Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:13 WIB
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
Ilustrasi perhiasan emas. (Freepik)
  • Investasi ETF emas global mencatat rekor *inflow* US$19 miliar (120 ton) pada Januari 2026, menurut World Gold Council.
  • Kawasan Asia menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi $10 miliar, dimana China memimpin akumulasi aset tersebut.
  • Total kepemilikan ETF emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 4.145 ton, didorong ketidakpastian geopolitik.

Suara.com - Pasar emas global mencatatkan sejarah baru pada pembukaan tahun ini. Berdasarkan laporan terbaru dari World Gold Council (WGC), produk investasi emas yang diperdagangkan di bursa atau Exchange-Traded Fund (ETF) berhasil menjaring arus kas masuk (inflow) sebesar 120 ton, atau setara dengan nilai fantastis US$19 miliar sepanjang Januari 2026.

Laporan yang dirilis pada Minggu (8/2/2026) ini menegaskan bahwa momentum tersebut merupakan arus masuk bulanan terkuat yang pernah terekam dalam sejarah industri emas.

Dengan lonjakan ini, total volume kepemilikan emas dalam instrumen ETF kini menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yakni 4.145 ton, melampaui pencapaian yang pernah terjadi pada tahun 2020 silam.

Kejutan terbesar datang dari wilayah Asia yang kini menjadi motor utama pertumbuhan pasar emas dunia, dengan catatan:

  • Volume Arus Masuk: Kawasan Asia menyumbang arus masuk sebesar 62 ton atau senilai hampir US$10 miliar.
  • Porsi Global: Secara mengejutkan, Asia menguasai 51% dari total arus kas bersih dunia pada bulan lalu.
  • Peran Strategis China: China menjadi penggerak utama di kawasan ini dengan nilai transaksi mencapai US$6 miliar.

Posisi China kini berada tepat di belakang Amerika Serikat sebagai sumber arus masuk ETF emas terbesar di dunia.

Ketidakpastian geopolitik dan tingginya permintaan institusional domestik menjadi pemicu utama minat investor China.

Di belahan bumi barat, investor Amerika Utara juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengakumulasi 43,4 ton emas senilai hampir US$7 miliar. Meski demikian, pasar sempat mengalami guncangan menjelang akhir Januari.

Koreksi harga terjadi seiring dengan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS (The Fed) yang baru.

Figur Warsh yang dipandang memiliki kebijakan moneter tertentu memicu volatilitas harga.

Namun, seperti yang dikutip via Kitco, para analis WGC mencatat bahwa meskipun harga mengalami koreksi tajam dari level tertingginya, investor justru memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menambah kepemilikan ETF mereka hingga hari perdagangan terakhir bulan tersebut.

Geopolitik dan Ancaman Perang

Selain faktor moneter dari Amerika Serikat, peningkatan minat pada emas juga dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik.

Konflik dan ketegangan yang melibatkan AS dengan sejumlah wilayah seperti Iran, sebagian wilayah Eropa, hingga isu strategis di Greenland, mendorong investor untuk mencari perlindungan pada aset aman (safe haven).

Sementara itu, pasar Eropa terpantau masih tertinggal dibandingkan Asia dan Amerika Utara. Investor di Benua Biru tersebut tercatat hanya menambah kepemilikan sebesar 13 ton emas dengan nilai transaksi sekitar US$2 miliar.

DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data laporan bulanan World Gold Council (WGC) per Februari 2026. Pergerakan harga emas dan instrumen ETF memiliki risiko fluktuasi pasar yang tinggi. Keputusan untuk melakukan investasi pada instrumen derivatif emas sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 11:08 WIB

WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong

WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:07 WIB

Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas

Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:57 WIB

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29 WIB

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Rp9,1 Triliun Duit Masyarakat Hilang Akibat Ditipu Lewat Scam Digital

Rp9,1 Triliun Duit Masyarakat Hilang Akibat Ditipu Lewat Scam Digital

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:15 WIB

Indri Wahyuni Juri LCC MPR  Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:58 WIB

Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal

Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:43 WIB

Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:21 WIB

BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:19 WIB

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:14 WIB

Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:08 WIB

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:49 WIB

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:43 WIB