Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2026 | 08:17 WIB
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
Ilustrasi perak dan emas [Unsplash/Zlaťáky.cz]
  • Perdagangan logam mulia melonjak signifikan pada Selasa (20/1/2026), di mana emas dan perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
  • Analis memproyeksikan emas naik 40% dan perak berlipat ganda pada 2026, pasca kegagalan prediksi signifikan tahun sebelumnya.
  • Kenaikan didorong ketidakstabilan fundamental, terutama manuver Trump menuntut Greenland dan ancaman tarif terhadap Prancis.

Suara.com - Pasar logam mulia dunia mengalami lonjakan luar biasa pada perdagangan Selasa (20/1/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Emas dan perak secara kompak menembus rekor tertinggi sepanjang masa, memperpanjang tren reli yang telah mendominasi sejak awal tahun 2026.

Berdasarkan 2026 Forecast Survey yang dirilis oleh London Bullion Market Association (LBMA), para analis dan pedagang profesional kini memberikan proyeksi paling optimis dalam sejarah survei tersebut sejak awal 2000-an.

Rata-rata ahli memprediksi nilai harian emas akan melonjak hampir 40% dibandingkan tahun 2025, sementara harga rata-rata tahunan perak diproyeksikan bakal berlipat ganda.

Prediksi "Gila" di Tengah Kegagalan Ramalan Tahun Lalu

Optimisme masif tahun ini muncul setelah para analis "kecolongan" pada tahun 2025.

Tahun lalu, konsensus LBMA meleset hampir USD 700 dari kenaikan harga emas yang sebenarnya, sebuah rekor kegagalan prediksi terbesar dalam persentase maupun nilai dolar.

Kini, konsensus untuk tahun 2026 memproyeksikan:

Emas: Diperkirakan naik sekitar USD 1.310 sepanjang tahun menuju level rata-rata USD 4.742. Rentang perdagangan diprediksi sangat lebar, mulai dari level terendah USD 3.450 hingga puncaknya di USD 7.150 per troy ounce.

Perak: Diprediksi tumbuh 98,8% menuju harga rata-rata di atas USD 79,50. Bahkan, saat ini perak telah menembus angka USD 95,60 di pasar London, melampaui estimasi tertinggi dari sembilan analis peserta kompetisi LBMA.

Ross Norman, salah satu peramal logam mulia paling sukses, menyebut proyeksi tahun ini sangat "ekstrem", namun didorong oleh kondisi fundamental yang tidak stabil.

Geopolitik dan Isu Greenland: Katalis Utama Kenaikan

Berbanding terbalik dengan logam mulia, pasar saham global justru merosot pada Selasa kemarin.

Berdasarkan survei di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, para pemimpin bisnis dan finansial memandang "konfrontasi geo-ekonomi" dan "konflik bersenjata antarnegara" sebagai risiko krisis material paling nyata di tahun 2026.

Ketegangan ini semakin nyata dengan manuver terbaru Presiden Trump:

  • Isu Greenland: Trump dijadwalkan bertemu dengan sekutu NATO dari Eropa untuk menuntut penyerahan Greenland kepada Amerika Serikat. Media Rusia menyebut ambisi ini sebagai upaya Trump untuk tercatat dalam sejarah pada peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan AS.
  • Konflik dengan Prancis: Trump melontarkan ancaman tarif 200% terhadap minuman keras asal Prancis karena Presiden Emmanuel Macron enggan membayar US$ 1 miliar untuk bergabung dalam Board of Peace terkait krisis Gaza.

Lonjakan Tertinggi Sejak Era Richard Nixon

Harga emas batangan di pusat perdagangan London telah melonjak lebih dari 75% sejak Trump dilantik sebagai Presiden ke-47 tepat 12 bulan lalu.

Pergerakan harga emas dalam setahun pertama masa jabatan presiden ini merupakan yang tercepat dalam sejarah AS, hanya kalah dari awal masa jabatan kedua Richard Nixon pada tahun 1973.

Kondisi ketidakpastian global, ancaman perang dagang, dan ambisi teritorial baru AS telah menjadikan logam mulia sebagai aset lindung nilai utama bagi para investor institusi maupun ritel di seluruh dunia.


DISCLAIMER: Investasi pada aset emas, perak, dan kripto melibatkan risiko fluktuasi harga yang sangat tajam dan dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global. Prediksi analis LBMA merupakan estimasi profesional dan bukan merupakan jaminan keuntungan pasti di masa depan. Selalu lakukan riset mendalam dan diversifikasi portofolio Anda sebelum mengambil keputusan finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Perancis 'Kobarkan Perang' Lawan AS, Ajak Eropa Aktifkan Bazooka Perdagangan

Presiden Perancis 'Kobarkan Perang' Lawan AS, Ajak Eropa Aktifkan Bazooka Perdagangan

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 08:03 WIB

Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 07:53 WIB

Harga Emas Naik Tiga Hari Berturut-turut, di Pegadaian Kompak Meroket

Harga Emas Naik Tiga Hari Berturut-turut, di Pegadaian Kompak Meroket

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 07:41 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB