Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:22 WIB
Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. [Antara]
  • Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan tindakan tegas terhadap pungutan impor sapi dan permainan harga di internal Kementerian.
  • Pemerintah melakukan pengecekan rantai pasok dan mengancam mencabut izin pelaku usaha yang terbukti mempermainkan harga.
  • Stabilitas harga pangan hingga Idulfitri menjadi prioritas utama berdasarkan perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik pungutan dalam proses impor sapi bakalan. Ia memastikan akan mengambil tindakan tegas jika menemukan adanya permainan di internal Kementerian Pertanian.

"Kita ini sudah berbaik melayani, kami ini pelayan rakyat. Kami melayani semua, melayani konsumen, melayani produsen, melayani semua," ucap Amran di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan Amran saat merespons isu pergerakan harga daging sapi yang sempat memicu aksi mogok pedagang. Ia menegaskan pemerintah akan mencari sumber persoalan di rantai pasok dan tidak segan menindak pihak yang bermain.

"Suruh cek siapa yang bermain. Apakah penggemukannya, atau distributornya, atau siapa. Satgas kami sudah minta langsung turun cek. Dan pasti ketemu nanti siapa sebenarnya yang bermain-main," ujar Amran.

Amran menegaskan pihaknya sudah memerintahkan pengecekan untuk memastikan tidak ada penyimpangan, termasuk dugaan pungutan di internal kementerian. Ia menegaskan jika ada oknum yang bermain, ia akan langsung mengambil langkah tegas.

"Yang masalah kalau ada di Kememterian Pertanian main-main sampai minta fee sehingga dia alasan menaikkan harga, di sini aku pecat," ungkap Amran.

Ia menekankan pemerintah sudah berulang kali mengimbau pelaku usaha agar tidak mempermainkan harga. Namun menurutnya, saat ini tidak ada lagi ruang untuk sekadar imbauan.

"Enggak ada, enggak ada lagi waktu menghimbau-himbau, capek kita ya," ucapnya.

Amran juga menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik semacam itu terjadi, terlebih saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia menyebut stabilitas harga pangan menjadi prioritas pemerintah.

"Kesimpulannya adalah kita menjaga HET (Harga Eceran Tertinggi) pangan sekarang sampai bulan Ramadan sampai selesai. Dan HPP juga kita jaga," kata Amran.

Di sisi lain, Amran menyebut kebijakan stabilisasi harga tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden. Ia menegaskan seluruh jajaran harus menjalankan instruksi itu tanpa kompromi.

"Ini perintah Bapak Presiden, stabilkan harga. Titik," lanjut Amran.

Amran juga memastikan pihaknya akan menindak siapa pun yang terbukti membuat masyarakat kesulitan. Ia menegaskan akan mencabut izin bagi pengusaha yang bermain, sekaligus memastikan tidak ada oknum internal yang mengambil keuntungan.

"Kalau aku temukan—dan kami langsung suruh cek mulai hari ini—kalu aku temukan, pasti 99 persen aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu," katanya.

Ia menegaskan pemerintah ingin semua pihak mendapat manfaat dari stabilisasi harga, mulai dari produsen, pedagang, hingga konsumen. Dengan begitu, masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan tenang.

"Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan," pungkas Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuota Impor Sapi Swasta Dipangkas Drastis, Pemerintah Janji Evaluasi Maret 2026

Kuota Impor Sapi Swasta Dipangkas Drastis, Pemerintah Janji Evaluasi Maret 2026

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:48 WIB

Amran Desak Pengusutan Tuntas Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang

Amran Desak Pengusutan Tuntas Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:07 WIB

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Video | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:36 WIB

Pemerintah Jamin Beras Nggak Langka di 2026

Pemerintah Jamin Beras Nggak Langka di 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:54 WIB

Banjir Sumatera Luluh Lantahkan 70.000 Ha Sawah, Kapan Perbaikan Dimulai?

Banjir Sumatera Luluh Lantahkan 70.000 Ha Sawah, Kapan Perbaikan Dimulai?

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 10:57 WIB

Terkini

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB