Profil Pemilik Saham MORA, Emiten Infrastruktur Jaringan yang Harganya Meroket

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 08:28 WIB
Profil Pemilik Saham MORA, Emiten Infrastruktur Jaringan yang Harganya Meroket
Ilustrasi [Antara]

Suara.com - Dalam dunia telekomunikasi Indonesia, nama Moratelindo atau PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) bukanlah pemain baru. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2000 ini merupakan salah satu tulang punggung infrastruktur digital nasional.

Namun, seiring dengan pergerakan harga sahamnya yang fenomenal di penghujung tahun 2025, banyak investor mulai bertanya: siapa sebenarnya pemilik sah di balik emiten MORA ini?

Profil Singkat Moratelindo

MORA memulai perjalanannya sebagai penyedia kartu telepon dan layanan internet sederhana. Namun, transformasi besar terjadi pada tahun 2007 saat mereka mulai membangun jaringan serat optik sepanjang 7,5 km di Pulau Jawa.

Kini, MORA telah menjelma menjadi raksasa yang mengelola jaringan backbone (tulang punggung) internet yang menjangkau Sumatera, Jawa, hingga Papua. Proyek strategis yang pernah mereka kerjakan antara lain:

  • Pembangunan kabel bawah laut Jakarta-Singapura dan Batam-Malaka.
  • Pemenang tender proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur pada 2016.
  • Penyedia layanan solusi untuk korporasi, UMKM, hingga pusat data nasional (Nusantara Data Center).
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)

Siapa Saja Pemilik Saham MORA?

Berdasarkan data terbaru per 30 November 2025, struktur kepemilikan saham MORA didominasi oleh dua entitas utama sebagai pengendali. Berikut adalah rincian pemegang saham utamanya:

1. PT Candrakarya Multikreasi

Entitas ini memegang porsi kepemilikan terbesar, yaitu sebanyak 8,51 miliar saham atau setara dengan 35,99%. Sebagai pemegang saham mayoritas, mereka memiliki pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan perusahaan.

2. PT Gema Lintas Benua

Di posisi kedua, terdapat PT Gema Lintas Benua yang menguasai sekitar 7,13 miliar saham atau setara dengan 30,18%. Menarik untuk dicatat bahwa sosok Farida Bau tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham di MORA.

3. PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Sebelumnya, salah satu operator seluler besar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) melalui entitas terkait, sempat memiliki porsi signifikan sebesar 18,32%. Namun, berdasarkan keterbukaan informasi pada awal Desember 2025, kepemilikan tersebut telah dilepas, yang menandai adanya perubahan dinamika pemegang saham di tubuh perseroan.

Performa Saham yang Mengejutkan

Saham MORA menjadi sorotan pasar modal pada akhir tahun 2025. Jika pada awal tahun hingga Oktober 2025 saham ini masih kalem di level Rp400-an per lembar, harganya melonjak drastis hingga menyentuh Rp14.050 pada perdagangan 10 Desember 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?

IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 17:02 WIB

GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?

GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB

Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue

Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:19 WIB

Terkini

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:42 WIB

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:52 WIB

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:42 WIB

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:27 WIB

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 10:07 WIB

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB