Baca 10 detik
- Menteri PU meninjau penanganan darurat banjir Sungai Aek Garoga, Tapanuli Selatan, pada 26 Januari 2026 untuk mitigasi risiko berulang.
- BBWS Sumatera II mengerahkan alat berat untuk normalisasi alur sungai dari sedimentasi dan debris pascabanjir November 2025.
- Strategi jangka panjang mencakup pembangunan sabo dam guna mengendalikan sedimen dan mengamankan infrastruktur sekitar sungai.
Ia juga menyampaikan bahwa pembersihan pascabanjir telah dilakukan sejak awal bencana. Bahkan, pada hari keempat setelah bencana, pembersihan sudah dilakukan dari jembatan pertama hingga sekitar 1,5 kilometer.
“Pada hari keempat setelah bencana, dari jembatan pertama hingga sekitar 1,5 kilometer sudah kami bersihkan. Kawasan Garoga ini berada di dekat permukiman warga, sehingga penanganan harus cepat dan tepat agar aktivitas masyarakat bisa segera pulih,” ujar Ferry.