WIB

Purbaya Buka-bukaan Alasan Penerimaan Pajak Rendah: Ekonomi Sudah Lesu Sejak 2024

Purbaya Buka-bukaan Alasan Penerimaan Pajak Rendah: Ekonomi Sudah Lesu Sejak 2024

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 14:29 WIB

Purbaya Yakin Demo Akan Berkurang, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Depan

Purbaya Yakin Demo Akan Berkurang, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Depan

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 11:26 WIB

Fakta Baru Kematian Diplomat: Arya Daru 24 Kali Check In dengan Vara, Keluarga Desak Polisi

Fakta Baru Kematian Diplomat: Arya Daru 24 Kali Check In dengan Vara, Keluarga Desak Polisi

Video | Jum'at, 28 November 2025 | 11:00 WIB

Provinsi Maluku Mampu Jaga Angka Inflasi Tetap Terkendali, Mendagri Berikan Apresiasi

Provinsi Maluku Mampu Jaga Angka Inflasi Tetap Terkendali, Mendagri Berikan Apresiasi

News | Kamis, 27 November 2025 | 20:23 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB