Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Jelang APCAT Summit 2026, Kemendagri Soroti Tantangan Industri Tembakau hingga Regenerasi Pimpinan

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 26 Januari 2026 | 10:50 WIB
Jelang APCAT Summit 2026, Kemendagri Soroti Tantangan Industri Tembakau hingga Regenerasi Pimpinan
Wamendagri, Bima Arya. (suara.com/Putu Yonata Udawananda)
baca 10 detik
  • Wamendagri Bima Arya memaparkan tiga agenda strategis jelang APCAT Summit 2026 yang berfokus pada isu kesehatan.
  • Agenda utama mencakup penguatan pengendalian tembakau menghadapi inovasi industri, harmonisasi regulasi di daerah, dan regenerasi kepemimpinan.
  • APCAT merupakan forum kepala daerah Asia Pasifik menitikberatkan peran Pemda pada kesehatan, terutama pengendalian penyakit tidak menular.

Suara.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, memaparkan sejumlah agenda strategis yang perlu menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026.

Agenda tersebut disusun dengan mempertimbangkan dinamika dan perkembangan forum APCAT selama satu dekade terakhir, sejak pertama kali digelar di Singapura hingga pertemuan terakhir yang dihadiri 46 kota.

APCAT sendiri merupakan forum kerja sama para kepala daerah di kawasan Asia Pasifik.

Forum ini menitikberatkan penguatan peran pemerintah daerah (Pemda) dalam isu kesehatan dan pembangunan, terutama pengendalian tembakau serta pencegahan penyakit tidak menular.

Dalam forum itu, APCAT juga dipandang sebagai contoh praktik baik penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) melalui regulasi yang ditetapkan di tingkat daerah.

“Tantangan kita hari ini bukan hanya membangkitkan kesadaran dari kepala daerah dalam menghadapi pengendalian tembakau, tapi juga berjuang terhadap industri tembakau,” kata Bima pada Rapat Persiapan APCAT Summit 2026, yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Bima kemudian menyinggung tantangan yang berkaitan dengan industri tembakau saat ini.

Menurutnya, industri tembakau memiliki banyak inovasi dan kreativitas yang mudah masuk ke tingkat keluarga hingga perusahaan melalui berbagai bentuk penjualan.

Ia mencontohkan, iklan tembakau saat ini kerap dikemas menyerupai permen dan minuman ringan sehingga lebih mudah menjangkau masyarakat.

baca juga

“Itu menunjukkan bagaimana situasi hari ini juga menantang kita untuk memperkuat kesadaran kita dalam melakukan pengendalian tembakau. Itulah isu pertama,” ujar Bima yang pernah menjabat sebagai Ketua.

Isu kedua yang disoroti Bima adalah regulasi. Ia menilai pemerintah perlu memastikan seluruh aturan, mulai dari tingkat nasional hingga lokal, selaras dengan semangat pengendalian tembakau.

Dalam kapasitasnya saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disebut memiliki peran untuk melakukan harmonisasi regulasi pengendalian tembakau.

“Kita menyebutnya harmonisasi, untuk mengharmonisasi peraturan daerah. Saya pikir, bulan lalu, kita melakukan koordinasi yang sangat baik dalam memastikan peraturan daerah di Jakarta benar-benar berhubungan dengan semangat kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, isu ketiga yang tak kalah penting menurut Bima adalah regenerasi kepemimpinan.

Dalam waktu dekat, akan ada pertemuan dengan para pemimpin baru APCAT untuk merancang agenda ke depan dengan tetap menjaga kekuatan semangat gerakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salah Paham Produk Vape Bikin Industri Tembakau Alternatif Terancam

Salah Paham Produk Vape Bikin Industri Tembakau Alternatif Terancam

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 17:36 WIB

Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 11:52 WIB

Buruh Industri Tembakau Beberkan 3 Dampak Adanya Kebijakan Baru Pemerintah

Buruh Industri Tembakau Beberkan 3 Dampak Adanya Kebijakan Baru Pemerintah

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 09:10 WIB

Berseberangan Kebijakan Prabowo, Legislator Ingin Pemerintah Deregulasi Aturan Rokok

Berseberangan Kebijakan Prabowo, Legislator Ingin Pemerintah Deregulasi Aturan Rokok

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 08:49 WIB

AMTI Beberkan Kondisi Industri Pertembakauan Setelah Adanya Regulasi Baru

AMTI Beberkan Kondisi Industri Pertembakauan Setelah Adanya Regulasi Baru

Bisnis | Sabtu, 19 Juli 2025 | 10:52 WIB

Legislator Khawatir Setoran Pendapatan Negara dari CHT Bisa Menurun Imbas Regulasi

Legislator Khawatir Setoran Pendapatan Negara dari CHT Bisa Menurun Imbas Regulasi

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 16:23 WIB

Terkini

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:16 WIB

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB