Zulhas Wajibkan Bahan MBG dari Usaha Rakyat hingga Percepat SPPG di Daerah 3T

Kamis, 04 Desember 2025 | 07:25 WIB
Zulhas Wajibkan Bahan MBG dari Usaha Rakyat hingga Percepat SPPG di Daerah 3T
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi]
Baca 10 detik
  • Pemerintah mempercepat Program Makanan Bergizi (MBG) sesuai Perpres 115 Tahun 2025 yang ditetapkan Presiden 17 November 2025.
  • Program ini wajib menggunakan bahan baku dari usaha rakyat serta fokus percepatan layanan SPPG di wilayah 3T.
  • Pelaksanaan MBG melibatkan banyak kementerian dan memerlukan percepatan pemenuhan tenaga ahli gizi di setiap SPPG.

Suara.com - Pemerintah mulai mempercepat implementasi program Makanan Bergizi (MBG), termasuk kewajiban penggunaan bahan baku dari usaha rakyat dan percepatan layanan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal ini disampaikan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas, usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.

Zulhas menjelaskan, rapat tersebut menjadi kick off pelaksanaan Perpres 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG yang ditetapkan Presiden pada 17 November 2025.

“Saudara-saudara, baru saja kami menyelesaikan rapat perdana atas lahirnya atau kick off implementasi Perpres 115 Tahun 2025,” ujar Zulhas, Rabu (3/12/2025).

Ia memaparkan program MBG melibatkan hampir 26 kementerian/lembaga sehingga diperlukan sosialisasi masif di pusat dan daerah. Selain itu, terdapat 15 aturan turunan yang harus dibereskan.

“Ada 13 (aturan turunan) tinggal disesuaikan dengan perpres,” kata Zulhas.

Ilustrasi MBG. [Ist]
Ilustrasi MBG. [Ist]

Percepatan layanan terutama menyasar daerah 3T karena capaian SPPG saat ini baru mencakup separuh target.

“Sekarang sudah ada SPPG 16.630 yang sudah operasional memberikan 47,2 juta penerima manfaat. Berarti masih ada, ini baru separuh,” ujarnya.

Ia meminta verifikasi dilakukan bersama-sama oleh pelaksana harian agar target 82,9 juta penerima manfaat pada Maret dapat tercapai.

Baca Juga: BGN Operasikan 276 SPPG sebagai Dapur Darurat Layani Pengungsi di Sumatera

Zulhas ikut menegaskan percepatan pemenuhan tenaga ahli gizi, meski kini SPPG diperbolehkan menggunakan lulusan dari beberapa rumpun ilmu kesehatan jika ahli gizi belum tersedia.

“Kalau ahli gizi nggak ada, memang boleh juga sekarang sarjana kesehatan. Kan dia juga belajar gizi kan. Sama sarjana teknologi pangan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pelatihan keuangan SPPG serta kewajiban penggunaan bahan baku dari usaha rakyat.

“Dalam perpres bahan baku harus dari koperasi desa, dari UMKM atau usaha rakyat lainnya,” kata dia.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengingatkan program MBG tidak dapat berjalan tanpa tiga pilar utama.

“Satu SPPG, dua Ahli Gizi, tiga akuntan, ini tidak bisa ditawar. SPPG tidak bisa jalan tanpa 3 pilar utama ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI