Bandara IMIP Dicabut Statusnya, Menteri Investasi: Investor Butuh Kepastian, Bukan Label

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 Desember 2025 | 20:07 WIB
Bandara IMIP Dicabut Statusnya, Menteri Investasi: Investor Butuh Kepastian, Bukan Label
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan pencabutan status Bandara Internasional di kawasan IMIP tak ganggu iklim investasi (Suara.com/Fadil)
baca 10 detik
  • Rosan pastikan pencabutan status Bandara IMIP tak ganggu iklim investasi.

  • Investor fokus kemudahan izin, bukan status bandara.

  • Bandara IMIP dicabut status internasionalnya sejak 13 Oktober 2025.

Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan pencabutan status Bandara Internasional di kawasan Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, tidak akan mengganggu iklim investasi nasional.

Ia memastikan, minat investor lebih ditentukan oleh konsistensi reformasi kemudahan berusaha yang terus digarap pemerintah.

"Saya yakin [pencabutan status] itu tidak akan mengganggu iklim investasi. Kalau dari investor, yang mereka lihat adanya penyempurnaan kebijakan yang kita terus tingkatkan," ujar Rosan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Menurut Rosan, investor global kini menuntut proses perizinan yang lebih sederhana dan terukur untuk memastikan keputusan bisnis yang berkelanjutan. Terlebih, persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin keras, termasuk dengan negara-negara tetangga di kawasan.

"Kita juga bersaing dengan negara tetangga dalam menarik investor luar negeri," ucapnya. "Yang paling penting, Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan."

Pernyataan Rosan muncul di tengah polemik Bandara IMIP, setelah Kementerian Perhubungan resmi mencabut izin layanan penerbangan internasional sejak 13 Oktober 2025. Pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Menhub Nomor KM 55 Tahun 2025 yang ditandatangani langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy.

Dengan dicabutnya status itu, Bandara IMIP kini tak lagi memiliki kewenangan melayani penerbangan langsung dari dan ke luar negeri.

Isu soal bandara ini sebelumnya memanas setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Bandara IMIP sebagai "anomali" lantaran diduga beroperasi tanpa kehadiran penuh perangkat negara. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi hingga stabilitas nasional.

"Ini anomali, bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi," kata Sjafrie. Ia bahkan meminta agar seluruh pihak yang membiarkan "bandara siluman" itu beroperasi diperiksa dan ditindak.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Didu Bongkar Sejarah IMIP: Dari Deal SBYXi Jinping hingga Dugaan Siasat Izin

Said Didu Bongkar Sejarah IMIP: Dari Deal SBYXi Jinping hingga Dugaan Siasat Izin

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 18:17 WIB

Danantara Ungkap 2 Proyek Andalan Dongkrak Ekonomi

Danantara Ungkap 2 Proyek Andalan Dongkrak Ekonomi

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:54 WIB

Menkeu Purbaya Akui Iklim Investasi Indonesia Berantakan: Kalah dari Vietnam, Thailand, Malaysia

Menkeu Purbaya Akui Iklim Investasi Indonesia Berantakan: Kalah dari Vietnam, Thailand, Malaysia

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:44 WIB

Terkini

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

×