Menkeu Purbaya Akui Iklim Investasi Indonesia Berantakan: Kalah dari Vietnam, Thailand, Malaysia

Dicky Prastya

Selasa, 02 Desember 2025 | 11:44 WIB
Menkeu Purbaya Akui Iklim Investasi Indonesia Berantakan: Kalah dari Vietnam, Thailand, Malaysia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/10/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan iklim investasi Indonesia masih buruk dan tertinggal dari negara ASEAN lain.
  • Sebagai solusi, telah dibentuk satuan tugas (taskforce) yang fokus pada penyelesaian hambatan bisnis atau *debottlenecking*.
  • Purbaya mengklaim pernah menyelesaikan 193 kasus investasi senilai Rp 849 triliun antara tahun 2016 hingga 2019.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau iklim investasi Indonesia masih berantakan. Bahkan Indonesia masih kalah dari negara-negara tetangga di ASEAN soal laju pertumbuhan investasi.

"Iklim investasi kita masih berantakan. One Single, One Stop Services (OSS/One Single Submission), tapi enggak kelar-kelar. Kalau enggak kita sudah lari ekonominya, investasi sudah ngebut," kata Purbaya saat Pembukaan Rapimnas Kadin 2025 yang disiarkan virtual, Senin (1/12/2025).

Menkeu Purbaya lalu membandingkan iklim investasi Indonesia yang sekarang kalah dengan Vietnam, Thailand, Singapura, hingga Malaysia. Terbaru, raksasa semikonduktor Nvidia memilih investasi di Johor, Malaysia.

"Sekarang kita sama Vietnam kalah, sama Thailand kalah, sama Singapura kalah, sama Malaysia kalah, dalam hal menarik investasi. Kemarin Nvidia baru pilih Johor dibanding Indonesia," beber dia.

Maka dari itu, Purbaya mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus untuk memperbaiki iklim investasi ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto hingga Presiden RI Prabowo Subianto.

“Pak Menko setuju, Pak Presiden setuju, jadi sudah dibuat taskforce-nya, sudah di-launch. Ada tiga task force itu, ada tiga Pokja, 1, 2, dan 3, yang penting yang ke-2 adalah Pokja debottlenecking. Di situ, bapak-bapak, ibu-ibu, para pelaku bisnis, kalau ada hambatan di bisnis Anda, Anda bisa lapor, dan kami akan sedangkan seminggu kemudian,” umbar dia.

Purbaya bercerita kalau dirinya pernah memiliki pengalaman debottlenecking di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sejak 2016-2019, Purbaya mengklaim sudah menyelesaikan 193 kasus yang berhubungan dengan investasi sebesar Rp 849 triliun. Hanya saja hal itu tak pernah diumumkan.

"Kita dari 2016 sampai 2019 menyelesaikan 193 kasus investasi berhubungan dengan investasi sebesar Rp 849 triliun rupiah. Cuma kita enggak pernah ke media. Makanya investasi kan dipindah ke maritim, karena kita jago," papar dia.

baca juga

Setelah menjabat jadi Menkeu, Purbaya memastikan bakal memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Sehingga mekanismenya akan berubah dari contoh kasus keluhan lalu diperbaiki dengan peraturan, bukan sebaliknya.

Bahkan Purbaya berkelakar kalau dirinya memiliki kemampuan menyelesaikan masalah hukum layaknya Abu Nawas meski tidak memiliki latar belakang hukum.

"Kalau ada yang ragu, Purbaya memang tahu hukum? Apa? Memang dia bisa jadi hakim? Saya sudah menyidangkan mungkin 600 kasus sidang terus-terusan selama itu, tiga tahun itu. Saya kemampuan hakimnya sudah setingkat Abu Nawas," celetuk dia.

"Setiap selesai sidang kan salaman tuh, mungkin 20 sidang sudah tahu, siapa yang bersalah tangannya dingin, yang enggak bersalah hangat. Lama-lama kita tahu yang ini salah ini. Saya punya anak buah polisi, 'oke lu periksa orang itu'. Betul, dia yang bersalah. Jadi saya sudah setingkat Abu Nawas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Senilai Rp142 Triliun, Terbanyak dari Wilayah Ini

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Senilai Rp142 Triliun, Terbanyak dari Wilayah Ini

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 10:53 WIB

Mendagri Minta Pemda Gandeng Kadin untuk Perkuat Ekosistem Usaha di Daerah

Mendagri Minta Pemda Gandeng Kadin untuk Perkuat Ekosistem Usaha di Daerah

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 08:30 WIB

Purbaya Akan Bantu Masalah Investasi Pengusaha: Kemampuan Saya Setingkat Abu Nawas

Purbaya Akan Bantu Masalah Investasi Pengusaha: Kemampuan Saya Setingkat Abu Nawas

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 19:27 WIB

Apakah Deposito Bisa Tambah Kekayaan? Ini Penjelasannya

Apakah Deposito Bisa Tambah Kekayaan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 18:53 WIB

Media Asing Kritik soal Dana Rp 276 Triliun, Purbaya Sewot: Dia Ga Sepintar Saya

Media Asing Kritik soal Dana Rp 276 Triliun, Purbaya Sewot: Dia Ga Sepintar Saya

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 18:36 WIB

Purbaya Sebut Indonesia Bisa Ganti Presiden 2026 usai Demo-Ekonomi Hancur

Purbaya Sebut Indonesia Bisa Ganti Presiden 2026 usai Demo-Ekonomi Hancur

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 18:19 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×