Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Marak Rokok Ilegal di Jakarta, Bea Cukai: Masuk dari Malaysia-China

Dicky Prastya | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 17:06 WIB
Marak Rokok Ilegal di Jakarta, Bea Cukai: Masuk dari Malaysia-China
Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Akhmad Rofiq (tengah) saat konferensi pers di Kanwil Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Bea Cukai Jakarta menyatakan rokok ilegal berasal dari Pantai Timur Sumatra melalui Malaysia dan China.
  • Kanwil Bea Cukai Jakarta mencegah masuk rokok ilegal dengan patroli laut dan kerja sama TNI-Polri.
  • Pemusnahan jutaan rokok ilegal dan MMEA oleh Bea Cukai Jakarta menyelamatkan potensi kerugian negara Rp 31,6 miliar.

Suara.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mengungkapkan dari mana asal rokok ilegal yang beredar di wilayah Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Akhmad Rofiq mengatakan kalau Jakarta sendiri adalah daerah transit sekaligus daerah distribusi untuk peredaran rokok ilegal. Sebelum beredar di Jakarta, produk itu dikirim dari Pantai Timur Sumatra yang masuk dari Malaysia hingga China.

"Sebagiannya adalah dari Pantai Timur Sumatra, mereka masuk dari Malaysia, atau dari China, dan sebagainya. Mereka masuk dari Pantai Sumatra, kemudian dihidangkan di Jakarta," kata Akhmad saat konferensi pers di Kanwil Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025).

"Rokok-rokok eks luar negeri. Marketnya ada Manchester dan sebagainya," lanjut dia.

Maka dari itu, Kanwil Bea Cukai Jakarta mencegah masuknya rokok-rokok ilegal dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang berpatroli laut di Sumatra, Pantai Timur, Selat Malaka, Selat Singapura, dan lainnya.

Selain itu, Bea Cukai juga bekerja sama dengan pihak TNI dan Polri untuk menangkal rokok ilegal di Jakarta. Cakupannya mulai dari Sumatra atau Lampung, Merak, hingga sampai ke Jakarta.

Akhmad juga menuturkan kalau Bea Cukai Jakarta memantau barang-barang yang melewati Jakarta. Sebab produksi rokok ilegal juga berasal dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

"Nah mereka produksinya, mereka kirim ke Sumatra, atau dikirim ke Jakarta. Kita intersepsi di sini. Ada yang stay di gudang, kita dapatkan di sini. Ada kemudian didistribusikan di Jakarta. Kita melakukan operasi sehingga kita tangkap. Ada yang mau ke Merak, kemudian kita tangkap," jelasnya.

Sekadar informasi, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta baru saja memusnahkan jutaan batang rokok ilegal serta puluhan ribu botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) alias miras. Pemusnahan ini menyelematkan kerugian negara sebesar Rp 31,6 miliar.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Akhmad Rofiq merincikan, pemusnahan ini mencakup 13,4 juta batang rokok ilegal senilai Rp 16,2 miliar dengan potensi kerugian negara Rp 10,5 miliar yang dihitung dari nilai cukai dan pajak rokok.

Selanjutnya adalah 19.511 botol MMEA berisi 12.864,82 liter dengan nilai Rp 9,9 miliar dan potensi kerugian negara Rp 21,1 miliar yang dihitung dari nilai cukai, bea masuk, PPN, dan PPh.

Pemusnahan secara simbolis dilakukan di Kanwil Bea Cukai Jakarta. Namun untuk pemusnahan keseluruhan digelar secara live di fasilitas pemusnahan PT Solusi Bangun Indonesia di wilayah Gunung Putri, Jawa Barat.

"Jadi pemusnahan sampelnya ada di sini, dan kemudian live langsung," kata Akhmad saat konferensi pers di Kanwil Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Harga Veloz Hybrid Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Kenaikan Harga Veloz Hybrid Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Otomotif | Rabu, 03 Desember 2025 | 16:09 WIB

Bea Cukai Musnahkan Rokok Ilegal dan Miras, Selamatkan Kerugian Negara Rp 31,6 Miliar

Bea Cukai Musnahkan Rokok Ilegal dan Miras, Selamatkan Kerugian Negara Rp 31,6 Miliar

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:31 WIB

Piala Asia U-17: Malaysia Gagal Lolos, AFC Harusnya Malu Berat karena Hal Ini!

Piala Asia U-17: Malaysia Gagal Lolos, AFC Harusnya Malu Berat karena Hal Ini!

Your Say | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:17 WIB

Media Malaysia Cemas Sabar/Reza Dipastikan Turun di SEA Games 2025

Media Malaysia Cemas Sabar/Reza Dipastikan Turun di SEA Games 2025

Sport | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:53 WIB

Kantor Bea Cukai Digeledah Kejagung, Dirjen: Belum Tentu Lakukan Kesalahan

Kantor Bea Cukai Digeledah Kejagung, Dirjen: Belum Tentu Lakukan Kesalahan

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:51 WIB

Pelatih Vietnam Kesampingkan Malaysia, Sebut Timnas Indoensia U-22 Rival Kuat di SEA Games 2025

Pelatih Vietnam Kesampingkan Malaysia, Sebut Timnas Indoensia U-22 Rival Kuat di SEA Games 2025

Bola | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:29 WIB

Terkini

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB