Krisis Energi di Pengungsian Aceh, Rieke Diah Pitaloka Soroti Kerja Pertamina

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Desember 2025 | 14:51 WIB
Krisis Energi di Pengungsian Aceh, Rieke Diah Pitaloka Soroti Kerja Pertamina
Sejumlah warga berjalan kaki sambil membawa barang di wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. [Dokumen warga]
baca 10 detik
  • Rieke Diah Pitaloka desak Pertamina jamin BBM genset darurat Aceh agar layanan kesehatan tak lumpuh.
  • Kelangkaan BBM di Aceh Tengah akibatkan pasien meninggal karena kapal evakuasi gagal beroperasi. 
  • Pasokan BBM darurat di Banda Aceh hingga Meulaboh kunci utama penyelamatan korban bencana Aceh.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, memberikan peringatan keras terkait urgensi kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) darurat di wilayah terdampak bencana di Aceh.

Ia menegaskan bahwa pasokan BBM untuk operasional genset adalah "nadi" utama agar layanan kesehatan dan instalasi vital tidak lumpuh total selama masa pemulihan.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Rieke menyoroti bahwa kerusakan infrastruktur pascabencana telah menciptakan tantangan distribusi yang serius. Padahal, keberlangsungan hidup para korban sangat bergantung pada stabilitas energi di titik-titik pengungsian dan rumah sakit darurat.

“Ini instalasi darurat, khususnya untuk layanan kesehatan. Salah satu prioritas penting yang tidak boleh terhenti,” tegas Rieke dalam keterangannya, Senin (23/12/2025).

Rieke merinci bahwa kebutuhan mendesak akan BBM untuk genset darurat tersebar di beberapa wilayah strategis, mulai dari Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, hingga Subulussalam. Ia mendesak agar Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah taktis untuk memastikan distribusi tidak terhambat oleh kendala administratif atau logistik.

“Ini bukan soal urusan personal atau kelembagaan. Ini persoalan penyelamatan para korban bencana. Data dan keputusan harus berbasis kondisi riil di lapangan,” ujarnya. Rieke berharap seluruh pihak menanggalkan ego sektoral agar instalasi darurat tetap menyala bagi masyarakat.

Urgensi yang disampaikan Rieke diperkuat oleh realitas pahit yang terjadi di lapangan. Di Kabupaten Aceh Tengah, Kepala Puskesmas Bintang, Bidan Noviarni Fitri, membagikan kisah memilukan tentang keterbatasan BBM yang berujung pada hilangnya nyawa.

Noviarni menjelaskan bahwa rujukan pasien dari wilayah terisolir seringkali hanya bisa dilakukan menggunakan jalur air (kapal). Namun, kelangkaan BBM membuat transportasi evakuasi tersebut tidak bisa beroperasi.

“Jadi cerita ini merujuk pasien, karena langka BBM, jadi pasiennya meninggal di sini, di puskesmas. Kan harus naik kapal dari sini, karena kapalnya enggak ada minyak, jadi meninggal di puskesmas,” ungkap Noviarni dengan nada sedih.

baca juga

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketersediaan energi di wilayah bencana bukan sekadar masalah teknis operasional, melainkan menyangkut nyawa manusia. Ketiadaan BBM untuk transportasi medis dan genset rumah sakit menjadi hambatan mematikan di tengah upaya pemulihan Aceh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Liks | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:07 WIB

PPN Buka Suara Soal Rencana Pemerintah Stop Impor Solar pada 2026

PPN Buka Suara Soal Rencana Pemerintah Stop Impor Solar pada 2026

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:04 WIB

Dari Aceh Tamiang, Mendagri Bertolak ke Aceh Timur Serahkan Bantuan

Dari Aceh Tamiang, Mendagri Bertolak ke Aceh Timur Serahkan Bantuan

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:03 WIB

Terkini

Dana Pendidikan Tersedot MBG, Tak Ada yang Patut Dirayakan pada Hari Guru

Dana Pendidikan Tersedot MBG, Tak Ada yang Patut Dirayakan pada Hari Guru

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:25 WIB

Suara.com dan Sumselupdate.com Dorong Jurnalis dan Mahasiswa Kuasai AI untuk Perkuat Kualitas Berita

Suara.com dan Sumselupdate.com Dorong Jurnalis dan Mahasiswa Kuasai AI untuk Perkuat Kualitas Berita

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 17:25 WIB

Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa

Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:14 WIB

Dari Bjorka ke Penyadapan Presiden, Seburuk Itukah Keamanan Data Negara?

Dari Bjorka ke Penyadapan Presiden, Seburuk Itukah Keamanan Data Negara?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:10 WIB

Air Fryer Apakah Boleh Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Benar agar Tidak Cepat Rusak

Air Fryer Apakah Boleh Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Benar agar Tidak Cepat Rusak

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 17:10 WIB

Ayah Abzalul Riza, Korban Penembakan Maulid Nabi Aceh: Kenapa Anak Saya Dibunuh?

Ayah Abzalul Riza, Korban Penembakan Maulid Nabi Aceh: Kenapa Anak Saya Dibunuh?

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:05 WIB

Lintasi Flyover Antasari, JEKATE Running 2026 Ajak Warga Nikmati Jakarta Sambil Berolahraga

Lintasi Flyover Antasari, JEKATE Running 2026 Ajak Warga Nikmati Jakarta Sambil Berolahraga

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:04 WIB

Dekatkan Akses Perbankan di Riau, Agen BRILink Bantu Transaksi Petani Sawit Kampar

Dekatkan Akses Perbankan di Riau, Agen BRILink Bantu Transaksi Petani Sawit Kampar

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:01 WIB

Segera Antre, Harga Emas Batangan Diproyeksi Turun Jadi Rp2,41 Juta

Segera Antre, Harga Emas Batangan Diproyeksi Turun Jadi Rp2,41 Juta

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:58 WIB

Kronologi Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel, 1 Kru WNI Hilang

Kronologi Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel, 1 Kru WNI Hilang

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:54 WIB

×