Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Diversifikasi Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan, Kurangi Ketergantungan Luar Daerah

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 05 Desember 2025 | 20:35 WIB
Diversifikasi Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan, Kurangi Ketergantungan Luar Daerah
Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal di Ilaga untuk kurangi ketergantungan dari luar [Ist]
  • Dinas Ketahanan Pangan Puncak mengadakan pelatihan diversifikasi pangan lokal bagi mama-mama di Ilaga pada 4-5 Desember 2025.
  • Pelatihan hasil kerja sama dengan Fateta UNIPA bertujuan mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah Puncak.
  • Hasil olahan pangan lokal seperti sirup dan keripik akan didukung untuk dipasarkan guna meningkatkan ekonomi keluarga.

Suara.com - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, baru-baru ini menggelar inisiatif penting untuk meningkatkan kemampuan pengolahan dan pemasaran bahan pangan lokal.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal” ini dilaksanakan bagi mama-mama di Ilaga selama dua hari, pada 4 hingga 5 Desember 2025, di Aula Negalar, Ilaga.

Pelatihan ini didukung oleh Tim dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua (Fateta UNIPA).

Kegiatan ini dibuka oleh Elkana Waropen, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, yang menyoroti urgensi diversifikasi pangan bagi Kabupaten Puncak.

Elkana menyampaikan, "Harapan kami kepada tim dari UNIPA adalah agar masyarakat di sini semakin memahami diversifikasi pangan lokal serta kaitannya dengan ketahanan pangan di kabupaten ini."

Ia mengakui bahwa Kabupaten Puncak saat ini masih sangat bergantung pada pasokan yang didatangkan dari luar daerah, termasuk untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan mama-mama untuk mengolah bahan pangan lokal secara mandiri.

Menurut Elkana, pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk membuka peluang usaha melalui UMKM, yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Gino N. Cepeda, Ketua Tim Fateta UNIPA, menjelaskan pendekatan tim dalam pelatihan tersebut, yaitu membawa teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi Kabupaten Puncak.

"Kami membawa teknologi yang mudah diterapkan oleh mama-mama di sini. Bahan pangan lokal seperti ubi jalar, talas, sankis, terong belanda, dan markisa akan kami olah menjadi produk sederhana yang memiliki nilai jual," terang Gino.

Ia berharap metode dan teknologi ini dapat diaplikasikan dengan mudah agar masyarakat mampu memproduksi pangan olahan secara mandiri dan berkelanjutan.

Otto Alom, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, menyampaikan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan program ini dengan memperkuat kerja sama UMKM dan memperluas distribusi produk.

"Ke depan, kami akan bekerja sama dengan UMKM dan berupaya mengirimkan produk-produk ini ke Timika untuk dijual di supermarket yang membuka peluang kerja sama," jelas Otto.

Meskipun saat ini fasilitas dan alat produksi masih terbatas, Otto memastikan pihaknya akan meningkatkan dukungan pada kegiatan selanjutnya.

"Tahun depan kami akan lebih tingkatkan dukungan kami, agar mama-mama tidak kalah saing dengan daerah lain. Ini baru langkah awal dari program yang lebih besar ke depan," tegasnya.

Otto berharap, semakin banyak peserta yang terlibat, maka produk olahan yang dihasilkan—seperti kwetiau ubi jalar, sirup markisa, sirup terong belanda, selai, hingga keripik ubi jalar dan keladi—dapat dipasarkan secara luas di kampung-kampung sekitar Ilaga maupun di distrik-distrik lain.

Produk-produk hasil pelatihan ini rencananya akan dipamerkan dan dijual pada apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Puncak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Pertanian: Kebun Pangan Perempuan Dinilai Efektif Tekan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Ahli Pertanian: Kebun Pangan Perempuan Dinilai Efektif Tekan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 19:00 WIB

Mendagri Minta PKK Papua Pegunungan Pastikan Program Tepat Sasaran

Mendagri Minta PKK Papua Pegunungan Pastikan Program Tepat Sasaran

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:31 WIB

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Gelontorkan Rp90 Miliar, 26 Ribu Siswa Kini Sekolah Gratis!

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Gelontorkan Rp90 Miliar, 26 Ribu Siswa Kini Sekolah Gratis!

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:34 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Merangkak Naik, Beras hingga Telur Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Merangkak Naik, Beras hingga Telur Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:33 WIB

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:40 WIB

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:35 WIB

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:39 WIB

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB