Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Kementerian PU Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Selatan

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 09 Februari 2026 | 16:01 WIB
Kementerian PU Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Selatan
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau lokasi penanganan banjir di Sungai Aek Garoga, Tapanuli Selatan, Sumut. [Humas Kementerian PU]
baca 10 detik
  • Menteri PU meminta percepatan pembangunan 252 unit hunian sementara bagi 245 KK terdampak di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
  • Hunian sementara harus siap huni secara menyeluruh dengan ketersediaan air bersih, listrik, dan sanitasi sebelum ditempati.
  • Pembangunan menggunakan konstruksi modular dengan target selesai sebelum Ramadan, dilanjutkan hunian tetap oleh Kementerian PKP.

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta percepatan pembangunan rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana agar warga dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan memenuhi kebutuhan dasar.

Dody mengatakan, percepatan pembangunan hunian harus diiringi dengan kesiapan sarana pendukung. Menurutnya, rumah hunian tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi juga harus benar-benar siap dihuni oleh masyarakat terdampak.

“Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati. Sanitasi, termasuk listrik, harus dipastikan berfungsi sebelum hunian dihuni,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Di lokasi tersebut, Kementerian PU membangun sebanyak 252 unit hunian sementara. Bangunan tersebut disusun dalam 21 blok modular, dengan masing-masing blok terdiri dari 12 unit hunian.
Hunian sementara ini diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga terdampak bencana atau kurang lebih 1.800 jiwa.

Adapun pengaturan dan penetapan calon penghuni sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat.
Pembangunan hunian dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan tersedia yang mencapai kurang lebih 16,8 hektare. Sementara itu, sisa lahan direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut untuk pembangunan hunian tetap.

Pembangunan hunian tetap tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai bagian dari penanganan jangka menengah dan panjang pascabencana di wilayah Tapanuli Selatan.

Dari sisi teknis, hunian sementara dibangun menggunakan sistem konstruksi modular guna mempercepat waktu pengerjaan di lapangan. Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dan baja CNP, dengan dinding sandwich panel, penutup atap metal, serta lantai GRC yang dilengkapi finishing vinyl.

Setiap unit hunian dirancang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Desain tersebut ditujukan untuk menjaga kenyamanan penghuni selama masa tinggal di hunian sementara.

Selain itu, setiap blok modular dilengkapi fasilitas sanitasi komunal berupa enam unit toilet dan enam unit shower. Fasilitas tersebut terdiri atas tiga toilet dan shower untuk perempuan serta tiga toilet dan shower untuk laki-laki.

baca juga

Secara keseluruhan, kawasan hunian sementara ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower. Di setiap blok juga disediakan dapur bersama untuk mendukung kebutuhan aktivitas harian para penghuni.

Tak hanya hunian, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat penampungan sementara (TPS), area hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, hingga area parkir.

Pembangunan rumah hunian sementara di Tapanuli Selatan ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan. Dengan target tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat segera menempati hunian sementara sambil menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan BUMN Karya. Pembangunan juga didukung oleh PLN sebagai penyedia listrik, serta unit-unit teknis lain di lingkungan Kementerian PU untuk penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PU Bangun Huntara Modular untuk 202 KK di Aceh, Target Rampung Sebelum Ramadan

Kementerian PU Bangun Huntara Modular untuk 202 KK di Aceh, Target Rampung Sebelum Ramadan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:17 WIB

Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues

Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 22:15 WIB

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:21 WIB

Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin

Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:58 WIB

Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh

Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:59 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB