Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 12 Januari 2026 | 17:29 WIB
IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG ditutup melemah di level 8.884 pada Senin (12/1/2026) akibat aksi ambil untung saham besar.
  • Pelemahan didorong aksi jual antisipatif kebijakan MSCI dan tekanan jual yang memicu penurunan signifikan.
  • Sentimen negatif global, pelemahan rupiah, serta isu The Fed membebani pasar saham domestik hari itu.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 12 Januari 2025 seiring maraknya aksi profit taking dan panic selling, setelah indeks gagal bertahan di atas level psikologis 9.000.

IHSG berakhir di level 8.884, turun 0,58 persen. Padahal, pada awal perdagangan indeks sempat menguat dan kembali menyentuh area 9.000 sebelum akhirnya berbalik arah ke zona merah.

Seperti dikutip dari Riset Phintraco Sekuritas, pelemahan ini dipicu aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya saham konglomerasi, yang sebelumnya telah mengalami reli dan menjadi kontributor utama penguatan indeks.

Tekanan jual tersebut juga disebut sebagai bentuk antisipasi pelaku pasar terhadap rencana pengumuman kebijakan baru MSCI terkait perhitungan free float yang dijadwalkan pada akhir bulan ini.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Aksi profit taking yang masif kemudian memicu panic selling, sehingga IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 8.715. Meski sempat mengalami perbaikan menjelang penutupan, indeks tetap bertahan di area negatif.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah moving average lima hari (MA5). Indikator MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan potensi berlanjutnya koreksi, seiring meningkatnya volume jual.
Untuk perdagangan selanjutnya, IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dengan peluang menguji area support di kisaran 8.725–8.800. Adapun level resistance berada di 8.950, dengan pivot di 8.900.

Dari sisi makroekonomi, penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada November 2025, meningkat signifikan dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 4,3 persen YoY. Capaian ini menjadi pertumbuhan tahunan tercepat sejak Maret 2024. Namun demikian, sentimen positif tersebut belum mampu menopang pergerakan pasar saham.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah dan ditutup di level Rp16.855 per dolar AS pada perdagangan Senin. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global serta kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi domestik.

Sentimen eksternal juga membebani pasar. Ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul konflik di Iran yang diwarnai gelombang protes dan korban jiwa, ditambah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang intervensi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran eskalasi konflik politik global.

Selain itu, indeks saham di bursa Eropa dibuka melemah, sementara indeks futures di Wall Street bergerak di zona negatif. Tekanan semakin kuat setelah Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Chairman The Federal Reserve Jerome Powell, terkait kesaksiannya di Komite Perbankan Senat mengenai renovasi gedung kantor pusat The Fed.

Langkah ini dipersepsikan pasar sebagai upaya Presiden Trump untuk menekan bank sentral atau mempercepat pergantian pimpinan The Fed sebelum masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 71,79 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 39,95 triliun, serta frekuensi sebanyak 5,01 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 293 saham bergerak naik, sedangkan 459 saham mengalami penurunan, dan 206 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, MSKY, DKHH, FOLK, KIPG, SOHO, GULA, SOTS, ATAP, INDS, APLN, SOCI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:04 WIB

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 13:21 WIB

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:15 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:07 WIB

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:18 WIB

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB