Kemenkeu Tunda Cukai MBDK, Purbaya: Ekonomi Masyarakat Belum Kuat

M Nurhadi

Selasa, 09 Desember 2025 | 12:18 WIB
Kemenkeu Tunda Cukai MBDK, Purbaya: Ekonomi Masyarakat Belum Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube Kadin]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya menunda penerapan cukai MBDK hingga ekonomi nasional mencapai pertumbuhan enam persen atau lebih.
  • Kebijakan cukai MBDK tetap masuk APBN 2026 dengan target penerimaan negara diproyeksikan mencapai tujuh triliun rupiah.
  • Penundaan ini merespons pertanyaan Komisi XI DPR mengenai kejelasan skema dan potensi dampak defisit APBN.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kebijakan baru mengenai penerapan cukai pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).

Cukai MBDK, yang telah ditargetkan sebagai salah satu sumber penerimaan negara dalam APBN 2026, ditegaskan baru akan diberlakukan apabila ekonomi nasional mampu tumbuh di kisaran 6 persen atau lebih.

Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap sorotan dari Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang menanyakan belum jelasnya skema penerapan cukai MBDK tersebut.

Purbaya menjelaskan, pihaknya belum berniat menerapkan kebijakan tersebut dalam waktu dekat karena alasan kondisi ekonomi masyarakat.

"Kalau ekonomi sudah tumbuh 6 persen lebih, kami akan datang ke sini untuk mendiskusikan cukai seperti apa yang pantas diterapkan. Kalau sekarang, saya pikir ekonomi masyarakat belum cukup kuat," kata Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (9/12/2025), seperti yang dikutip via Antara.

Meskipun pelaksanaan cukai MBDK ditunda, Menkeu Purbaya mengonfirmasi bahwa target penerimaan dari cukai MBDK telah dimasukkan dalam APBN 2026 dengan proyeksi kontribusi sebesar Rp7 triliun.

Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi akan menunjukkan perbaikan signifikan setelah triwulan pertama dan kedua tahun depan, sehingga pelaksanaan kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang aktual.

Untuk menutupi potensi kekosongan penerimaan dari cukai MBDK yang tertunda, Purbaya menambahkan bahwa penerimaan negara dapat tetap dioptimalkan melalui Bea Keluar atas komoditas emas dan batu bara pada tahun 2026.

Ia menegaskan, pihaknya akan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan secara matang setiap kebijakan fiskal baru di masa depan.

baca juga

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menyoroti ketidakjelasan sumber penerimaan lain yang akan menggantikan target cukai MBDK tersebut.

Fauzi meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan secara rinci model, roadmap, dan kategori cukai MBDK agar implementasinya jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI lainnya, Dolfie Othniel Frederic Palit, menekankan kekhawatiran terkait potensi defisit APBN.

Ia menilai, jika target penerimaan Rp7 triliun dari Cukai MBDK tidak tercapai, sementara pos belanja sudah direncanakan, maka defisit akan meningkat dan menjadi beban masyarakat.

Dolfie menekankan perlunya Kemenkeu disiplin dalam perencanaan fiskal, termasuk memastikan asumsi penerimaan realistis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Target Kantongi Rp 23 Triliun dari Bea Keluar Emas dan Batu Bara Tahun Depan

Purbaya Target Kantongi Rp 23 Triliun dari Bea Keluar Emas dan Batu Bara Tahun Depan

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 17:56 WIB

Purbaya Ungkap Bobrok Ekspor Komoditas RI, Ungkap Kinerja Bea Cukai

Purbaya Ungkap Bobrok Ekspor Komoditas RI, Ungkap Kinerja Bea Cukai

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 17:24 WIB

Alasan Purbaya Tarik Bea Keluar Batu Bara Tahun Depan: Hilirisasi hingga Dekarbonisasi

Alasan Purbaya Tarik Bea Keluar Batu Bara Tahun Depan: Hilirisasi hingga Dekarbonisasi

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 16:43 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×