Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur

Dicky Prastya | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:51 WIB
Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur
Ilustrasi Pupuk. (Unsplash.com)
  • Pembangunan KIP Fakfak dianggap strategis mendorong transformasi ekonomi berkeadilan di Papua melalui penguatan sektor hulu dan hilir.
  • Kawasan industri ini berpotensi menurunkan biaya distribusi logistik karena kedekatan geografis Fakfak dengan jalur maritim timur Indonesia.
  • Manfaat ekonomi berkelanjutan memerlukan prasyarat inklusif, seperti perlindungan hak adat dan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.

Suara.com - Ekonom menilai pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat adalah langkah strategis untuk mendorong transformasi ekonomi di Indonesia Timur, khususnya Papua.

Peneliti dan Pengajar di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) Mohamad Dian Revindo menyatakan, kehadiran industri pupuk di kawasan ini tidak hanya berdampak pada satu sektor, tetapi berpotensi memicu efek domino melalui penguatan sektor hulu dan hilir serta perluasan aktivitas ekonomi lokal.

Menurutnya, pembangunan industri pupuk di Fakfak dapat sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan. Ia menyebut struktur ekonomi Papua selama ini masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada sektor ekstraktif yang minim nilai tambah.

“Rencana pemerintah membangun industri pupuk di Fakfak, Papua, dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan, khususnya melalui penguatan backward linkage atau ke sektor hulu dan forward linkage atau ke hilir,” ujar Revindo, dikutip Kamis (22/1/2026).

Dari sisi hulu, industri pupuk memiliki potensi menyerap berbagai sumber daya lokal mulai dari pemanfaatan gas alam sebagai bahan baku pupuk, hingga keterlibatan sektor pendukung seperti jasa konstruksi, logistik, energi, dan tenaga kerja lokal.

Selain itu, posisi geografis Fakfak yang relatif dekat dengan jalur maritim di kawasan timur Indonesia memberikan keunggulan ekonomi tersendiri.

Kedekatan ini dianggapnya berpotensi menurunkan biaya distribusi pupuk dibandingkan jika seluruh pasokan harus dikirim dari wilayah barat Indonesia.

Revindo berpandangan efisiensi logistik tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri pupuk sekaligus menekan biaya di tingkat pengguna akhir.

Pembangunan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal, lanjut Revindo, juga krusial untuk memperluas basis ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan Papua pada eksploitasi sumber daya alam primer.

Namun yang terpenting adalah bagaimana ada manfaat nyata dari berkembangnya Kawasan Industri Pupuk Fakfak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Ia mengatakan, keberadaan kawasan industri seharusnya tidak hanya menyerap tenaga kerja di dalam kawasan, tetapi juga mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung di luar kawasan.

Rantai aktivitas ekonomi tersebut berpotensi memperluas sumber pendapatan masyarakat serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“Pengalaman di Indonesia menunjukkan bahwa kawasan industri dapat menjadi pengungkit ekonomi daerah apabila terintegrasi dengan ekonomi lokal,” kata Revindo.

Sementara di sisi hilir, ia mengungkapkan kehadiran industri pupuk di Fakfak berpotensi memperkuat basis produksi berbagai komoditas pertanian dan perkebunan di Papua serta kawasan timur Indonesia.

Hal ini juga dapat menciptakan efek pengganda bagi sektor-sektor lain seperti transportasi, perdagangan, dan jasa penunjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Wamena Ngeluh Harga BBM Tembus Rp25 Ribu, Respons 'Datar' Wapres Gibran Jadi Sorotan Tajam

Warga Wamena Ngeluh Harga BBM Tembus Rp25 Ribu, Respons 'Datar' Wapres Gibran Jadi Sorotan Tajam

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:24 WIB

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:16 WIB

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:44 WIB

Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton

Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:46 WIB

Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya

Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:03 WIB

OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta

OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:40 WIB

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:39 WIB

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:31 WIB

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:13 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:56 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:26 WIB

Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!

Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:54 WIB