Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Ramalan Harga Emas Batangan Pekan Depan Bisa Tembus Rp 2,6 Juta per Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 04 Januari 2026 | 12:19 WIB
Ramalan Harga Emas Batangan Pekan Depan Bisa Tembus Rp 2,6 Juta per Gram
Arsip foto - Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/pri)
  • Pengamat pasar uang memproyeksikan harga logam mulia berpotensi naik hingga Rp 2,61 juta per gram minggu depan.
  • Dinamika harga emas dipicu faktor global, termasuk eskalasi konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Iran.
  • Kenaikan harga emas dunia diprediksi terjadi jika mencapai USD 4.505 per troy ounce, namun bisa turun jika USD 4.258.

Suara.com - Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga logam mulia cenderung alami kenaikan pada pekan depan. Bahkan, harga logam mulia bisa tembus Rp 2,61 juta per gram.

Dia menjelaskan, harga logam mulia sebesar itu jika memang harga emas dunia juga melonjak tinggi di level USD 4.505 per troy ounce.

Ibrahim menuturkan, jika memang harga emas dunia pada Senin, (5/1) mengalami kenaikan mencapai USD 4.426, maka harga logam mulai bisa sebesar Rp 2.518.000 per gram.

"Jadi ada kemungkinan besar di minggu depan sampai hari Sabtu. Kemungkinan kalau harga emas dunia naik, harga logam Mulia itu di Rp 2.610.000 per gram," ujarnya seperti dikutip , Minggu (4/1/2026).

Ilustrasi investasi emas, gambar emas batangan. (Tim Desain Suara.com)
Ilustrasi investasi emas, gambar emas batangan. (Tim Desain Suara.com)

Namun, jika harga emas dunia justru mengalami penurunan dimulai pada Senin di level USD 4.258, maka harga logam mulia bisa turun ke level Rp 2.458.000 per gram.

Ibrahim menilai, terdapat sejumlah faktor global yang menjadi pemicu utama dinamika harga emas, mulai dari geopolitik hingga perpolitikan Amerika Serikat. Dari sisi geopolitik, ia menyoroti eskalasi konflik Rusia dan Ukraina yang kembali memanas di awal tahun.

Apalagi, serangan drone Ukraina yang menyasar rumah dinas Presiden Rusia Vladimir Putin memicu serangan balasan besar-besaran dari Rusia.

"Ini yang mengindikasikan bahwa perang di Eropa ini semakin menjadi-jadi," kata Ibrahim.

Selain Eropa, ketegangan juga terjadi di Timur Tengah, khususnya Iran. Ia menjelaskan, pelemahan mata uang Iran terhadap dolar AS memicu demonstrasi besar-besaran yang berujung bentrokan.

Situasi tersebut mendapat respons keras dari Amerika Serikat. Ibrahim menilai campur tangan AS berpotensi menambah ketegangan geopolitik global.

Ia menilai kombinasi ketegangan geopolitik, dinamika politik AS, serta kebijakan moneter longgar berpotensi mendorong lonjakan harga emas dunia dalam waktu dekat.

"Ini yang kemungkinan besar akan membuat harga emas kembali lagi mengalami kenaikan bahkan dalam perdagangan nanti pagi harga emas dunia kemungkinan besar akan terjadi game up yang cukup luar biasa," pungkas Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Merosot Lebih dari Rp 100 Ribu, Saatnya Beli?

Harga Emas Antam Merosot Lebih dari Rp 100 Ribu, Saatnya Beli?

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 09:35 WIB

Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini

Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:51 WIB

Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram

Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB