Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Jaga Daya Beli dan Inflasi Pangan, AGP Gelar Pasar Murah di 800 Titik

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 18 Desember 2025 | 07:44 WIB
Jaga Daya Beli dan Inflasi Pangan, AGP Gelar Pasar Murah di 800 Titik
Ilustrasi pasar murah. [Ist]
  • Program ini menjadi solusi konkret bagi warga untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
  • Melalui skema sembako bersubsidi, Pasar Murah AGP membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga.
  • dengan harga di bawah pasaran. Program ini berperan sebagai bantalan sosial di tingkat rumah tangga, membantu meredam tekanan inflasi.

Suara.com - Kehadiran Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat. Program ini menjadi solusi konkret bagi warga untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan potensi kenaikan harga pangan.

Melalui skema sembako bersubsidi, Pasar Murah AGP membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga.

Dampak positif Pasar Murah AGP terlihat dari kemudahan akses masyarakat terhadap bahan pangan strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga di bawah pasaran. Program ini berperan sebagai bantalan sosial di tingkat rumah tangga, membantu meredam tekanan inflasi serta mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

Pasar murah. foto ist
Pasar murah. foto ist

Sebagai bagian dari upaya stabilisasi pangan, Pasar Murah AGP 2025 juga mendukung langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan nasional. Distribusi langsung kepada masyarakat dilakukan untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan lancar di tingkat lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah.

Artha Graha Peduli (AGP) kembali melanjutkan pelaksanaan Pasar Murah AGP 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025, melalui kolaborasi unit-unit usaha di bawah Artha Graha Group dan Artha Graha Network, termasuk Bank Artha Graha Internasional (BAGI). Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan AGP dalam merespons potensi tekanan inflasi pangan serta memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga.

Sejak dimulai pada 11 Desember 2025, Pasar Murah AGP 2025 telah digelar di sekitar 800 titik di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di sekitar area operasional unit usaha Artha Graha. Ratusan ribu paket sembako bersubsidi telah disalurkan sebagai bentuk dukungan nyata untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara layak.

Bank Artha Graha Internasional (BAGI) bersama relawan AGP turut berperan aktif memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi di lapangan. Pendekatan distribusi langsung, termasuk melalui metode door to door di sejumlah wilayah, dilakukan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, merata, dan tepat sasaran.

“Pasar Murah sebagai solusi inflasi, kepedulian sosial, dan penguatan akses pangan masyarakat”, ujar Fani Karolinawati, Branch Director Bank Artha Graha Internasional Cabang Melawai.

Pelaksanaan Pasar Murah AGP kembali mendapatkan respons positif dari masyarakat. Warga menilai program ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran sehari-hari, tetapi juga memberikan rasa aman terhadap ketersediaan pangan di tengah ketidakpastian harga.

Ketua Umum Artha Graha Peduli, Ronny Leonard, menegaskan bahwa keberlanjutan Pasar Murah AGP 2025 mencerminkan peran aktif AGP dalam mendukung pengendalian inflasi pangan dan stabilitas harga nasional, sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“Pasar Murah AGP merupakan bagian dari solusi nyata dalam merespons tekanan inflasi pangan. Melalui jaringan unit usaha Artha Graha, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di periode akhir tahun,” ujar Ronny Leonard.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bentuk dukungan konkret terhadap arahan Presiden dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional melalui sinergi antara sektor swasta dan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Bergerak Turun Hari Ini, Cabai hingga Beras Ikut Melunak

Harga Pangan Bergerak Turun Hari Ini, Cabai hingga Beras Ikut Melunak

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 11:38 WIB

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Impor Beras untuk Industri

Pemerintah Tegaskan Tak Ada Impor Beras untuk Industri

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:37 WIB

Pengelola SPPG di Bogor Klaim 90 Persen Sumber Pangan MBG Sudah Lokal

Pengelola SPPG di Bogor Klaim 90 Persen Sumber Pangan MBG Sudah Lokal

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 15:43 WIB

Terkini

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB