Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 19:17 WIB
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
Ilustrasi /ist
  • Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Tahun 2026 dibuka serentak di tiga bursa untuk memperkuat harga acuan komoditas nasional.
  • Wakil Menteri Perdagangan menekankan peran strategis bursa berjangka dalam memberikan lindung nilai bagi pelaku usaha.
  • Volume transaksi perdagangan berjangka 2025 mencapai 14,56 juta lot, menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Suara.com - Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia Tahun 2026 resmi dimulai. Pemerintah menekankan pentingnya peran bursa berjangka dalam memperkuat pembentukan harga dan harga acuan komoditas nasional.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan pembukaan perdagangan berjangka tahun ini menjadi momentum untuk menyatukan tujuan seluruh pemangku kepentingan. Perdagangan berjangka dinilai memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional.

“Agenda kita pada pagi hari ini menjadi momentum yang baik untuk menyatukan tujuan dan persepsi dalam mengoptimalkan peran serta manfaat perdagangan berjangka komoditi bagi perekonomian nasional,” ujar Roro melalui kanal YouTube Kemendag, Jumat (2/1/2025).

Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Roro menyoroti kinerja perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan hasil positif. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus USD 35,88 miliar.

Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor sebesar USD 234,04 miliar dan impor USD 198,16 miliar. Dari total ekspor tersebut, sektor nonmigas mendominasi dengan nilai USD 223,12 miliar, sementara sektor migas sebesar USD 10,93 miliar.

Roro juga menyoroti komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar, yakni lemak dan minyak hewan atau nabati termasuk crude palm oil (CPO), yang mencapai USD 28,37 miliar. Komoditas unggulan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dioptimalkan melalui mekanisme perdagangan berjangka.

“Melalui mekanisme perdagangan berjangka, pembentukan harga dan harga acuan dapat dilakukan secara transparan,” kata Roro.

Ia mendorong agar komoditas unggulan Indonesia yang belum diperdagangkan di bursa berjangka dapat segera masuk ke dalam sistem tersebut. Langkah ini diharapkan memberi manfaat pembentukan harga, harga acuan, serta lindung nilai bagi pelaku usaha.

“Dengan demikian, manfaat pembentukan harga, harga acuan, serta lindung nilai atau hedging dapat dirasakan secara optimal oleh para pelaku usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan pembukaan perdagangan berjangka 2026 menjadi tonggak awal di tahun baru. Untuk pertama kalinya, pembukaan perdagangan dilakukan secara serentak di tiga bursa berjangka.

“Hari ini untuk pertama kalinya dilakukan pembukaan perdagangan berjangka komoditi secara serentak di tiga bursa,” ucap Tirta.

Ia menjelaskan perdagangan berjangka komoditi telah dikenal sebagai instrumen untuk lindung nilai risiko harga, pembentukan harga yang transparan, serta perluasan akses investasi di pasar yang terorganisasi.

“Perdagangan berjangka komoditi merupakan salah satu instrumen perdagangan yang telah dikenal secara nasional maupun global sebagai sarana lindung nilai risiko harga, pembentukan harga yang transparan, serta memperluas akses investasi di pasar yang teratur, wajar, dan transparan,” lanjutnya.

Tirta menambahkan, pada 2026 Bappebti menargetkan pertumbuhan perdagangan berjangka dengan bertumpu pada capaian positif tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari hingga November 2025, volume transaksi perdagangan berjangka tercatat mencapai 14,56 juta lot atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi nilai, total transaksi perdagangan berjangka tercatat sebesar Rp42,08 triliun atau tumbuh 49,8 persen. Kontrak berjangka berbasis komoditas disebut masih menjadi kontributor terbesar dalam aktivitas perdagangan berjangka nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan

Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:55 WIB

Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI

Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 12:18 WIB

Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?

Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 10:38 WIB

Terkini

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB

Dasco Mendadak ke Gedung BEI saat IHSG Merah Membara, Ucapannya Diharap Injeksi Sinyal Positif

Dasco Mendadak ke Gedung BEI saat IHSG Merah Membara, Ucapannya Diharap Injeksi Sinyal Positif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:55 WIB

Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman

Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:41 WIB

realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih

realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:31 WIB

BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing

BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:24 WIB