Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:44 WIB
Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. [Kementan]
  • Menteri Pertanian melakukan sidak di Bea Cukai Tanjung Balai Karimun terkait pengungkapan 1.000 ton beras ilegal tanpa prosedur.
  • Beras ilegal tersebut diangkut dari FTZ Tanjung Pinang menuju sentra produksi seperti Palembang dan Riau.
  • Mentan menegaskan penyelundupan pangan mengancam kedaulatan serta berpotensi membawa hama penyakit pertanian dan peternakan.

Suara.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Sidak ini dilakukan menyusul pengungkapan kasus ribuan ton beras ilegal yang diduga masuk tanpa prosedur karantina maupun kepabeanan.

Dalam peninjauan tersebut, Amran menegaskan praktik penyelundupan pangan bukan persoalan sepele.

Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap petani sekaligus ancaman bagi kedaulatan pangan nasional.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada, stok beras nasional lebih dari 3 juta ton. Tapi masih ada pihak-pihak yang memasukkan beras secara ilegal. Ini mengganggu petani kita, 115 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidup dari pertanian,” jelas Amran dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil penindakan aparat, total beras ilegal yang diamankan mencapai 1.000 ton. Sebanyak 345 ton di antaranya masih tersimpan di gudang Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.

Amran membeberkan, beras tersebut diangkut menggunakan enam kapal dari FTZ Tanjung Pinang. Menurutnya, wilayah itu secara faktual bukan daerah penghasil beras sehingga pola distribusinya dinilai janggal.

Lebih lanjut, beras ilegal tersebut justru disebut akan dikirim ke sejumlah daerah yang dikenal sebagai sentra produksi. Di antaranya Palembang dan Riau.

“Bayangkan, beras dikirim dari daerah yang tidak punya sawah ke wilayah yang justru surplus. Ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya berhenti di pelaku lapangan,” ujarnya.

Tak hanya beras, aparat juga mengamankan sejumlah komoditas lain. Barang bukti yang ditemukan antara lain gula pasir, cabai kering, bawang merah, dan bawang putih.

Komoditas tersebut diduga tidak dilengkapi sertifikat karantina, tidak melalui tempat pengeluaran resmi, serta tidak dilaporkan kepada pejabat berwenang.

Sebagian barang bukti kemudian dilelang sesuai ketentuan, sementara komoditas yang dinilai berisiko tinggi dimusnahkan.

Mentan Amran mengingatkan, pelanggaran karantina berpotensi memunculkan ancaman yang jauh lebih besar dari sekadar nilai ekonomi.

Ia menilai masuknya komoditas tanpa prosedur resmi dapat membawa penyakit maupun hama yang mengancam sektor pertanian dan peternakan nasional.

Ia pun menyinggung pengalaman Indonesia saat menghadapi penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun lalu. Saat itu, kerugian disebut mencapai Rp135 triliun akibat kematian jutaan ternak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sewot Teknologi AI Bea Cukai Dibandingkan dengan Milik Kemenkes: Tersinggung Gue!

Purbaya Sewot Teknologi AI Bea Cukai Dibandingkan dengan Milik Kemenkes: Tersinggung Gue!

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:37 WIB

Purbaya Butuh Rp 45 Miliar buat Investasi Teknologi AI di Pelabuhan

Purbaya Butuh Rp 45 Miliar buat Investasi Teknologi AI di Pelabuhan

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:24 WIB

Menteri Purbaya Sindir Kinerja Bea Cukai: Orangnya Pintar-pintar, Tinggal Digebukin Aja

Menteri Purbaya Sindir Kinerja Bea Cukai: Orangnya Pintar-pintar, Tinggal Digebukin Aja

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:04 WIB

Purbaya Resmikan 3 Teknologi AI Canggih di Pelabuhan, Biar Kerja Bea Cukai Tak Lagi Lambat

Purbaya Resmikan 3 Teknologi AI Canggih di Pelabuhan, Biar Kerja Bea Cukai Tak Lagi Lambat

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:48 WIB

Mentan Amran: Korban Bencana Sumatra Harus Dibantu, Negara Memanggil!

Mentan Amran: Korban Bencana Sumatra Harus Dibantu, Negara Memanggil!

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 10:03 WIB

Ancam Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai, Purbaya Sebut Perintah dari 'Bos Atas'

Ancam Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai, Purbaya Sebut Perintah dari 'Bos Atas'

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:50 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB