Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Rupiah Melemah Tipis Terhadap Dolar AS, Investor Khawatir Cadangan Devisa Indonesia

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 04 Desember 2025 | 09:51 WIB
Rupiah Melemah Tipis Terhadap Dolar AS, Investor Khawatir Cadangan Devisa Indonesia
Ilustrasi salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat. [Suara.com]
  • Rupiah melemah 0,04% pada Kamis (4/12/2025), dibuka di posisi Rp16.634 per dolar AS.
  • Mayoritas mata uang Asia fluktuatif; beberapa melemah seperti Baht dan Dolar Singapura, sementara Yen menguat.
  • Investor menanti data inflasi AS dan cadangan devisa Indonesia, diperkirakan rupiah stabil terbatas.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah sedikit pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (4/12/2025) dibuka di level Rp16.634 dolar Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah melemah 0,04 persen, dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.628 per dolar AS.

Beberapa mayoritas mata uang juga mengalami fluktuatif pada hari ini. Salah satunya, baht Thailand melemah 0,11 persen. Diikuti dolar Singapura melemah 0,14 persen

Lalu ada won Korea yang melemah 0,34 persen dan dan dolar Taiwan stagnan. Disusul Peso Filipina melemah 037 persen.

Sedangkan, beberapa mata uang asia lainnya menguat seperti yen Jepang naik 0,08 persen, yuan China menguat 0,08 persen, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi investor masih menunggu mengenai kondisi global dan dalam negeri.

"Investor masih cenderung wait and see, walau indeks dolar kembali turun oleh data perjaan AS yang lemah semalam, namun rupiah," katanya saat dihubungi Suara.

Dia pun mengatakan, rupiah juga masih kesulitan untuk turun. Sebab, investor juga menantikan data Inflasi dari Amerika dan cadangan devisa Indonesia yang segera diumumkan oleh Bank Indonesia.

"Rupiah juga masih kesulitan turun di bawah 16.600. Investor menantikan data inflasi PCE AS bedok malam dan data cadangan devisa Indonesia besok. Rupiah diperkirakan masih akan stabil dengan potensi menguat terbatas dalam rentang Rp16.550-16.650," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Lesu Lawan Dolar AS, Karena The Fed Galau Soal Suku Bunga Acuan

Rupiah Lesu Lawan Dolar AS, Karena The Fed Galau Soal Suku Bunga Acuan

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 16:39 WIB

Rupiah Kembali Merosot Sentuh Level Rp 16.748 per Dolar Amerika

Rupiah Kembali Merosot Sentuh Level Rp 16.748 per Dolar Amerika

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 09:49 WIB

Rupiah Ngacir di Penutupan Sore ke Level Rp 16.708, Imbas BI Rate Ditahan

Rupiah Ngacir di Penutupan Sore ke Level Rp 16.708, Imbas BI Rate Ditahan

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 16:35 WIB

The Fed Bisa Bikin Rupiah Tembus Rp16.775 Hari Ini

The Fed Bisa Bikin Rupiah Tembus Rp16.775 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 11:31 WIB

Tunggu Keputusan BI-Rate, Rupiah Masih Keok Lawan Dolar Amerika

Tunggu Keputusan BI-Rate, Rupiah Masih Keok Lawan Dolar Amerika

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 10:16 WIB

Gubernur BI: Redenominasi Rupiah Perlu Waktu 6 Tahun

Gubernur BI: Redenominasi Rupiah Perlu Waktu 6 Tahun

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 16:50 WIB

Terkini

Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran

Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:05 WIB

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:35 WIB

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:31 WIB

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB