Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:23 WIB
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. [Ist]
  • Kementerian PU mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di hulu Aceh Tenggara untuk mengendalikan banjir bandang dan melindungi infrastruktur.
  • Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan penanganan banjir harus fokus di hulu sebagai sumber material perusak infrastruktur vital.
  • Pemerintah menargetkan 30-40 titik dam di Aceh, sambil memprioritaskan perbaikan Jembatan Pantai Dona dan meninjau relokasi Puskesmas Jambul Alam.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di wilayah hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini dinilai strategis untuk mengendalikan banjir bandang sekaligus melindungi infrastruktur vital, termasuk jembatan yang rusak akibat terjangan material saat hujan deras.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan bencana tidak cukup dilakukan di bagian hilir sungai. Menurutnya, persoalan utama justru berada di wilayah hulu yang menjadi sumber material kayu, batu, dan sedimen saat debit air meningkat.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” kata Dody dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Pelajar melintas di atas jembatan gantung yang baru selesai pembangunannya di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/1/2026). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar]
Pelajar melintas di atas jembatan gantung yang baru selesai pembangunannya di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/1/2026). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar]

Ia menjelaskan, pembangunan sabo dam dan check dam menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir bandang yang kerap merusak fasilitas publik. Tanpa pengendalian di hulu, pembangunan infrastruktur di hilir berpotensi terus mengalami kerusakan berulang.

Untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, Kementerian PU merencanakan pembangunan sekitar 30 hingga 40 titik check dam dan sabo dam di wilayah Aceh. Sejumlah titik prioritas berada di daerah rawan banjir bandang, termasuk kawasan hulu di Aceh Tenggara.

Pembangunan tersebut ditargetkan dilakukan secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi strategis. Salah satu fokus utama adalah hulu Sungai Alas, mengingat sungai ini menjadi aliran utama yang kerap membawa material besar saat banjir terjadi.

Jembatan Pantai Dona yang membentang di Sungai Alas disebut sebagai akses vital bagi masyarakat. Infrastruktur ini menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman, sehingga keberadaannya sangat menentukan aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

"Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk membantu percepatan penanganan infrastruktur konektivitas di daerah terdampak. Penanganan Jembatan Pantai Dona diminta dilakukan secara intensif agar segera bisa digunakan kembali.

"Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan," ucap Dody.

Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody turut meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak bencana banjir bandang pada Kamis, 27 November 2025. Jembatan ini menjadi penghubung empat kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.

Jembatan Mbarung juga memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat. Akses ini kerap dilalui warga untuk aktivitas perdagangan dan mobilitas sehari-hari, sehingga perbaikannya menjadi perhatian pemerintah pusat.

Tak hanya infrastruktur konektivitas, Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Ia menilai lokasi fasilitas kesehatan tersebut sudah tidak ideal karena posisinya dekat dengan dasar sungai dan memiliki risiko tinggi terdampak bencana.

"Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 19:48 WIB

Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan

Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 18:57 WIB

Perlancar Distribusi Bantuan, Kementerian PU Buka Fungsional Tol SigliBanda Aceh 24 Jam

Perlancar Distribusi Bantuan, Kementerian PU Buka Fungsional Tol SigliBanda Aceh 24 Jam

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 17:39 WIB

Terkini

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB